<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220</id><updated>2011-09-25T20:28:26.298+09:00</updated><category term='Laporan Khusus'/><category term='Headline'/><category term='Features'/><title type='text'>Bintang Papua Edisi Online</title><subtitle type='html'>Tuntas dan Enak Dibaca</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8860869627951406474</id><published>2008-02-02T10:15:00.000+09:00</published><updated>2008-02-02T10:42:25.761+09:00</updated><title type='text'>News : Dibuka Formasi CPNS di Seluruh Papua</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Kabar gembira bagi warga masyarakat yang punya keinginan jadi pegawai negeri. Pertengahan Februari ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di seluruh kabupaten/kota di Papua.&lt;br /&gt;“Pertengahan bulan ini akan dilakukan pengumuman dan proses seleksi dilaksanakan pada akhir bulan, “ kata Kepala Biro Kepegawaian Provinsi Papua Yesaya Buinei usai mengikuti pelantikan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Sasana Karya Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jumat (1/2) .&lt;br /&gt;Menurutnya, kepastian formasi pada pertengahan  Februari setelah pihaknya  mendapat persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) tentang formasi dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;“Kita mendapat persetujuan itu sekitar seminggu yang lalu. Untuk kepentingan itu, kita juga sudah melakukan persiapan-persiapan,” tambahnya.&lt;br /&gt;Jumlah CPNS yang akan diterima di seluruh kabupaten/kota Papua sekitar 800-an orang.&lt;br /&gt;Sedangkan khusus di lingkungan Pemprov Papua, formasi yang dibuka hanya untuk 24 orang. Disiplin ilmu yang akan diterima yaitu tenaga medis seperti dokter, perawat dan apoteker.&lt;br /&gt;“Kalau formasi yang lain, seperti guru dan tenaga teknik lainnya banyak direkrut di tingkat kabupaten/kota,”jelasnya.&lt;br /&gt;Pemprov,kata dia, telah mengusulkan beberapa disiplin ilmu  ke pusat untuk diterima pada lingkungan Pemprov, namun setelah pusat melakukan analisa kebutuhan, untuk lingkungan Pemprov hanya mendapat formasi 24 orang.&lt;br /&gt;“Karena itu, kalau masyarakat yang formasinya ada di lingkungan pemprov silahkan mendaftar, tetapi yang tidak ada, tidak perlu mendaftar,” imbaunya.&lt;br /&gt;Dia juga menyebutkan, penerimaan CPNS itu,  bukan untuk mengurangi pengangguran, tetapi untuk mengisi lowongan yang dibutuhkan oleh pemerintah. “Sebagai contoh, alumni atau sarjana hukum cukup banyak, tetapi mengapa Pemprov tidak membuka formasi itu. Jadi, dalam perekrutan bukan melihat jumlah tenaga yang dilapangan, tetapi berdasarkan kebutuhan,” ujarnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ti)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8860869627951406474?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8860869627951406474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8860869627951406474' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8860869627951406474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8860869627951406474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/02/news-dibuka-formasi-cpns-di-seluruh.html' title='News : Dibuka Formasi CPNS di Seluruh Papua'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-1528557888668804000</id><published>2008-02-02T10:10:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:46:59.826+09:00</updated><title type='text'>News : Lima Ton Solar PLN Digelapkan, Empat Orang Diamankan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;MANOKWARI&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Polres Manokwari berhasil mengungkap kasus penggelapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 5 ton (5000 liter) yang diangkut dalam satu truk tangki. BBM tersebut milik PLN Cabang Manokwari dan diselewengkan dan dijual ke salah satu perusahaan group PT Fulica, sebuah perusahaan konstruksi besar di Manokwari. Barang bukti berupa 5 ton solar, satu truk tangki DS 9497 DA milik PT Sehati, 19 drum berisi solar , kini diamankan di Mapolres.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PD-XsWEmI/AAAAAAAAAF0/sTyemZ-WNIw/s1600-h/Minyak+Manokwari.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162185074176037474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PD-XsWEmI/AAAAAAAAAF0/sTyemZ-WNIw/s320/Minyak+Manokwari.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Polisi pun sudah menetapkan empat tersangka. Mereka, B (30) supir truk tangki, M (karyawan PLTD PLN), A (pengawas pengangkutan PT Sehati), MI (seorang perempuan karyawan bagian BBM perusahaan group PT Fulica). Semula empat tersangka ini ditahan. Namun Pengacara MI mengajukan penangguhan karena MI sakit Kista. Polisi tidak percaya begitu saja. Dokter kepolisian pun melakukan pemeriksaan dan ternyata MI memang sakit. Akhirnya penangguhan dikabulkan.&lt;br /&gt;Demikian dijelaskan Kapolres Manokwari AKBP Drs Jakobus Marjuki kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat (1/2). Dijelaskan Kapolres, hari Kamis (24/1) pukul 11.30 WIT, B (supir tangki) mengantar satu tangki solar ke PLTD Sanggeng untuk kedua kalinya hari itu. Sesampainya di PLTD, B turun dari truk dan masuk ke pos satpam. Tujuannya untuk meminta tanda tangan dari M sebagai bukti solar sudah diterima pihak PLTD.&lt;br /&gt;Setelah itu, solar tidak didrop ke tangki PLTD. B justru membawa truk yang berisi 5 ton solar itu menuju kantor PT Fulica Group untuk dijual. Polisi yang sudah lama mengendus sepak terjang penggelapan solar ini langsung menuju ke PT Fulica Group yang beralamat di Jalan Percetakan Negara, samping kiri Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Manokwari. Saat tiba di PT Fulica, polisi menyaksikan solar tersebut sedang dalam proses dipindahkan ke drum-drum milik Fulica.&lt;br /&gt;‘’Kebetulan kita tangkap saat itu juga. Dalam mengungkap kasus ini, kita kerja sama dengan PLN. Saat itu juga langsung kita tahan. Saat kita tangkap, sebagian solar sudah dialihkan ke drum-drum milik Fulica Group. Drum-drum itu juga kita jadikan barang bukti dan kita bawa ke kantor (polisi). Empat tersangka ini jelas otomatis akan sampai ke Kejaksaan. Apakah akan ada tersangka baru, tergantung hasil penyidikan nanti apakah ada orang lain yang terlibat,’’ ungkap Marjuki yang mantan Kapolres Puncak Jaya.&lt;br /&gt;Kapolres menegaskan, penyimpangan BBM seperti ini menjadi perintah prioritas Kapolri yang harus menjadi target utama pihak kepolisian. Saat ini, pihaknya sedang mengecek secara mendalam apakah BBM tersebut termasuk disubsidi. Jika benar BBM ini di subsidi maka Fulica akan diuntungkan karena membeli solar dengan harga subsidi. Untuk mendalami kasus ini, pihaknya juga sudah memeriksa Depot Pertamina Manokwari untuk mengetahui seputar administrasi lalu lintas BBM.&lt;br /&gt;Dikatakan Kapolres, kasus ini masih menyangkut oknum perorangan. Penyidikan kasus ini belum memasuki wilayah apakah kasus ini masuk kategori kejahatan korporasi (perusahaan). ‘’Kita juga sudah koordinasi dengan Kajari, apakah ini kejahatan korporasi atau bukan. Beliau nanti sebagai Penuntut sudah tahu, kasusnya seperti apa,’’ kata Kapolres.&lt;br /&gt;Para tersangka, lanjut Kapolres, dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Mereka juga dijerat pasal penadahan atau sekongkol. Para tersangka dijerat pasal berlapis dengan UU No 22/2001 tentang minyak dan gas bumi. ‘’Kita tidak diskriminatif dalam mengungkap kasus ini. Saya pastikan siapapun yang terlibat akan kita proses. Kasus BBM seperti ini menjadi prioritas Kapolri. Kita tidak main-main. Kita bertindak keras. Karena kebijakan Kapolri tentu menjadi atensi kita dalam rangka penyelamatan kekayaan Negara. Pemilik truk tangki minta pinjam pakai saja tidak kita penuhi,’’ tutur Kapolres.&lt;br /&gt;Dari pemeriksaan supir tangki terungkap, supir ini hanya orang suruhan. Bukan actor utama kasus ini. Supir ini hanya menjalankan perintah A (pengawas pengangkutan PT Sehati). Supir ini mengaku menerima upah uang dari tiga tersangka lainnya. Dengan begitu, diduga ada unsure kerja sama tiga oknum tersangka tersebut. ‘’A yang menghubungi MI. Apakah perbuatan MI ini sepengetahuan pimpinannya kita masuki dalami pemeriksaan,’’ kata Kapolres.&lt;br /&gt;Sejauh ini, lanjut Kapolres, juga belum diketahui apakah pimpinan PLN Cabang Manokwari mengetahui kalau solar untuk PLTD ini digelapkan oleh stafnya. ‘’Kemarin, pimpinan PLN didampingi satu stafnya datang kesini ketemu saya. Beliau menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada saya. Beliau minta siapapun yang terlibat supaya ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,’’ terang Kapolres. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ken)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-1528557888668804000?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/1528557888668804000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=1528557888668804000' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1528557888668804000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1528557888668804000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/02/news-lima-ton-solar-pln-digelapkan.html' title='News : Lima Ton Solar PLN Digelapkan, Empat Orang Diamankan'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PD-XsWEmI/AAAAAAAAAF0/sTyemZ-WNIw/s72-c/Minyak+Manokwari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-3041180850855017238</id><published>2008-02-02T10:03:00.000+09:00</published><updated>2008-02-02T10:08:20.419+09:00</updated><title type='text'>Headline : Satgas TNI Tembak Warga Hingga Tewas</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Pangdam Akan Pecat Anggotanya yang Tembaki Warga”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;TINGGI NAMBUT, PUNCAK JAYA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; –  Entah panik atau karena mendapat perlawanan, seorang anggota TNI yang tergabung dalam tim patroli Satuan Tugas (Satgas) Rajawali Yonif  756/Winamefili Wamena melakukan penembakan ke warga di di kampung Tingginambut, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (31/1) pukul 20.00 Wit.&lt;br /&gt;Warga bernama Omanggen Wonda (25) dilaporkan tewas setelah sempat mendapatkan perawatan di pos satgas. Omanggen terkena tembakan di bagian dada, tembus hingga ke punggung. Warga yang berasal dari kampung Yamo tersebut oleh TNI diduga anggota separatis bersenjata.&lt;br /&gt;Pasca penembakan, situasi di tempat kejadian dan kota Mulia Puncak Jaya hingga Jumat sore, dilaporkan Kapolda Papua Irjen Polisi Max Donald Aer, tetap aman dan kondusif.&lt;br /&gt;Sementara Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Haryadi Soetanto, melalui Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Inf Imam Santoso menyesalkan terjadinya kasus penembakan yang dilakukan anak buahnya itu.&lt;br /&gt;“Panglima sangat menyesalkan kejadian ini, sebab sebelumnya beliau sudah menekankan tidak ada upaya perencanaan untuk tindakan represif terhadap kelompok tertentu yang berseberangan dengan TNI,”ujar Imam Santoso mengutip pernyataan Pangdam Haryadi Soetanto.&lt;br /&gt;Bahkan, kata Imam yang ditemui wartawan di ruang kerjanya kemarin, Pangdam dengan tegas menyatakan akan memecat anggotanya kalau terbukti melakukan penembakan terhadap korban.&lt;br /&gt;“Beliau sempat ngomong, kalau perlu dipecat akan dipecat. Bahkan sesuai dengan koridor yang dibuat KSAD, maka dua tingkat diatas pelaku juga akan mendapat hukuman paling berat adalah pemecatan. Kalau dari investigasinya nanti terbukti,” terangnya.&lt;br /&gt;Untuk menindaklanjuti kasus penembakan tersebut pihak Kodam XVII/Cendrawasih telah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan.&lt;br /&gt;“Tim investigasi yang dikirim Panglima antara lain dari Intelijen Kodam, Polisi Militer Kodam, serta dari Batalyon 756. Tim ini sudah diberangkatkan tadi siang ke Mulia, untuk melakukan investigasi seberapa besar kesalahan yang dibuat untuk proses hukum dilaksanakan,” tambahnya.     &lt;br /&gt;Sementara soal kronologis penembakan, diungkapkan Kapendam Imam Santoso, terjadi berawal dari informasi yang diterima Pos Satgas Rajawali Yonif 756/Wamena di Tingginambut, bahwa di daerah tersebut ada kelompok separatis yang sering mengganggu masyarakat. “Inilah yang dijadikan dasar untuk lakukan pengecekan di sebuah tempat yang diduga terdapat anggota separatis”.&lt;br /&gt;Dipimpin langsung oleh Komandan Pos, Letda Inf Sunaryono, bersama enam orang anggotanya, mereka melakukan patroli dan mendatangi sebuah rumah honai yang didalamnya terdapat lima orang warga sedang bermain kartu domino.&lt;br /&gt;“Sesuai prosedur sudah dilakukan, temukan sasaran,  diteriaki namun tidak ada jawaban lalu dengan tembakan peringatan namun tetap tidak mau keluar. Ketika pintu dibuka tiba-tiba ada satu masyarakat berlari keluar, saat itu prajurit berada persis di depan pintu dan terjadilah penembakan. Korban sempat dibawa ke pos, tapi nyawanya tidak tertolong. Sementara pelaku saat ini sudah diamankan di pos Satgas Mulia, ” jelas Kapendam.&lt;br /&gt;“Namun belum diketahui pasti apakah pada saat membuka pintu ada perlawanan atau tidak Apa mungkin karena anggota terdesak, atau letusan terjadi karena korban menabrak senjata, sebab anggota persis berada di depan pintu honai. Kita tunggu saja hasil investigasinya,” tambah Imam Santoso.&lt;br /&gt;Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Max Donald Aer ketika dikonfirmasi wartawan kemarin, mengatakan tidak mengetahui secara detil kejadiannya. “Karena pelaku anggota TNI mungkin lebih baik tanya ke Kodam. Namun menyangkut situasi disana hingga saat ini tetap aman dan kondusif,” ujarnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(rin)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-3041180850855017238?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/3041180850855017238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=3041180850855017238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3041180850855017238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3041180850855017238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/02/headline-satgas-tni-tembak-warga-hingga.html' title='Headline : Satgas TNI Tembak Warga Hingga Tewas'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-1571893042586237134</id><published>2008-02-02T09:52:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:00.010+09:00</updated><title type='text'>News : Masak Air, Ditinggal Tidur, Kompor Meledak, Asrama Biak Terbakar</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PADANG BULAN, JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Lengah dan gegabah. Seorang mahasiswa yang diduga tengah memasak air, tak sadar saat kompornya meledak. Akibatnya ledakannya membakar asrama Biak di sebelah kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Padang Bulan Kelurahan Hedam Distrik Heram.&lt;br /&gt;Akibat kebakaran ini, salah seorang penghuninya, Tery Sroyer, mengalami luka bakar pada punggung dan lengan kiri dan terpaksa dilarikan ke RSUD Abepura. Sementara seorang lainnya, Nikson Kaisiepo, mengalami luka lecet di bagian muka akibat tertimpa material bangunan saat memindahkan barang-barang. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PA1HsWElI/AAAAAAAAAFs/okesGC7MRrI/s1600-h/Kebakaran+Padang+Bulan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162181616727364178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PA1HsWElI/AAAAAAAAAFs/okesGC7MRrI/s320/Kebakaran+Padang+Bulan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kejadian kebakaran pukul 16.30, Jumat (1/2/2008).&lt;br /&gt;Menurut sejumlah sumber yang dihimpun Bintang Papua di tempat kejadian, sumber api berasal dari ledakan kompor milik korban Tery Sroyer, salah satu penghuni asrama yang tengah memasak air. Terry membiarkan kompor menyala lalu pergi tidur.&lt;br /&gt;Akibat ledakan kompor tersebut, api kemudian menjalar ke ruangan tidur tersebut hingga ke atap bangunan.&lt;br /&gt;Beberapa penghuni yang melihat kejadian itu bersama warga setempat langsung berusaha memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang dalam asrama tersebut. Di saat itulah, Nikson, tertimpa kayu bangunan, sementara Tery yang dalam posisi lelap di ruang tidur terperangkap dalam kobaran api hingga mengalami luka bakar.&lt;br /&gt;Belum dipastikan, kerugian yang diderita dalam kejadian ini. Namun menurut beberapa korban yang kebakaran buku-buku dan pakaiannya, amukan si jago merah semalam menelan kerugian bagi mereka hingga belasan juta. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Cr-04)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-1571893042586237134?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/1571893042586237134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=1571893042586237134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1571893042586237134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1571893042586237134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/02/news-masak-air-ditinggal-tidur-kompor.html' title='News : Masak Air, Ditinggal Tidur, Kompor Meledak, Asrama Biak Terbakar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6PA1HsWElI/AAAAAAAAAFs/okesGC7MRrI/s72-c/Kebakaran+Padang+Bulan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-5223598053233234551</id><published>2008-02-02T09:50:00.000+09:00</published><updated>2008-02-02T09:52:23.094+09:00</updated><title type='text'>Features : Soeharto, Dari Buku ke Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Memahami Pak Harto dalam Otobiografi “Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya” ( 3/habis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;oleh: Gatot Aribowo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semangat hidup yang tinggi dari Pak Harto tak mampu mengalahkan takdir Tuhan. Pada bagian lain buku otobiografi ini, Pak Harto pernah membicarakan soal kematiannya. Bab ini terangkai dalam “Kalau Ajal Saya Sampai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh percaya boleh juga tidak, meninggalnya 2 presiden RI selalu ditandai dengan adanya Bulan Bercincin. Biasa disebut di Jawa dengan Bulan Kalangan, bulan ini, Kamis 17 Januari 2008 terlihat oleh warga Jakarta.&lt;br /&gt;Bulan bercincin atau halo Bulan, pernah terlihat sehari sebelum kematian Presiden Soekarno.&lt;br /&gt;Seperti tertuang dalam buku 'Siapa Sebenarnya Soeharto' Detak Files yang diterbitkan Mediakita, pada 20 Juni 1970, Bung Karno dijenguk oleh salah satu istrinya, Dewi Soekarno. Pada 20 Juni 1970 malam hari, anak Soekarno, Rachmawati secara tak sengaja melihat cincin yang melingkari bulan.&lt;br /&gt;Dalam mitos Jawa, bulan ini menandakan akan terjadinya bencana atau kematian. Dan benar, keesokan harinya, 21 Juni 1970, sekitar pukul 05.00 WIB, Bung Karno dinyatakan koma oleh tim dokter. Anak-anak Bung Karno segera dipanggil dan mengelilingi tubuh Bung Karno yang terbaring lemah di tempat tidur. Sekitar pukul 07.00 WIB, Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya.&lt;br /&gt;Fenomena bulan ini, muncul dihari ke-14 Pak Harto dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertaminan (RSPP) Jakarta. Tak secepat Bung Karno yang meninggal 1 hari setelah fenomena bulan ini muncul, Pak Harto wafat setelah 10 hari fenomena bulan bercincin muncul. Hal ini tak luput dari perjuangan Pak Harto untuk tetap hidup. Seperti pernah diungkapkan tim dokter kepresidenan yang merawat Pak Harto.&lt;br /&gt;"Semangat hidup Pak Harto masih tinggi," kata ketua tim dokter kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono seperti dikutip detik com, 17 Januari 2008.&lt;br /&gt;Kendati semangat hidup tinggi, namun takdir Tuhan tak mampu ditolak. 10 hari setelah munculnya bulan bercincin, Pak Harto pun dipanggil yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;Dalam buku otobiografinya, Pak Harto pernah menyinggung soal kematiannya. Kendati kondisinya tak relevan dengan terbitan buku tahun 1988 ini, namun ada baiknya memahami sedikit soal kematiannya Pak harto dalam bab “Kalau Ajal Saya Sampai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipan dalam buku otobiografi tersebut:&lt;br /&gt;Kalau saatnya tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa, maka mengenai diri saya selanjutnya sudah saya tetapkan: saya serahkan kepada istri saya.&lt;br /&gt;Sebetulnya istri saya telah menerima pula "Bintang Gerilya" dan "Bintang RI". Jadi, dia juga bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tetapi sudahlah, ia dengan Yayasan Mangadeg Surakarta sudah merencanakan lain. Ia dengan Yayasan Mangadeg Surakarta sudah membangun makam keluarga di Mangadeg, tepatnya di Astana Giribangun. Dan masa, kan saya akan pisah dari istri saya! Dengan sendirinya saya pun akan minta dimakamkan di Astana Giribangun bersama keluarga. Kami tidak mau menyusahkan anak cucu kami, jika mereka nanti ingin berziarah.&lt;br /&gt;Memang saya pun mendengar orang bicara, bahwa belum juga saya mati, saya sudah membuat kuburan. Padahal yang sebenarnya, kuburan itu kami buat untuk yang sudah meninggal, antaranya untuk ayah kami (mertua saya). Selain itu, pikiran saya menyebutkan, "Apa salahnya, sebab toh akhirnya kita akan meninggal juga." Kalau mulai sekarang kita sudah memikirkannya, itu berarti kita tidak akan menyulitkan orang lain. Asalkan tidak menggunakan yang macam-macam, apa jeleknya?&lt;br /&gt;Omongan orang bahwa Astana Giribangun itu dihias dengan emas segala, omong kosong. Tidak benar! Dilebih-lebihkan. Lihat sajalah sendiri.&lt;br /&gt;Yang benar, bangunan itu berlantaikan batu pualam dari Tulungagung. Tentu saja kayu-kayunya pilihan, supaya kuat. Pintu-pintu di sana, yang dibuat dari besi, adalah karya pematung kita yang terkenal G Sidharta. Alhasil, segalanya buatan bangsa sendiri.&lt;br /&gt;Ibu mertua saya melakukan cangkulan pertama di Gunung Bangun yang tingginya 666 meter di atas permukaan laut itu, pada hari Rabu Kliwon, 13 Dulkangidah jimakir 1906 atau 27 November 1974. Saya bersama istri sebagai pengurus Yayasan Mangadeg Surakarta meresmikan Astana Giribangun itu pada hari Jumat Wage tanggal 26 Rejeb ehe 1908 atau 23 Juli 1976. Kebiasaan di Jawa mempergunakan candrasangkala. Maka kami terakan di sana sinengkalan: Rasa Suwung Wenganing Bumi (Rasa Ikhlas Membuka Bumi) waktu ibu melakukan cangkulan pertama itu, dan Ngesti Suwung Wenganing Bumi (Suasana Hening Membuka Bumi) waktu kami meresmikan makam keluarga Yayasan Mangadeg itu.&lt;br /&gt;Pada ketiga pintu untuk masuk ke dalam bangunan itu pun ada tulisan yang mengutip pucung, berisikan pegangan hidup yang sudah diajarkan nenek moyang kita secara turun-temurun. Yakni, "hendaknya kita pandai-pandai menerima omongan orang yang menyakitkan tanpa harus sakit hati", "ikhlas kehilangan tanpa menyesal", dan "pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa".&lt;br /&gt;Tak jauh dari bangunan astana itu, lebih dahulu, pada tanggal 8 Juni 1971, sudah diresmikan monumen "Tridharma", ajaran hidup bernegara yang sangat penting itu. Alhasil suasana di sana sesuai dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;Jadi, hendaknya dimaklumi bahwa kami membangun Astana Giribangun itu, kita-kira 37 km dari Solo, untuk keluarga. Bahkan, tidak hanya untuk keluarga, pengurus Yayasan Mangadeg pun bisa dimakamkan di sana. Tempat itu sudah dikapling, dan pengelolaannya diserahkan pada Yayasan Mangadeg.&lt;br /&gt;Kita yang masih hidup wajib memikirkan keluarga yang sudah meninggal, seperti saya memikirkan ayah saya. Maka kami membangun makam untuk ayah, dan untuk ibu sekaligus. Di samping itu, saya pikir, baik saja kita berbuat begitu kalau kita tidak mau menyusahkan orang lain, tidak mau menyulitkan anak cucu kita. Dan di Jawa, memang biasa kita menyiapkan tempat sebelum meninggal. Kita menyadari bahwa besok lusa kita toh akan kembali.&lt;br /&gt;Dihitung dari sejak lahirnya "Supersemar" sampai 1988, berarti saya memegang pucuk pimpinan sudah dua puluh dua tahun. Saya merenungkannya kembali.&lt;br /&gt;Selalu, sewaktu tugas apa pun yang diberikan kepada saya, saya mohon petunjuk kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sampai sekarang saya tidak merasa gagal dalam memegang dan melaksanakan tugas saya.&lt;br /&gt;Kalau ada yang kurang berhasil, maka lantas saya mupus, pasrah. Artinya, saya berpikir, barangkali memang kemampuan saya cuma sampai di situ.&lt;br /&gt;Saya telah berusaha dan nyatanya, seperti yang saya lihat dan pertimbangkan, usaha saya itu berhasil sesuai dengan kemampuan saya. Begitulah saya berpikir. Begitulah penilaian saya. Saya tak pernah merasa gagal. Tetapi, kalau ada orang yang menilai lain mengenai hasil pekerjaan saya itu, saya serahkan kembali penilaiannya itu kepada yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Demikian perasaan dan pikiran saya sejak masa revolusi. Apa yang ditugaskan kepada saya, saya kerjakan dengan sebaik-baiknya, sambil memohon bimbingan dan petunjuk kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Mengenai kesalahan, saya berpikir, "Siapa yang mengukur salah itu? Siapa yang menyalahkan?"&lt;br /&gt;Sekarang, misalnya, pekerjaan sudah saya laksanakan, berjalan baik dan berhasil, menurut ukuran saya. Tetapi, kalau ada orang lain yang melihat hasil pekerjaan saya itu dari segi yang lain, lalu menilai salah atau gagal, maka saya akan berkata, "Itu urusan mereka."&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa apa yang saya kerjakan, setelah saya memohon petunjuk dan bimbingan-Nya, itu adalah hasil bimbingan Tuhan.&lt;br /&gt;.........&lt;br /&gt;Kalau ditanya apa wasiat saya kalau saya nanti pada waktunya dipanggil Yang Maha Kuasa? Wasiat saya, sebenarnya bukan wasiat saya sendiri, melainkan wasiat atau pesan kita bersama. Yakni, agar mereka yang sesudah kita benar-benar dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara RI berdasarkan Pancasila ini.&lt;br /&gt;Saya pikir, yang penting adalah suatu pengelolaan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sedemikian rupa sehingga cita-cita perjuangan bangsa kita benar-benar terlaksana dan tercapai dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Selama bangsa Indonesia tetap berpegang kepada Pancasila sebagai landasan idiilnya, dan UUD '45 sebagai landasan konstitusionalnya, (dan tetap setia pada kepada cita-cita perjuangannya, ialah mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila), dengan sedirinya persatuan dan kesatuan bangsa itu akan terwujud. Berpegang kepada kedua hal itu, cita-cita perjuangan sebagai bangsa yang tetap ingin merdeka, berdaulat, bisa hidup dalam kemakmuran dan keadilan, niscaya akan tercapai!&lt;br /&gt;Insya Allah!&lt;br /&gt;(selesai)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-5223598053233234551?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/5223598053233234551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=5223598053233234551' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5223598053233234551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5223598053233234551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/02/features-soeharto-dari-buku-ke-buku.html' title='Features : Soeharto, Dari Buku ke Buku'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6168678602180763240</id><published>2008-01-31T13:18:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:00.378+09:00</updated><title type='text'>Headline : MRP Dikategorikan Korupsi</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Penyalahgunaan uang di MRP dengan mengalokasikan anggaran tunjangan kesejahteraan yang tidak sesuai dengan peraturan, k&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FNMXsWEkI/AAAAAAAAAFk/a5LN0WlXKUg/s1600-h/M+rifai.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161491522857079362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px" height="304" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FNMXsWEkI/AAAAAAAAAFk/a5LN0WlXKUg/s320/M+rifai.JPG" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ata Direktur Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil Papua Budi Setyanto bisa dikategorikan sebagai korupsi.&lt;br /&gt;“Alokasi anggaran yang tidak disesuaikan peraturan yang ada bisa kita sebut sebagai korupsi,” kata Budi ke Bintang Papua saat dihubungi semalam.&lt;br /&gt;Budi tidak mempersoalkan anggota dan pimpinan MRP mendapatkan kesejahteraan. Namun, “Yang penting sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya.&lt;br /&gt;Sementara dari laporan Papua Coruption Watch (PCW) ke jaksa, penggunaan anggaran kesejahteraan bagi anggota dan pimpinan MRP yang dibelanjakan sepanjang tahun 2006 tidak sesuai dengan peraturan yang ada.&lt;br /&gt;“Itu sudah ada dalam dokumen yang telah saya sampaikan ke kejaksaan,” tegas Rifai Darus, Ketua PCW kepada Bintang Papua.&lt;br /&gt;Sementara Ketua BPK Perwakilan Jayapura Sudin Siahaan menyatakan, data tentang adanya laporan penggunaan anggaran MRP tahun 2006 bisa didapat dari publikasi melalui internet.&lt;br /&gt;“Semua data dan laporan telah dipublikasikan melalui internet. Silahkan cari sendiri,” permintaan Ketua BPK Perwakilan Jayapura kepada Bintang Papua saat menanyakan tentang laporan penyalahgunaan anggaran MRP tahun 2006.&lt;br /&gt;Laporan itu biasanya memang telah dipublikasikan ke publik melalui website &lt;a href="http://www.bpk.go.id/"&gt;http://www.bpk.go.id/&lt;/a&gt; . Sayangnya, Bintang Papua belum sempat menemukan data tersebut yang telah dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FNMHsWEjI/AAAAAAAAAFc/GN09Y2XuVt8/s1600-h/Direktur+Eksekutif+ICS+Papua+Budi+Setyanto+(2).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161491518562112050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 298px" height="305" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FNMHsWEjI/AAAAAAAAAFc/GN09Y2XuVt8/s320/Direktur+Eksekutif+ICS+Papua+Budi+Setyanto+(2).JPG" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Itu dokumen publik dan bisa dibaca semua orang,” katanya.&lt;br /&gt;Dari data BPK Perwakilan Jayapura yang ditemukan Papua Corruption Watch dan telah dilaporkan ke kejaksaan, penggunaan anggaran untuk tunjangan-tunjangan anggota dan pimpinan MRP dibelanjakan Rp 12 miliar lebih.&lt;br /&gt;Semua anggaran ini dipakai untuk 39 orang anggota MRP, termasuk tunjangan jabatan anggota MRP yang tidak menjabat sebagai pimpinan MRP dan Pimpinan Kelompok Kerja.&lt;br /&gt;Tunjangan jabatan ini tidak terlalu besar-besar amat. Dalam keterangan persnya beberapa waktu yang lalu, PCW menyebut tunjangan jabatan untuk anggota MRP hanya Rp 280-an juta.&lt;br /&gt;Yang cukup besar, ada pada tunjangan sewa mobil dan sewa rumah anggota MRP. Jumlahnya hampir Rp 7,5 miliar. Setara dengan Rp 530 ribu per hari. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ab) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6168678602180763240?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6168678602180763240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6168678602180763240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6168678602180763240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6168678602180763240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-mrp-dikategorikan-korupsi.html' title='Headline : MRP Dikategorikan Korupsi'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FNMXsWEkI/AAAAAAAAAFk/a5LN0WlXKUg/s72-c/M+rifai.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-1287023952834262595</id><published>2008-01-31T13:00:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:00.573+09:00</updated><title type='text'>News : Jemput Paksa Mantan Kadis Pariwisata Prov. Papua</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Terkait Dugaan Korupsi Dana DAS 1,4 Milyar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Abner Kambuaya, rencananya akan dipanggil paksa oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua, apabila terbukti tidak dalam keadaan sakit. Hal ini ditegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Madfud Manan SH kepada wartawan usai acara Sertijab Kajari Fak-fak di aula Kejati Papua, Rabu (30/1).&lt;br /&gt;“Kalau memang yang bersangkutan tidak sakit atau pura-pura sakit maka kami akan jemput paksa,” tegasnya.&lt;br /&gt;Dikatakan, hingga saat ini memang pelaku masih dirawat di RS Santo Borromeus Bandung, akibat mengalami stroke. Namun, belum diketahui pasti apakah pelaku memang masih sakit atau sudah sehat. Sebab, dari pihak RS sendiri belum memberikan catatan medis, tentang kondisi kesehatan pelaku. “Petugas kami sudah ke Bandung untuk melihat langsung kondisi yang bersangkutan. Dan sampai saat ini kami belum menerima hasil catatan medis yang dikeluarkan RS,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dijelaskan, sebelum pelaku berangkat ke Bandung untuk menjalani perawatan pihaknya sudah tiga kali melakukan pemanggilan, n&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FL_nsWEiI/AAAAAAAAAFU/LvwB0EGMP8I/s1600-h/Kejati+Papua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161490204302119458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FL_nsWEiI/AAAAAAAAAFU/LvwB0EGMP8I/s320/Kejati+Papua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;amun pelaku tidak bisa hadir dengan alasan sakit.&lt;br /&gt;“Kita sudah lakukan pemanggilan tiga kali tapi pelaku tidak pernah hadir dengan alasan sakit. Makanya pemanggilan yang keempat ini, kalau tetap tidak hadir maka kita akan jemput paksa. Sebab sesuai aturan KUHAP, pelaku apabila dalam pemanggilan yang ketiga tidak dapat dapat hadir, maka aparat hukum yang berwenang dapat melakukan upaya penjemputan paksa,” jelasnya sembari menambahkan pihaknya akan menunggu hasil catatan medis untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kita tunggu hasil catatan medis, untuk mengambil langkah selanjutnya,” tambahnya.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, mantan Kadis Pariwisata Provinsi Papua, Abner Kambuaya dituduh telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar 1,4 Milyar dari dana Dokumen Anggaran Satuan kerja (DAS) tahun 2004 di Dinas Pariwisata Provinsi Papua.&lt;br /&gt;Dimana ada beberapa kegiatan atau proyek yang dianggarkan, pada kenyataanya tidak dilaksanakan seperti proyek Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) sebesar Rp 268 Juta untuk setiap Dinas di daerah, Studi Kelayakan Pantai Hamadi sebesar Rp 123 juta, Kegiatan Perjalanan Dinas ke Luar Negeri sebesar Rp 74 Juta, Pelatihan aparatur Kabupaten Supiori dan beberapa proyek lainnya.&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, selain melibatkan kepala dinas juga pemegang kas bernama Yustin, yang sudah lebih dulu diajukan ke persidangan dan telah divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura. Atas putusan itu, terdakwa Yustin mengajukan banding. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(rin) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-1287023952834262595?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/1287023952834262595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=1287023952834262595' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1287023952834262595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1287023952834262595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-jemput-paksa-mantan-kadis.html' title='News : Jemput Paksa Mantan Kadis Pariwisata Prov. Papua'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R6FL_nsWEiI/AAAAAAAAAFU/LvwB0EGMP8I/s72-c/Kejati+Papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-4848937508909746221</id><published>2008-01-31T12:48:00.000+09:00</published><updated>2008-01-31T12:59:34.821+09:00</updated><title type='text'>Features : Soeharto, Dari Buku ke Buku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Memahami Pak Harto dari Buku Otobiografinya “Soeharto: Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya” (bagian 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;oleh: Gatot Aribowo&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kebahagian itu tidak terletak pada pangkat dan kedudukan, tetapi pada amal yang baik. Itulah ajaran yang saya berikan kepada anak-anak saya,” ucap Pak Harto dalam buku otobiografinya “Soeharto: Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Pak SBY yang salah satu anaknya jadi tentara, Pak Harto ternyata tak menurunkan jiwa kemiliteran ke anak-anaknya. Tak satupun anak-anaknya yang jadi tentara. Bahkan sebagai seorang tentara, Pak Harto justru seperti tak menginginkan generasinya ada yang mengikuti jejak ayahnya.&lt;br /&gt;Dalam buku otobiografi “Soeharto: Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya” yang terbit 20 tahun sebelum beliau tutup usia, Pak Harto memang merestui anak-anaknya untuk terjun dalam usaha bisnis. Bahkan mungkin Pak Harto tak menduga kalau bisnis anak-anaknya bisa membentuk kerajaan konglomerasi. Saking mengguritanya bisnis ini, Pak Harto sampai tak sadar kalau kelak salah satu anaknya ada yang jadi tersangka kasus korupsi.&lt;br /&gt;Sebenarnya, jauh sebelum Tommy Soeharto tersangkut kasus korupsi, ayahnya telah mengingatkan untuk tak mendewakan harta. Pesan Pak Harto ini seperti ditulis dalam buku otobiografi yang diterbitkan tahun 1988 oleh PT Citra Lamtoro Gung Persada, yang dipaparkan G. Dwipayana dan Ramadhan K.H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sedikit kutipannya:&lt;br /&gt;Sekarang (1988) anak-anak saya sudah pada besar, sudah dewasa. Lima dari mereka sudah berumah tangga, dan kami sekarang sudah bercucu sebanyak 9 orang. Yang sulung, Siti Hardijanti Hastuti Indra Rukmana memilih menjadi wiraswasta di samping menjadi ibu rumah tangga. Tetapi nampak sekali ia lebih cenderung, lebih disibukkan oleh kegiatan-kegiatan sosial.&lt;br /&gt;Yang bungsu, yang keenam, Siti Hutami Endang Adiningsih belum lama ini telah menjadi sarjana, menyelesaikan studinya di Institut Pertanian Bogor. Ia memilih untuk menjadi ahli statistik pertanian.&lt;br /&gt;Sigit Harjojudanto, anak saya yang kedua memilih menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;Bambang Trihatmodjo, anak saya yang ketiga terjun ke dunia bisnis.&lt;br /&gt;Siti Hediati Harijadi, keempat, selain menjadi ibu rumah tangga, anggota Persit, tentunya karena suaminya seorang ABRI, giat di bidang sosial, mengurus Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan.&lt;br /&gt;Hutomo Mandala Putra, kelima, memilih menjadi pengusaha juga, melewati masa kesukaannya menjadi pembalap dan olahraga terbang.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, mereka semua jadi manusia - begitu sebutannya di tengah-tengah kehidupan kita sekarang - sementara saya mengharuskan mereka untuk mengetahui akan kewajiban mereka sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat luas. Kami didik mereka, terutama supaya ingat pada orang tua, supaya hormat dan mengerti akan kewajiban mereka sebagai anggota masyarakat, dan selalu takwa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Nampaknya mereka mengerti akan kewajiban mereka untuk menaruh hormat pada kami sebagai orang tua. Mereka mengerti akan kewajiban mereka sebagai anggota masyarakat. Mengikuti petunjuk saya dan petunjuk ibu mereka, mereka giat di bidang sosial.&lt;br /&gt;Tutut menjadi Ketua Umum Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (HIPSI) sejak organisasi itu berdiri pada tanggal 11 Maret 1987. Maksudnya untuk meningkatkan mutu pelayanan sosial. Ia pun jadi bendahara Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK). Ia berkunjung ke berbagai daerah yang tertimpa bencana alam dan menyampaikan bantuan yayasan itu.&lt;br /&gt;Siti Hediati Prabowo - begitu namanya sekarang - adik Tutut, terpilih sebagai Bendahara Umum HIPSI. Gantian dengan Tutut, ia menyerahkan bantuan kepada orang-orang yang tertimpa bencana alam di pelbagai daerah.&lt;br /&gt;Tutut juga jadi Ketua Umum Yayasan Tiara Indah, membantu upaya perajin kecil, misalnya penenun dalam memasarkan produksinya. Yayasan ini telah diberi hadiah Upakarti oleh pemerintah yang diserahkan langsung oleh Presiden.&lt;br /&gt;Tutut juga duduk sebagai pimpinan PT Citra Lamtoro Gung Persada. Ia juga anggota Majelis Pemuda Indonesia. Ia memang tertarik pada pekerjaan sosial. Ia katakan, sejak lahir sampai mati kita ditolong orang lain. Itu ajaran yang kami berikan kepadanya, agar tidak hidup sendirian, tetapi bermasyarakat.&lt;br /&gt;Mereka gerakkan organisasi sosial itu, sehingga sekarang sudah ada empat ratus ribu orang anggotanya, lulusan sekolah kesejahteraan sosial. Tentang ini Tutut berpikir - sesuai dengan ajaran yang diberikan ibunya - pekerja sosial harus profesional, jangan setengah-setengah.&lt;br /&gt;Anak-anak kami juga mengagumi cara kami membina dan mendidik mereka.&lt;br /&gt;Saya tidak ingin anak-anak saya mendewakan harta dan pangkat. Yang saya harapkan, mereka meningkatkan ketakwaan dan patuh kepada Tuhan, mengabdi kepada orang tua, masyarakat, negara dan bangsa.&lt;br /&gt;Pepatah Jawa menyebutkan, mempunyai harta benda itu tandanya dapat menguasai dunia, hanya saja usahakanlah ketentraman lahir batin, yaitu lahir seimbang dengan batin.&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan saya mengenai seseorang yang mendapat rizki cukup di tengah pembangunan kita sekarang?&lt;br /&gt;Memang kita mempunyai hak untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapat rizki yang cukup, dan berusaha memperoleh petunjuk dari Tuhan agar kita mendapat keberuntungan. Kalau keinginan kita itu sampai terwujud, jelas kita harus bersyukur. Kalau kita berhasil lagi, patut kita mensyukuri-Nya lagi. Tapi ingat, kita tidak boleh mendewakan harta, melainkan menggunakannya untuk melaksanakan kewajiban kita, ialah berbuat baik kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;Kebahagian itu tidak terletak pada pangkat dan kedudukan, tetapi pada amal yang baik. Itulah ajaran yang saya berikan kepada anak-anak saya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-4848937508909746221?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/4848937508909746221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=4848937508909746221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4848937508909746221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4848937508909746221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/features-soeharto-dari-buku-ke-buku.html' title='Features : Soeharto, Dari Buku ke Buku'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-3380016548644443031</id><published>2008-01-26T14:51:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:00.935+09:00</updated><title type='text'>Headline : Ketemu Gus Dur, DAP Tolak PP 77 2007</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAKARTA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Dewan Adat ramai-ramai datang ke Jakarta mencari Gus Dur. Dihadapan Gus Dur, Dewan Adat menyampaikan penolakannya atas Peraturan Pemerintah nomor 77 tentang lambang daerah yang melarang Bendera Bintang Kejora dijadikan lambang. Dewan Adat juga menyampaikan ke Gus Dur atas keberatannya terhadap rencana pembangunan pangkalan peluncuran satelit di Biak.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rNFnsWEhI/AAAAAAAAAFM/9NIsaTPYjN8/s1600-h/Penolakan+PP+77+2007.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159661819544343058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rNFnsWEhI/AAAAAAAAAFM/9NIsaTPYjN8/s320/Penolakan+PP+77+2007.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Gus Dur langsung menanggapi kalau seharusnya pemerintah terlebih dulu membicarakannya dengan masyarakat adat sebelum menerbitkan peraturan tersebut dan saat merencanakan pembangunan pangkalan peluncuran satelit di Biak,” kata Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yoboisembut saat dihubungi wartawan Bintang Papua melalui telepon selularnya.&lt;br /&gt;Dewan Adat Papua mendatangi Jakarta juga bersama-sama dengan Dewan Adat Biak, Yan Piter Yarangga. Berangkat ke Jakarta sejak beberapa hari lalu, baru Kamis (24/01) ketemu dengan Gus Dur.&lt;br /&gt;“Kami belum sempat berbicara banyak dengan Gus Dur, karena jadwal beliau padat sekali, apalagi beliau baru saja selesai cuci darah,” kata Forkorus.&lt;br /&gt;Forkorus hanya sempat ketemu dan bicara dengan Gus Dur selama 5 menit.&lt;br /&gt;“Memang waktu yang sedikit, tapi ternyata kami telah mendapat dukungan dari mantan presiden Indonesia yang mengerti dengan masyarakat Papua,” katanya.&lt;br /&gt;Selain mencari Gus Dur, Dewan Adat juga datang ramai-ramai ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Disana mereka ketemu dengan anggota DPD dari Provinsi Papua.&lt;br /&gt;“Kami menyampaikan beberapa hal ke anggota DPD soal pemekaran dan terakhir PP yang melarang Bintang Kejora dijadikan lambang daerah.”&lt;br /&gt;Dan, apa tanggapan DPD?&lt;br /&gt;“Mereka justru menyalahkan pemerintah yang telah memekarkan provinsi di Papua serta telah mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan Bintang Kejora sebagai lambang daerah,” jawab Forkorus.&lt;br /&gt;DPD, kata Forkorus, menganggap pemerintah telah melanggar hukum yang dibuatnya sendiri.&lt;br /&gt;“Pemekaran semestinya dari undang-undangnya perlu mendapat persetujuan dari Majelis Rakyat Papua dan DPR Papua. Tapi kenyataannya pemerintah [Megawati, saat itu] justru menerbitkan instruksi presidennya untuk membentuk Provinsi Irian Jaya Barat dan Irian Jaya Tengah,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Sementara DPD RI sendiri menyatakan penolakannya atas terbitnya PP nomor 77 tahun 2007. DPD akan berupaya untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencabut peraturan tersebut.&lt;br /&gt;"Kami minta untuk dicabut! Kalau tidak Indonesia sendiri menyuruh orang Papua keluar dari RI," ujar anggota DPD dari Papua, Ferdinanda Ibo Yatipay, seperti dikutip okezone dalam situsnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ab)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-3380016548644443031?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/3380016548644443031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=3380016548644443031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3380016548644443031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3380016548644443031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-ketemu-gus-dur-dap-tolak-pp-77.html' title='Headline : Ketemu Gus Dur, DAP Tolak PP 77 2007'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rNFnsWEhI/AAAAAAAAAFM/9NIsaTPYjN8/s72-c/Penolakan+PP+77+2007.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8194331944651753298</id><published>2008-01-26T14:31:00.000+09:00</published><updated>2008-01-26T14:51:40.901+09:00</updated><title type='text'>News :  SRIWIJAYA FC    60 %     vs     40 %      PERSIWA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tipis, Tapi Tetap Ada  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Laga penentu menuju semi final&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Perjuangan Persiwa Wamena pada babak delapan besar group A Liga Djarum Indonesia XIII tahun 2007 akan ditentukan nasibnya pada Sabtu (26/1) petang nanti saat menghadapi pimpinan group A Sriwijaya FC. Peluang anak asuh Djoko Susilo ini sangat tipis, bahkan, boleh dibilang hanya keajaiban saja yang bisa meloloskan Persiwa ke semi final  Liga XIII tanggal (6/2) mendatang di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.  Memang, untuk bisa menembus semi final bukanlah hal mudah, tidak hanya tembus, tetapi memenangkan partai ini saja dianggap cukup berat. Secara materi, Sriwijaya FC masih diatas Persiwa, selain itu mereka juga memiliki kans paling besar untuk menggapai tangga semi final.&lt;br /&gt;   Untuk mencoba peruntungan itu, sore nanti Persiwa diharuskan mampu mengoptimalkan setiap kesempatan, artinya, jika memang ada peluang dan kesempatan, jangan lagi Pieter Rumaropen cs gagal mencetak gol, sebab, hanya dengan mencetak gol lebih dulu maka permainan akan semakin seru. Oleh sebab itu, Djoko Susilo meminta kepada para punggawa tim supaya tetap konsen dan jangan panik ketika mendapat tekanan dari Sriwijaya FC.&lt;br /&gt;    “Peluang kami memang tipis, tetapi dalam sepak bola semua masih bisa terjadi, saya tetap menginstruksikan pemain agar tidak panik ketika mendapat tekanan, sebab, dalam dua pertandingan sebelumnya pemain tidak konsentarsi saat kami mendapat tekanan,” tutur Djoko saat dikonfirmasi Bintang Papua semalam. Bila melihat kekuatan Persiwa saat ini, mereka memiliki massa recoveri yang lumayan bagus, yakni, bisa istirahat sampai dua hari. Namun, hingga kemarin semua media lokal maupun nasional masih lebih menjagokan Sriwijaya FC ketimbang Persiwa Wamena, menurut mereka, Persiwa tetap saja masih kalah kelas dari Sriwijaya FC, kondisi tak membuat anak-anak Badai Pegunungan Tengah-julukan Persiwa ini jadi kendor semangat, mereka malah termotovasi untuk bisa mengimbangi atau bahkan mengalahkan skuad besutan Rahmad Darmawan itu.&lt;br /&gt;   Jika Persiwa ingin lolos, minimal mereka memenangkan pertandingan dengan skor 2-0, itu pun dengan catatan Arema Malang kalah, jika Arema yang menang, malah bakal ramai soal siapa tim yang lolos ke semi final. Persiwa sendiri tak boleh kalah, bahkan, misi kemenangan menjadi amunisi utama untuk menghentikan semua pendapat publik. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(gol) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8194331944651753298?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8194331944651753298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8194331944651753298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8194331944651753298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8194331944651753298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-sriwijaya-fc-60-vs-40-persiwa.html' title='News :  SRIWIJAYA FC    60 %     vs     40 %      PERSIWA'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-5004839195111210393</id><published>2008-01-26T14:14:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:01.278+09:00</updated><title type='text'>News : Stop Bunuh Orang Papua Dengan Bintang Kejora!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;—Sekretaris Pokja Agama pada lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP), Pene Ipi Kogoya, S.Pd menilai, Bintang Kejora yang selama ini dijadikan sebagai lambang daerah telah menelan ratusan korban jiwa rakyat Papua karena ada stigma-stigma politik dari pihak-pihak tertentu yang sengaja dilempar untuk memperkeruh situasi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rFSHsWEgI/AAAAAAAAAFE/izvo6S7N7U4/s1600-h/Pene+Ifi+Kogoya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159653238199685634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rFSHsWEgI/AAAAAAAAAFE/izvo6S7N7U4/s320/Pene+Ifi+Kogoya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena itu, sebagai salah seorang anggota MRP yang bertugas memperjuangkan hak-hak dasar orang Papua, Pene meminta semua pihak, baik Pemerintah Pusat, DPR, Pemprov Papua, DPRP dan aparat penegak hukum untuk tidak memandang masalah Bintang Kejora secara fragmentaris melainkan komprehensif dan menyeluruh dari berbagai aspek dan berhenti menggunakan perangkat politik tersebut untuk membunuh rakyat Papua.&lt;br /&gt;“Saya menegaskan, stop bunuh orang Papua dengan Bintang Kejora, karena semua ini sudah diatur dalam UU Otsus No 21 Tahun 2001. Dan semua pihak seharusnya melihat lambang daerah dalam bingkai UU Otsus tidak secara sepotong-sepotong, karena basis dari UU Otsus sebenarnya adalah hak-hak dasar orang Papua, termasuk penggunaan Bintang Kejora sebagai lambang kultural,” tegas Pene.&lt;br /&gt;Menurut Pene, masalah Bintang Kejora terlalu dilihat miring sebagai lambang politik separatis. Padahal, akunya, kaum separatis Papua yang tergabung dalam gerakan OPM adalah rakyat Papua yang telah ikut menikmati dana Otsus sejak 2001, yang tentunya sadar akan kecintaannya pada NKRI. Sebab gerakan separatis berkaitan erat dengan permasalahan hak-hak dasar orang Papua seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang belum dinikmati sepenuhnya.&lt;br /&gt;“Dalam UU Otsus Bab 1 Pasal 1 sudah tertuang dengan jelas bahwa Bintang Kejora dipakai sebagai Lambang Daerah, bukan lambang kedaulatan. Memang kita kuatirkan bawah spirit masyarakat, masih seperti pra Otsus bahwa ia tetap diartikan sebagai lambang kedaulatan, tetapi kita berupaya mengarahkan agar perangkat ini dipahami sebagai lambang kultural Papua melalui bingkai Otsus,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Pene juga menjelaskan, pihak MRP Oktober lalu telah mengajukan draf Perdasus tentang Penggunaan Bintang Kejora yang telah digodok DPRP namun belum disahkan hingga kini. Pene yang ketika itu duduk sebagai Wakil Ketua Pansus Bidang Pengkajian Draf Perdasus tersebut berharap, dengan adanya Perdasus tersebut, stigma politik negatif terhadap Bintang Kejora bisa dihilangkan dan bencana pertumpahan darah yang ditimbulkannya dihentikan.“Salah satu butir draf Perdasus yang diajukan ialah bahwa pada setiap 1 Desember, masyarakat Papua boleh menaikkan Bintang Kejora sebagai lambang kultural di beberapa sentimeter dari bendera merah putih, selain itu boleh dinyanyikan lagu Hai Tanah Papua. Saya berharap ketakutan psikologis kalangan tertentu akan adanya pemaknaan lambang ini sebagai kedaulatan bisa dihindari karena semuanya sudah terjabar dalam UU Otsus,” tegas Pene. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(gus) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-5004839195111210393?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/5004839195111210393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=5004839195111210393' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5004839195111210393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5004839195111210393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-stop-bunuh-orang-papua-dengan.html' title='News : Stop Bunuh Orang Papua Dengan Bintang Kejora!'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R5rFSHsWEgI/AAAAAAAAAFE/izvo6S7N7U4/s72-c/Pene+Ifi+Kogoya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-7139842376256186308</id><published>2008-01-17T14:00:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:01.450+09:00</updated><title type='text'>Headline : Persiwa Wamena Gilas Arema 2-1</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertandingan ditunda menit ke 69 akibat Aremania Bersikap Anarkis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47hjVamxrI/AAAAAAAAAE8/olJCRZXewZA/s1600-h/Oscar+Mariano.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47hjVamxrI/AAAAAAAAAE8/olJCRZXewZA/s320/Oscar+Mariano.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156306620546205362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JAYAPURA&lt;/span&gt; – Tekad Persiwa Wamena untuk mendulang point absulot dari tangan Arema &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pada pertandingan delepan besar liga PSSI terhenti pada menit 69”. Ya, dalam duel kedua babak delapan besar group A antara Persiwa versus Arema, tim hijau hitam sudah unggul 2-1 hingga menit 69”, sayang, dua keunggulan sementara Persiwa lewat gol kepala Oscar Mariano pada menit 27” dan Pieter Rumaropen di menit 65” harus tertunda dengan aksi anarkis para sporter pendukung Arema yang masuk kedalam lapangan memukul perangkat pertandingan (assisten wasit satu dan dua) lantaran mengangkat bendera pemain Arema yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terperangkap off side.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara Arema sempat memperkecil ketertinggalan pada menit 66” lewat aksi Emil Mbamba hingga kedudukan sementara 2-1 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk kemenangan Persiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dari jalannya pertandingan yang disiarkan langsung oleh ANTV itu dipimpin wasit Jajat Sudrajat, tensi laga kedua tim sesungguhnya biasa-biasa saja, bahkan, mereka masih mampu mengontrol irama permainan. Sebenarnya Arema sempat menjebol gawang Persiwa yang dikawal Charles Woof, namun, sebelum gol Patricio Morales, bola lebih dulu menyentuh tangan pemain asing ini, bahkan, kembali aksi Morales yang menjebol gawang Woof untuk kali kedua pun dianulir assisten wasit satu lantaran melihat posisi Morales sudah dalam posisi off side.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Persiwa akhirnya mampu unggul setelah tendangan bebas Pieter Rumaropen dilanjutkan dengan tandukan tipis dari Oscar Mariano hingga kedudukan berubah menjadi 1-0. Akibat dua gol Arema yang dianulir wasit, sporter Aremania malah meluncur masuk kedalam stadion Brawijaya Kediri dan sempat memukul assisten wasit satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yuli Suratno dan tak mampu melanjutkan tugas, kemudian digantikan oleh Suhaidi Yunus. Tetapi lagi-lagi assisten wasit dua harus mengalami nasib yang sama, entah lemparan atau pukulan, sporter pun masuk kedalam lapangan memukul perangkat pertandingan dan juga para pemain Persiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Kondisi stadion semakin panas, semua fasilitas stadion di rusak, kedua gawang di tengah lapangan ikut dibakar penonton dan sporter Aremania. Panpel pun tak mampu mengatasi kejadian tersebut hingga menunda lanjutan pertandingan yang tersisa sekitar 20-an menit. Ya, laga kedua tim terhenti setelah aksi sporter yang membakar gawang dan baliho disekitar tepian lapangan membuat situasi menjadi anarkis hingga tak mampu diatasi lagi oleh kedua kubu maupun panpel dan perangkat pertandingan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kelanjutan pertandingan yang tersisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;20 menit lebih itu. Tapi, dengan kemenangan sementara ini, Persiwa memimpin klasemen group A dengan point tiga disusul Sriwijaya FC dan PSMS Medan yang berbagi angka 2-2 pada laga pertama.&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(gol)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-7139842376256186308?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/7139842376256186308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=7139842376256186308' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7139842376256186308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7139842376256186308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-persiwa-wamena-gilas-arema-2-1_17.html' title='Headline : Persiwa Wamena Gilas Arema 2-1'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47hjVamxrI/AAAAAAAAAE8/olJCRZXewZA/s72-c/Oscar+Mariano.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8564607248449801407</id><published>2008-01-17T13:36:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:01.701+09:00</updated><title type='text'>News : Enam Korban Tanah Longsor Dimakamkan Satu Liang</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;8 Sudah Dimakamkan, 3 Diterbangkan ke Manado&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JAYAPURA&lt;/span&gt;–Delapan korban meninggal dalam musibah tanah longsor yang terjadi di Kompleks Kesehatan belakang RSUD Dok II, Rabu (21/11) dimakamkan di tempat pemakaman yang berbeda di Jayapura. Enam korban dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;keluarga Marantika dan Faidiban, yaitu Novelyn Marantika (18), Susana Marantika (12), Karel Faidiban (73), Gabriel Faidiban (3), Merry Ireuw (25), dan Yuli Bebari (26), dimakamkan dalam satu liang lahat di Pekuburan Kristen Tanah Hitam. Sedangkan jenasah korban Filo Awom (25) dan Frengky Abidondifu (15), dimakamkan di Pekuburan Kristen Tanah Hitam.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47cSlamxoI/AAAAAAAAAEg/hE82xStdU_c/s1600-h/Pemakaman+korban+longsor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47cSlamxoI/AAAAAAAAAEg/hE82xStdU_c/s320/Pemakaman+korban+longsor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156300835225257602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari pantauan &lt;i style=""&gt;Bintang Papua&lt;/i&gt; di lokasi penguburan Tanah Hitam, keenam jenasah korban tiba sekitar pukul 14.30 Wit, satu persatu peti jenasah langsung dimasukkan ke dalam liang lahat yang berukuran sekitar 6 x 2 meter. Posisi jenasah korban diletakkan berderet menghadap ke arah timur. Acara pemakaman diawali dengan ibadah yang dipimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pdt. J Paru, S.Th &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ratusan pelayat, dengan deraian air mata turut mengantar kepergian para korban, ke tempat peristirahatan terakhir mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gerson Marantika, tak kuasa menahan kesedihan, karena harus kehilangan dua anak yang sangat dicintainya. Berulang kali dia berteriak memanggil nama keduanya, begitupun kakak perempuan korban yang beberapa kali terjatuh pingsan. Karena tak kuasa menyaksikan yang harus pergi dengan cara tragis. Tak bedanya dengan keluarga Marantika, keluarga Faidiban juga larut dalam kesedihan, karena tiga orang yang mereka cintai harus pergi dengan cara mengenaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sementara itu, tiga jenasah dari keluarga Saerang, yakni Rudi Saerang (35) bersama dua anaknya, Jeremika Saerang (8) dan Jefedika Saerang (6 Bulan), setelah disemayamkan di Gereja GKI Jemaat Betlehem Dok II Jayapura, Rabu (16/1) kemarin, langsung diterbangkan ke Manado dengan menggunakan pesawat Merpati, untuk selanjutnya dikuburkan di kampung halamannya di Amurang.&lt;i style=""&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;rin&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8564607248449801407?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8564607248449801407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8564607248449801407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8564607248449801407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8564607248449801407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-enam-korban-tanah-longsor.html' title='News : Enam Korban Tanah Longsor Dimakamkan Satu Liang'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47cSlamxoI/AAAAAAAAAEg/hE82xStdU_c/s72-c/Pemakaman+korban+longsor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-5904157715210678870</id><published>2008-01-17T13:29:00.001+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:01.861+09:00</updated><title type='text'>Feature : Suara Penuh Harap Itu, Berujung Maut (2/habis)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“ Saya Tertimbun Longsor, Tolong Ijin Di Sekolah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;DEFRIANTI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ak ada yang menyangka suara terakhir Susan Marantika (12) dibalik telepon selulernya kepada kakak sahabatnya Firlencia Tomasouw“ Kak longsor, tanah sekeliling mengeras, saya tertimbun tanah longsor, tolong ijin disekolah” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan pesan terakhir selama-lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47awlamxnI/AAAAAAAAAEY/CJFyR3NL6mw/s1600-h/Foto+Susan+Marantika+dan+Sena+Tomasouw.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47awlamxnI/AAAAAAAAAEY/CJFyR3NL6mw/s320/Foto+Susan+Marantika+dan+Sena+Tomasouw.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156299151598077554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Susan Marantika (12), seorang gadis remaja, mempunyai sosok yang pendiam dan tekun dalam belajar. Sejak berada dibangku Sekolah Dasar (SD) Kalam Kudus Jayapura selalu berada dalam peringkat sepuluh besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sebelum maut menjemputnya pada peristiwa naas itu, Susan terlihat ceria, wajahnya selalu dipenuhi senyuman. Ia pun, serasa ingin bernostalgia dengan sahabat karibnya sejak kecil. Lewat kakak kelasnya Firlenca Tomasouw akhirnya ia mendapat nomor telepon seluler sahabatnya Sena Tomasow.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Lama kita tidak bertemu, datang ya di pesta ulang tahunku pada Senin (14/1). Soalnya saya tidak pernah merayakan ulang tahunku, “ kenang Sena sambil matanya berkaca-kaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sena tak menyangka sahabat dekatnya, sejak kecil pergi selama-lamanya. Undangan perayaan ulang tahun yang disampaikan Susan kepadanya belum dipenuhi. Hanya sebuah wujud yang tak bernyawa ditemukan dalam sebuah pembaringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Firlencia penerima pesan dari Susan mengaku antara sadar dan mimpi ketika menerima telepon seluler dari Susan, korban longsor di Perumahan kesehatan Dok II Jayapura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Waktu itu, saya hanya jawab ya, ya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja, “ ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Setelah pukul 04.00 WIT, Fielencia sadar, bahwa ia menerima telepon seluler dari sahabat adiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Hans Imbir, salah seorang Jemaat Gereja Betlehem Perumahan kesehatan Dok II Jayapura mengaku menerima sebuah pesan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memberitahukan longsor dan minta ijin di sekolah pada pagi hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Tetapi ketika ia mencoba menghubungi telepon seluler (HP) milik Susan sudah tidak terhubung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Saya telepon sekitar pukul 10.00 WIT, tapi HPnya sudah tidak bisa dihubungi. Kalau bisa waktu itu mau saya iasikan pulsa untuk komunikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Upaya yang dilakukan tim satuan koordinasi dan pelaksana (Satkorlak) penanggulangan bencana alam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tak berhasil menyelamatkan Susan yang berada dalam reruntuhan bangunan dan timbunan longsor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Padahal, sebelumnya Susan sempat meminta bantuan kepada orang-orang terdekat mengenai keberadaannya di dalam timbunan itu. Susan saat longsor berada dalam kamarnya, ruangan yang ditempatinya beruntung tidak runtuh meremukkan tubuhnya. Namun dewi fortuna, pemebawa keberuntungan belum berpihak kepadanya. Ia diduga kehabisan oksigen ketika berada dibawah longsoran tanah. Pertolongan yang dinantikannya tak kunjung tiba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Dalam suara terakhirnya, ia yakin, masih ada secercah harapan untuk kembali ke Sekolah berkumpul bersama teman-teman. Tapi, gelap tiba-tiba datang. Harapannya suram. Tuhan Berkehendak lain dalam kehidupannya. Sesaat beberapa Jam setelah merayakan Ulang tahunnya. Ia harus pulang ke tempat asal dari mana ia datang. Tubuh Susan terbujur kaku ketika diketemukan Tim Satkorlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-5904157715210678870?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/5904157715210678870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=5904157715210678870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5904157715210678870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5904157715210678870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/feature-suara-penuh-harap-itu-berujung_17.html' title='Feature : Suara Penuh Harap Itu, Berujung Maut (2/habis)'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47awlamxnI/AAAAAAAAAEY/CJFyR3NL6mw/s72-c/Foto+Susan+Marantika+dan+Sena+Tomasouw.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8553603813608892316</id><published>2008-01-17T13:19:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:02.086+09:00</updated><title type='text'>News : Gubernur: Longsor Akibat Kawasan Penyanggah Dirusak</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;    JAYAPURA&lt;/span&gt;- Bencana longsor yang terjadi pada Selasa (15/1) dini hari, di perumahan kesehatan Dok II  Jayapura akibat kawasan penyanggah dari gunung Cycloop yang dirusak oleh manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47ZAVamxmI/AAAAAAAAAEQ/RLkGEPdY-zE/s1600-h/Gubernur+Bas+dalam+Penyerahterimaan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47ZAVamxmI/AAAAAAAAAEQ/RLkGEPdY-zE/s320/Gubernur+Bas+dalam+Penyerahterimaan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156297223157761634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Pemerintah Kota Jayapura harus melihat tata ruang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, hutan-hutan sebagai kawasan penyanggah dirusak. Itu sumber malapetaka, “ kata Gubernur Barnabas Suebu di Gedung Negara Jayapura, Rabu (16/1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Bas mengatakan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika bangunan liar dan kompleks perumahan di perbukitan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberi ijin terus berlangsung maka seluruh masyarakat yang bermukim di daerah Kota Jayapura akan mengalami malapetaka lebih para dari peristiwa sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aturannya ada, tetapi tidak ditegakkan. Sehingga bangunan berkembang begitu rupa, “ ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sistem Drainase &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Selain itu, Bas juga menyebutkan, banjir yang terjadi di Kota Jayapura bersaman dengan peristiwa longgsor juga disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Ini lucu kalau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berada di lereng gunung dan berdekatan dengan laut bisa mengalami banjir, “ katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Padahal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem drainase&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada zaman penjajahan Belanda, di daerah bambu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuning, Polimak, berfungsi sangat baik dan terdapat pembuangan air yang berakhir ke laut. Namun saat inidrainase itu telah ditutup dengan bangunan baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Demikian halnya, aliran sungai yang berada di &lt;st1:place st="on"&gt;APO&lt;/st1:place&gt;. Sungai kecil yang bermuara ke Dinas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perhubungan Provinsi Papua tertutup dan air menggenagi Kantor Bank Indonesia (BI).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Siapkan Kota Baru &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sementara itu, untuk jangka panjang pemerintah berencana menyiapkan pemukiman baru, ke arah koya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelah selatan Danau Sentani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Saat ini sedang dibuat perencanaan infrastruktur dan &lt;i style=""&gt;Master Plan&lt;/i&gt; , “ kata Bas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Awalnya, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Jayapura dirancang oleh Belanda pada waktu itu berkapasitas 30 ribu orang. Seluruh sistm &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini direncanakan mulai dari hutan,air minum, listrik, dan drainase yang digunakanuntuk mlayani masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Puluhan tahun kemudian, pertumbuhan penduduk bertambah 10 kali lipat yang berjumlah 215 ribu dengan kenaikan 15 persen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10 tahun ke depan daya lingkungan di Kota Jayapura tidak mencukupi untuk menampung populasipenduduk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(ti)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8553603813608892316?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8553603813608892316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8553603813608892316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8553603813608892316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8553603813608892316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-gubernur-longsor-akibat-kawasan.html' title='News : Gubernur: Longsor Akibat Kawasan Penyanggah Dirusak'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R47ZAVamxmI/AAAAAAAAAEQ/RLkGEPdY-zE/s72-c/Gubernur+Bas+dalam+Penyerahterimaan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-1833873821604673496</id><published>2008-01-16T11:42:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:02.490+09:00</updated><title type='text'>Headline : Longsor Benamkan 11 Orang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akibat lereng bukit dijadikan lahan kebun pisang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JAYAPURA &lt;/span&gt;– Bencana tanah longsor yang membenamkan 11 orang melanda Kompleks &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kesehatan, belakang RSUD Dok II, RT 02 RW 06, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Selasa (15/1) dini hari sekitar pukul 01.00 Wit. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebelas orang yang terbenam ini tewas tertimbun tanah, sementara lima orang selamat hingga kini kondisinya masih kritis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Korban yang tewas antara lain, Rudy Serang (35), Yefedika Serang (8 Bulan), Yully Febary (26), Frengki Abidondifu (15), Novelin Marantika (18), Susana Marantika (12), Karel Faidiban (70), Merry Faidiban (25), Gabriel Faidiban (2), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Filo Awom (25), Yeremika Serang (8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;ementara lima korban kritis yang dirawat di ruang ICU yakni Femi Fotu (32) istri korban tewas Rudi Serang, dan anaknya Jessica Serang (8), Nasan Abidondifu (15), Reynold Marantika (15), dan Enol Marantika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41wRlamxlI/AAAAAAAAAEI/FbwUT7j6nv0/s1600-h/Proses+Evakuasi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41wRlamxlI/AAAAAAAAAEI/FbwUT7j6nv0/s320/Proses+Evakuasi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155900595812877906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Umumnya, para korban tewas setelah terjebak didalam reruntuhan bangunan, yang tertutup lumpur. Sebab saat kejadian hujan turun dengan deras disertai guntur dan kilat sejak sore, dimana para korban sedang tertidur lelap sehingga, mereka tidak sempat menyelamatkan diri saat longsor datang menerjang. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Tanah longsor berasal dari gunung yang berada persis di belakang deratan rumah yang dihuni empat Kepala Keluarga (KK) yakni keluarga Abidondifu, Faidiban, Serang, dan Marantika. Akibat gunung yang sudah dialihfungsikan menjadi lahan kebun pisang, membuat tanah tidak lagi mampu menyerap air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Proses evakuasi melibatkan 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK) gabungan TNI dan Polri, dibawah pimpinan langsung Komandan Kodim 1701/Jayapura, Letkol Kav. Napoleon dan Kapolresta Jayapura AKBP Robert Djoenso. Lima unit eskavator diturunkan, untuk membantu proses evakuasi para korban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kronologis Kejadian :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Selasa (15/1) Pukul 01.00 Wit, Terjadi Longsor menimpa empat rumah yang dihuni 4 KK yakni keluarga Faidiban, Abidondifu, Saerang, Marantika. 16 penghuninya tertimbun longsor, namun 5 diantaranya selamat dan berhasil dievakuasi warga ke RSUD Dok II, meski hingga kini kondisinya kritis. Sementara 11 orang lainnya masih tertimbun longsor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Proses evakuasi yang dilakukan warga tidak dilanjutkan akibat hujan deras dan cuaca gelap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 06.00 Wit tim gabungan Polri dan TNI (Polresta, Polda, Brimob, Marinir, Kodam XVII/Cendrawasih dan Kodim 1701/Jayapura, tiba di lokasi kejadian, dengan dibantu dua eskavator berukuran kecil, aparat berhasil mengevakuasi lima jenasah yakni Rudi Saerang, Jeremika Saerang, Frengky Abidondifu, Novelyn Marantika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 10.00 Wit, Wakil Gubernur, Alex Hesegem dan Kapolda Papua Irjen Pol. Max Donald Aer, meninjau lokasi tanah longsor dan melayat para korban di kamar mayat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Di kesempatan itu, Wagub Alex Hesegem memberikan bantuan Rp 5 Juta, untuk pendirian dapur umum. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 11.00 Wit Giliran Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Haryadi Soetanto meninjau lokasi kejadian, disusul para pejabat terkait baik dari Pemerintah Kotamadya Jayapura,maupun dari Provinsi Papua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 13.30 Empat jenasah korban, yakni Gabriel Faidiban (2), Merry Faidiban (25), Yuli Febary (25), dan Susan Marantika (12) ditemukan di bagian belakang rumah keluarga Faidiban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 14.00 Jenasah bayi Jefedika Saerang (8 Bulan) ditemukan di halaman rumahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 15.00&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jenasah Filo Awom (25) ditemukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pukul 17.15 Jenasah Karel Faidiban (70) ditemukan. Selanjutnya para jenasah disemayamkan di gereja GKI Jemaat Betlehem RSUD Dok II Jayapura, untuk diadakan dan penghormatan dari pihak rumah sakit. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(cr-02/rin)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-1833873821604673496?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/1833873821604673496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=1833873821604673496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1833873821604673496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1833873821604673496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-longsor-benamkan-11-orang.html' title='Headline : Longsor Benamkan 11 Orang'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41wRlamxlI/AAAAAAAAAEI/FbwUT7j6nv0/s72-c/Proses+Evakuasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6688360382921673721</id><published>2008-01-16T11:34:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:02.688+09:00</updated><title type='text'>Feature : Suara Penuh Harap itu Berujung Maut (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41ucVamxkI/AAAAAAAAAEA/LSHzyPe2yBw/s1600-h/Korban+Longsor+Dok+II.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41ucVamxkI/AAAAAAAAAEA/LSHzyPe2yBw/s320/Korban+Longsor+Dok+II.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155898581473216066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Longsor yang melanda empat unit rumah dan merenggut sebelas nyawa manusia di kompleks Kesehatan RSUD Dok II, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara menyisakan trauma yang tak terlupakan. Susan Marantika (12), Siswa SMP Kalam Kudus sebelum maut menjemputnya sempat mengirimkan sebuah pesan kepada sahabatnya melalui telepon selulernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Defrianti&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;    Puluhan perumahan kesehatan RSUD Dok II Jayapura terlihat berjejeran dan saling berhadapan rapi. Letaknya tak jauh dari Rumah Sakit terbesar milik Pemerintah daerah Provinsi Papua. Dari kompleks tersebut, disuguhkan pemandangan panorama laut yang berada di Kota Jayapura, udara pun terasa sejuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Kompleks yang berada diketinggian itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jarang dilalui kendaraan. Sebab letaknya jauh dari pusat keramaian lalu-lintas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Tetapi sejak dini hari, perumahan itu, telah sesak dengan kerumunan orang dari berbagai profesi. Kendaraan pun padat, di setiap ruas jalan menuju kompleks perumahan kesehatan tersebut. Suara tangis dan sirene mobil ambulance terdengar meraung raung di antara kerumunan banyak orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Empat unit rumah yang berada di kompleks tersebut, menjadi perhatian setiap orang. Bagian belakang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari bangunan yang masih berdiri terlihat hancur berantakan. Disisi kanannya, tertumpuk perabotan rumah tangga seperti sofa, meja, piring, gelas dan kasur yang dipenuhi lumpur. Sedangkan bagian depannya dari tiga rumah disisi kiri tertutup tanah, yang terlihat hanya bagian atas dari bangunan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Bunyi petir menggelegar disertai hujan dan angin kencang pada Senin malam (14/1), lalu tiba-tiba terdengar suara desiran seperti air mendidih datang menghantam perumahan di Kampung Tinggi dan menelan puluhan orang yang menghuni rumah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sebuah peristiwa yang mengundang perhatian banyak orang di hari Selasa. Tidak ada seorang pun yang menyangka peristiwa bencana alam akan datang pada pukul 24.00 WIT. Hampir seluruh warga yang mendiami kompleks kesehatan terlelap. Sunyi memang, suasana malam itu, kendati masih ada sebagian orang mengobrol dan menonton televisi, sambil berjaga-jaga melewati malam yang tak bersahabat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sebagian orang yangmendengar suara desiran seperti air mendidih berlari keluar dari rumah sambil berteriak minta tolong namun warga yang berada di perumahan tersebut masih tertidur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nyenyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Waktu mendengar suara , saya langsung keluar rumah dan minta tolong tapi sunyi sebagian orang masih tidur, “ kata korban yang selamat Karel Rumrawer. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Setelah beberapa menit berteriak, pemuda yang berada di kompleks tersebut mulai membantu menolong korban lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Petugas baru tiba di Tempat Kejadian Perkara, beberapa jam kemudian, “ tambahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Selain Karell, korban yang selamat dari longsor tersebut berjumlah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; orang antara lain,Femi Fotu (32), Yesika Serang (6), Nasan Abidandifu (15) dan Enoi Marantika (17). Kelima korban, saat ini sedang dirawat Di RSUD Dok II Jayapura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Sedangkan Korban yang tewas akaibat longsor yaitu, Filo Awom (25), Susan Marantika (12) Karel Faidiban (70), Merry Faidiban (25), Gabriel Faidiban (2 tahun) dan Jefedika Seram (6 bulan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Susan sempat mengejutkan beberapa orang yang hadir di tempat kejadian tersebut. Dari timbunan tanah, Susan masih menggemgam teleponnya dan mengeluarkan suara diantara reruntuhan berharap sang waktu menahan lajunya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar bergerak lamban di hari itu. Susan masih meninggalkan secercah harapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar Ia bisa kembali ke Sekolahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;“ Kak longsor, tanah sekeliling mengeras, saya tertimbun tanah longsor, tolong ijin di sekolah”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;kata-kata tersebut merupakan ucapan terakhir dari korban sebelum maut menjemput &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akibat tertimbun tanah longgsor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di perumahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesehatan RSUD Dok II Jayapura Susan Marantika (12) melalui telepon selulernya kepada sahabatnya Firlencia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelum maut merenggut nyawanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Susan adalah pelajar SMP Kalam Kudus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tertimbun longsor tanah dari perbukitan dibelakang rumahnya. Beberapa jam setelah peristiwa bencana alam, ia sempat menghubungi sahabatnya Firlencia melalui telepon selulernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Namun sayangnya, ketika petugas menemukan Susan diantara timbunan tanah, ia tidak menghembuskan nafas lagi. Susan pergi untuk selama-lamanya, tetapi ia masih mengingat pendidikannya yang masih dipersimpangan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(bersambung)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6688360382921673721?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6688360382921673721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6688360382921673721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6688360382921673721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6688360382921673721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/feature-suara-penuh-harap-itu-berujung.html' title='Feature : Suara Penuh Harap itu Berujung Maut (1)'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41ucVamxkI/AAAAAAAAAEA/LSHzyPe2yBw/s72-c/Korban+Longsor+Dok+II.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-4925699075394205347</id><published>2008-01-16T11:13:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:02.977+09:00</updated><title type='text'>News : Sayang Nyawa, Jangan Bangun Rumah di Lereng</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Awan Besar Menyelimuti Jayapura Bisa Berujung Longsor&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JAYAPURA &lt;/span&gt;– Bila sayang terhadap nyawa, waspadalah terhadap bangunan rumah di lereng-lereng perbukitan. Musim penghujan dengan cuaca yang tak ramah bisa berujung pada&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt; longsor yang mengakibatkan nyawa hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kewaspadaan ini perlu dimunculkan setelah terjadi longsor yang mengagetkan di Kompleks Kesehatan, belakang RSUD Dok II Jayapura. Terlebih dengan kondisi pertanahan di Jayapura yang banyak dikelilingi perbukitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41sIVamxjI/AAAAAAAAAD4/awE5aya20UA/s1600-h/Longsor+Dok+II.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41sIVamxjI/AAAAAAAAAD4/awE5aya20UA/s320/Longsor+Dok+II.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155896038852576818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kepala Bidang Data Informasi Badan Meteologi dan Geofisika (BMG) wilayah V Provinsi Papua, Ahmad Mujaihidin mengingatkan, dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi saat ini memungkinkan bencana longsor terjadi. Bahkan hingga April, kondisi ini masih menyelimuti kota Jayapura dan juga Papua.&lt;br /&gt;“Dari bulan Januari hingga Bulan April cuaca di Papua umum dan khususnya di Jayapura akan menunjukkan awan besar yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas hujan yang lebat,” ungkap Ahmad.&lt;br /&gt;Curah hujan sepanjang 4 bulan ke depan dikatakan Ahmad mencapai 50 mm per detik.&lt;br /&gt;“Pada hari kejadian longsor [di belakang RSUD Dok II Jayapura] curah hujan mencapai 190 milimeter per detik. Wajar bila bisa mengakibatkan longsor,” kata Ahmad.&lt;br /&gt;Dengan cuaca seperti ini, Ahmad kembali mengingatkan warga untuk waspada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan Bangun Rumah di Lahan Kritis&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Alex Hassegem mengingatkan warga untuk tidak meminta ijin ke pemerintah membangun rumah di lereng-lereng dan lahan kritis lainnya. Pemerintah sendiri diingatkan Wagub untuk tidak memberikan ijin ke warga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Jayapura ini dihiasi rumah-rumah ibarat taman bunga, sehingga pemerintah kotamadya jangan kasih surat ijin membangun rumah didaerah yang sangat rawan itu. Sebab sangat berbahaya dan pemandangan yang manakutkan,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Wagub mengingatkan ke warga untuk menjadikan pelajaran kejadian longsor di belakang RSUD Dok II Jayapura yang menewaskan 11 orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Ini pelajaran bagi kita untuk tidak lagi membangun rumah di kemiringan gunung dan dilereng gunung.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sedangkan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend Haryadi Soetanto menyayangkan kurangnya sosialisasi pemerintah kepada warga yang menghuni rumah di lereng-lereng gunung. Pangdam yang meninjau anak buahnya dalam mengevakuasi korban longsor menyalahkan orang-orang yang tidak ramah terhadap lingkungan dan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Bencana ini juga ulah dari manusia sendiri,” kata Pangdam. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(cr 02/rin)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-4925699075394205347?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/4925699075394205347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=4925699075394205347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4925699075394205347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4925699075394205347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-sayang-nyawa-jangan-bangun-rumah.html' title='News : Sayang Nyawa, Jangan Bangun Rumah di Lereng'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R41sIVamxjI/AAAAAAAAAD4/awE5aya20UA/s72-c/Longsor+Dok+II.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-55583177621669504</id><published>2008-01-07T14:56:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:03.294+09:00</updated><title type='text'>NEWS : Persipura Siap Sandingkan Gelar</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Cukup sulit bila dibayangkan, tidak hanya tim mutiara hitam-julukan Persipura yang siap menyandingkan gelar juara Copa Indonesia dan Liga Djarum Indonesia &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4HAd1amxiI/AAAAAAAAADw/fgd-fm9QoOM/s1600-h/David+Daroca.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152611067475969570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4HAd1amxiI/AAAAAAAAADw/fgd-fm9QoOM/s320/David+Daroca.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;2007, tetapi partai keras super dasyat akan disajikan pada 10 Januari dan 16 Januari mendatang, semuanya berlangsung di tanah Jawa dan Jakarta. Khusus untuk Copa, Persipura sesungguhnya memiliki kans yang luar bisa untuk menjadi yang terbaik di kancah Copa Dji Sam Soe, lawannya pun sangat berat, Persija adalah musuh Persipura, jika mampu lolos dari jerat semi final, sudah bisa dipastikan tiket final Copa pada Minggu (13/1) tak sia-sia begitu saja. Bila mampu lolos, lawan yang bakal mereka hadapi adalah Pelita Jaya Purwakarta atau bisa jadi PSMS Medan di final. Tapi, semua itu membutuhkan perjuangan ekstra keras demi sebuah prestasi, apalagi babak delapan besar yang sangat panas sudah menanti tiga hari setelah final Copa.&lt;br /&gt;Nah, bila tim kebanggaan masyarakat Papua secara umum dan kota Jayapura secara khusus ini mampu melewati massa-massa kritis itu, maka sejarahpun bakal mencatat, untuk kali pertama klub di Indonesia yang mampu menggandengkan dua gelar sekaligus. Obsesi ini terlalu dini, ataupun dinilai sangat berlebihan dari sebuah akal sehat. Tetapi, sebagian besar pendukung Persipura lebih menjagokan mutiara hitam sebagai kandidat juara Copa maupun Liga..&lt;br /&gt;“Aku mau pikir Copa dulu, kalau akhirnya kami mampu lolos dan masuk final hingga juara, saya kira dalam delapan besar Liga nanti kami akan berjuang mati-matian. Memang, status saya di Persipura untuk musim ini belum pasti,tetapi saya tidak mau memikirkan hal itu, sekarang yang saya pikir bagaimana kami bisa bawa dua cup itu ke Papua, ya, Papua tanah yang suci, saya mengabdi disini tanpa menuntut apapun, jika Tuhan berkehendak, kami mampu membawa dua cup itu,” tutur Assisten Pelatih Raja Isa bin Raja Akram Shah saat dikonfirmasi Bintang Papua akhir pekan kemarin di Hotel Relat Jayapura.&lt;br /&gt;Memang, perjuangan belum berakhir, namun pembakar semangat berjuang demi sebuah cita-cita wajib dikedepankan, semua arah perhatian publik bola Papua saat ini sedang tertuju penuh pada Persipura, mereka tak sabar lagi melihat aksi-aksi menawan dari duet Albeto-Jeremiah. Kedua pemain ini baru kompak pada awal putaran kedua, sebab itu, tak heran kalau saat ini sudah 17 gol dilesakan Albeto dalam ajang kompetisi Liga XIII bersama Persipura. Perpaduan yang khas antara Nigeria dan Brasil benar-benar menampilkan permainan super kelas, tak jarang, aksi individu kedua pemain ini membuat decak kagum sporter seperti tersentak cepat. Raja Isa pun langsung mengingatkan pasukannya untuk jangan berpikir yang macam-macam lalu lupa dengan tugas utama, saat ini ibarat Persipura sedang bersiap masuk dalam medan tempur, amunisipun jangan sampai terbatas, segala bentuk kekurangan dalam tim sudah dibenahi dan siap ditunjukan pada semi final Copa dan delapan besar Liga. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(gol) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-55583177621669504?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/55583177621669504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=55583177621669504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/55583177621669504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/55583177621669504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-persipura-siap-sandingkan-gelar.html' title='NEWS : Persipura Siap Sandingkan Gelar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4HAd1amxiI/AAAAAAAAADw/fgd-fm9QoOM/s72-c/David+Daroca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8814232929726236236</id><published>2008-01-07T14:49:00.000+09:00</published><updated>2008-01-07T14:56:52.078+09:00</updated><title type='text'>Headline : Rp 2,8 Triliun APBD Tahun Lalu, Lari Tak Jelas</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Dinas Instansi Pemrov Papua Harus Siap Bertanggung Jawab (judul kecil 2 kolom)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Lebih dari setengah total uang dalam APBD tahun 2007 lari tak jelas peruntukkannya. Setengah total uang APBD 2007 ini sejumlah Rp 2,8 triliun. Sementara total uang dalam APBD 2007, Rp 5,5 triliun, hanya Rp 2,7 triliun terserap dalam program pembangunan yang direncanakan.&lt;br /&gt;Sekretaris Komisi D DPR Papua, Heru Mono Gobay menyatakan, sikap dinas-dinas instansi pemerintah di Provinsi Papua yang sering menutupi pekerjaannya, membuat uang dalam APBD tak tahu dipergunakan untuk apa.&lt;br /&gt;“Yang jadi masalah, mereka [SKPD atau dinas-dinas pemerintah] sering kali tak transparan ke kami. Sehingga membuat kami [DPR Papua] tidak tahu, uang itu untuk apa,” katanya kepada Bintang Papua, semalam.&lt;br /&gt;Sikap menutupi ini, dikatakan Heru, juga terjadi saat dinas instansi pemerintah di Provinsi Papua menerima uang dari Jakarta, yang dianggarkan dalam APBN.&lt;br /&gt;Uang itu, kata Heru, memang tak berpotensi hilang.&lt;br /&gt;“Kalau potensi hilang [masuk kantong sendiri/dikorupsi] tidak lah. Tapi, uang itu dibelanjakan untuk apa, tidak sesuai dengan rencana pembangunan yang telah disepakati tahun 2007,” katanya.&lt;br /&gt;Karena tidak sesuai dengan yang direncanakan, Heru menyatakan, dinas instansi pemerintah di Provinsi Papua akan dimintai pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;Masalah ini, kata Heru, berakar dari terlambatnya droping (penyaluran) uang yang dianggarkan.&lt;br /&gt;“Selain itu, pelaksanaan tender yang sangat terlambat membuat masalah menjadi seperti ini,” katanya.&lt;br /&gt;Heru mencatat, sedikitnya Rp 400 miliar proyek pembangunan yang ada di instansi mitra Komisi D DPR Papua tidak bisa diselesaikan sampai akhir tahun 2007 lalu.&lt;br /&gt;“Rp 200 miliar diantaranya dari Dinas Pekerjaan Umum.”&lt;br /&gt;Dari dinas ini, termasuk proyek pembangunan jalan dan jembatan yang ditangani Bina Marga.&lt;br /&gt;“Rp 400 miliar itu akumulasi dari beberapa SKPD, seperti juga dari dinas perhubungan,” katanya.&lt;br /&gt;SKPD adalah singkatan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah, atau lebih dikenal dengan dinas instansi pemerintah.&lt;br /&gt;Heru mensinyalir, sikap SKPD yang hanya ingin menghabiskan anggaran menjelang tutup tahun membuat uang itu tidak dipakai untuk proyek pembangunan yang seharusnya ada dalam perencanaan.&lt;br /&gt;“Jadinya dipakai untuk belanja hal yang lain. Padahal uang [sisa] itu bisa dikembalikan ke kas daerah.”&lt;br /&gt;Setelah dikembalikan, “Baru pada tahun 2008 ini bisa dianggarkan kembali,” kata Heru. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ab)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8814232929726236236?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8814232929726236236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8814232929726236236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8814232929726236236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8814232929726236236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-rp-28-triliun-apbd-tahun-lalu.html' title='Headline : Rp 2,8 Triliun APBD Tahun Lalu, Lari Tak Jelas'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-7893873728809650079</id><published>2008-01-07T14:40:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:03.617+09:00</updated><title type='text'>Feature : Lagi, Puting Beliung Porak Porandakan Kota Makassar</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rumah Warga Asal Jayapura Habis ‘Dilahap’, Harapkan Uluran Tangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika pohon tumbang karena diterjang angin kencang, itu adalah masalah biasa. Tapi, jika rumah yang harus tumbang, karena diporak-porandakan angin kencang itu adalah bencana.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4G801amxhI/AAAAAAAAADo/H7tqvv_rpKo/s1600-h/Risal+jan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152607064566449682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4G801amxhI/AAAAAAAAADo/H7tqvv_rpKo/s320/Risal+jan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;LAPORAN : RIZAL BASIR, MAKASSAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana kembali melanda Kota Makassar. Sebanyak 170 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, rumah sakit hingga sekolah pun menjadi sasaran. Sabtu (04/01) siang lalu, angin dahsyat disertai hujan lebat dalam waktu yang hampir bersamaan menerjang rumah-rumah warga Kota Makassar.&lt;br /&gt;Dari data yang berhasil dihimpun Bintang Papua dari sumber-sumber yang dipercaya tercatat 170 bangunan tersebut tersebar di 5 (lima) kecamatan, diantaranya kecamatan biringkanaya, kecamatan panakukkang, kecamatan mariso, kecamatan tallo, dan kecamatan tamalate.&lt;br /&gt;Selain memporak porandakan ratusan rumah, angin putting beliung juga merusak empat bangunan di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Mappaodang, Kota Makassar terdiri dari ruang kebidanan, ruang perawatan anak, ruang dokter polisi, dan ruang kesamaptaan. Selain itu pula bangunan SD Inpres Mariso di jalan Nuri Kec. Mariso Kota Makassar juga rusak parah setelah dihempas angin yang datang secara tiba-tiba itu.&lt;br /&gt;Untungnya, baik di rumah sakit maupun sekolah dasar yang ter’serang’ angin puting beliung tidak ada korban jiwa.&lt;br /&gt;Itulah kilas bencana yang masih terus menerus melanda rumah warga kota Makasssar dan terus gencar diberitakan di setiap media di Makassar dan bahkan media di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Namun, dibalik bencana puting beliung yang datang begitu cepatnya dan menyerang hamper di setiap wilayah di Sulawesi Selatan dan menjadi sasaran pemburu berita ternyata tidak berlaku bagi warga yang tinggal di daerah ‘terpencil’. Tak bisa terhindarkan lagi, Rojer (40) warga asal Entrop depan hotel Delima Jayapura yang kesehariannya sebagai supir taksi hotel yang mangkal di Hotel Matoa itu hanya bisa meratapi rumahnya yang hancur akibat terjangan angin ‘neraka’. Tak ada satupun wartawan local baik itu media massa maupun elektronik yang meliput berbagi duka.&lt;br /&gt;Selain tempat tinggalnya cukup terpencil, sekitar 2 jam setengah dari Kota Makassar akses jalanpun tidak bisa menembus lokasi kejadian oleh karena luapan air dari bentaran sungai bantimurung kabupaten Maros akibat hujan lebat. Dia (rojer) bingung kepada siapa dirinya ‘mengadu’.&lt;br /&gt;Tak ada satupun wartawan local yang dikenalnya. Hanya wartawan Bintang Papua lah yang menjadi pelipur laranya.&lt;br /&gt;Dari pantauan Bintang Papua, Minggu (06/01) kemarin. Rumah yang terletak di sepanjang pematang sawah dan empang (tambak ikan,red) Desa Palantikan, Kecamatan Pangkajene Data, Maros Baru Kabupaten Maros itu ternyata menjadi satu-satunya sasaran ‘angin taputar’.&lt;br /&gt;Atap rumahnya tak ada satupun yang tersisa menutupi rumah kayu setengah tua itu. Dinding-dinding rumah dari seng pun ikut terangkat tak mampu menahan kerasnya angin tersebut.&lt;br /&gt;Kini, rumah tersebut tak bisa lagi ditinggali. Mereka terpaksa harus tinggal di rumah tetangga untuk waktu yang tidak bisa mereka tentukan. Maklum saja, untuk mendirikan kembali rumah tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;“Saya sangat prihatin dengan kondisi rumah mertua saya, namun saya hanya bias meratapi dan tidak dapat berbuat apa-apa karena membangun kembali berarti membutuhkan dana yang besar. Sementara kondisi saya saat ini juga lagi mengalami masa susah,”jelasnya.&lt;br /&gt;Harapan dia sebenarnya, ketika diliput di sebuah media massa cuman satu! Mengharap uluran tangan bagi setiap mereka yang sedang berkelebihan. Adalah yang tersentuh oleh bencana yang mungkin sama-sama tidak kita inginkan ini!!??? (selesai) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-7893873728809650079?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/7893873728809650079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=7893873728809650079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7893873728809650079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7893873728809650079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/feature-lagi-puting-beliung-porak.html' title='Feature : Lagi, Puting Beliung Porak Porandakan Kota Makassar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R4G801amxhI/AAAAAAAAADo/H7tqvv_rpKo/s72-c/Risal+jan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-5960831932472881550</id><published>2008-01-03T12:53:00.000+09:00</published><updated>2008-01-03T13:00:06.627+09:00</updated><title type='text'>Headline : Bintang Kejora Dilarang, Bendera Daerah Disayembarakan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;J&lt;strong&gt;&lt;em&gt;AYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Setelah dilarang dijadikan bendera daerah, Pemerintah Provinsi Papua berencana akan mensayembarakan bendera daerah Provinsi Papua. Bentuk sayembara sedang digodok di Biro Hukum Provinsi Papua. Selain bendera daerah, yang akan disayembarakan termasuk logo daerah dan hymne daerah. Ketiga simbol (bendera, logo dan hymne) untuk identitas daerah ini telah difasilitasi pemerintah melalui PP nomor 77 tahun 2007 tentang Lambang Daerah.&lt;br /&gt;“[Lambang daerah] itu yang perlu diatur dalam Perdasus,” kata Wakil Gubernur Papua, Alex Hassegem menjawab pertanyaan Bintang Papua soal larangan Bintang Kejora sebagai lambang daerah.&lt;br /&gt;Wakil Gubernur menyatakan bahwa larangan itu tidak perlu lagi dipersoalkan.&lt;br /&gt;“Kalau sudah ada PP, kenapa musti dipertanyakan lagi [soal larangan Bintang Kejora]. Harus dicari yang baru,” katanya.&lt;br /&gt;Sayembara ini, kata Wakil Gubernur, telah diisyaratkan dalam Undang-Undang Otsus.&lt;br /&gt;Wakil Gubernur sendiri menyatakan belum tahu kalau Bintang Kejora, simbol Burung Mambruk dan lagu Hai Tanahku Papua telah dilarang melalui peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;Sementara itu, Sekda Provinsi Papua Tedjo Suprapto menyatakan telah menerima dan membaca peraturan pemerintah tersebut. Karena itu ia akan segera menggelar rapat untuk membahas bentuk sayembara tersebut.&lt;br /&gt;“Teknisnya itu yang tahu Biro Hukum,” katanya kepada Bintang Papua.&lt;br /&gt;Bendera Bintang Kejora, simbol Burung Mambruk dan Lagu Hai Tanahku Papua termasuk lambang-lambang daerah yang dilarang digunakan. Larangan ini keluar mulai tanggal 10 Desember 2007, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2007. Alasan larangan itu karena ketiga simbol tersebut merupakan simbol yang digunakan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka.&lt;br /&gt;Selain ketiga simbol tersebut, simbol-simbol yang dilarang pemerintah adalah lambang Bendera Bulan Sabit dan lambang bendera Benang Raja. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ab/rk)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-5960831932472881550?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/5960831932472881550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=5960831932472881550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5960831932472881550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/5960831932472881550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/headline-bintang-kejora-dilarang.html' title='Headline : Bintang Kejora Dilarang, Bendera Daerah Disayembarakan'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-2492464843409546766</id><published>2008-01-03T12:40:00.000+09:00</published><updated>2008-01-03T12:53:38.497+09:00</updated><title type='text'>Feature : Ketika Persipura dan Persiwa Masuk Delapan Besar LDI XIII  (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Persipura Ingin Tenang, Persiwa Enggan Jadi Bulan-bulanan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mata pencinta bola di tanah air saat ini sedang terarah ke ujung timur nusantara, pasalnya, dua tim dari tanah Papua sukses menembus delapan besar Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII tahun 2007, meraka adalah Persipura dan Persiwa, bagaimana kansnya ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ROCKY- JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA Persipura mampu merenggut juara Liga Djarum Indonesia XI tahun 2005, skuad Persiwa Wamena justru menjadi runner up Divisi I Liga Indonesia saat itu. Baru pada tahun 2006 kedua tim berjibaku pada Liga Djarum Indonesia XII. Prestasi kedua tim pun berbeda, saat itu Persiwa nyaris masuk delapan besar, andai saja mereka tidak kalah di kandang dari Persipura, sementara Persipura mampu menembus final Copa Indonesia dan hanya berada di posisi runner up.&lt;br /&gt;Nah, pada musim kompetisi LDI tahun 2007, kedua tim mampu merajai para kontestan wilayah timur, terbukti, sejak putaran pertama hingga berakhirnya putaran kedua, baik Persiwa maupun Persipura selalu berada di papan atas klasemen. Sejarahpun mencatat, kedua tim mengakhiri putaran kedua dengan posisi juara group dan runner up group timur.&lt;br /&gt;Pada babak delapan besar yang baru akan dihelat pada 16 hingga 21 Januari mendatang di Solo dan Kediri, dua wakil Papua ini berada pada group yang berbeda pula. Persiwa tergabung di group satu bersama Sriwijaya FC, PSMS Medan dan Arema Malang, sementara Persipura yang berada di group dua akan menghadapi Persija Jakarta, Deltras Sidoarjo dan Persik Kediri. Melihat kondisi kedua tim dengan lawan yang bakal mereka hadapi, sepertinya tak ada lawan yang bisa dianggap biasa saja, sebab, semua tim yang sukses menembus empat besar pada masing-masing group sudah pasti memiliki motivasi yang berlipat untuk membuktikan sebagai yang terbaik.&lt;br /&gt; Lantas, bagaimana Persiwa maupun Persipura melihat kekuatan pada groupnya masing-masing ? kubu hijau-hitam Persiwa Wamena justru datang bukan sebagai tim yang membusungkan dada, mereka tetap merendah dan melihat lawannya masih lebih bagus dari mereka. Sang arsitek Djoko Susilo malah hanya memberi sinyal tegas buat pasukannya untuk tidak menjadi bulan-bulanan saja pada delapan besar nanti. “Ya, kami kira lawan yang akan kami hadapi semuanya punya nama besar, kami tim kecil yang baru saja muncul. Intinya kami sudah komitmen untuk tidak jadi bulan-bulanan saja pada delapan besar nanti,” tukas Djoko saat dikonfirmasi Bintang Papua usai timnya menggasak Persibom pada laga pamungkas Minggu (30/12) lalu di stadion Pendidikan Wamena.&lt;br /&gt;   Sedangkan arsitek tim Persipura Raja Isa yang sukses bersama pasukan merah hitam disepanjang Liga XIII ini, malah menilai kalau timnya tetap dalam kondisi tenang-tenang saja, sebaliknya, dia malah melihat situasi kubu lawan yang justru begitu termotivasi untuk menumbangkan Persipura sebagai kekuatan wilayah timur sepanjang kompetisi musim ini bergulir.&lt;br /&gt;  “Kalau saya, tidak masalah, mau ketemu tim mana saja, apa itu Persija, Deltras maupun Persik, justru mereka sekarang yang termotivasi untuk bisa menumbangkan kami, ketiga pelatih itu sudah terbakar emosi mereka untuk bisa mengalahkan kami. Saya kira kami tetap tenang dan semua pemain sudah siap ke delapan besar nanti,” aku Raja Isa saat dikonfirmasi Bintang Papua semalam.&lt;br /&gt;Penegasan Djoko Susilo dan Raja Isa ini bila disimak, tak satupun yang menunjukan kehebatan mereka, justru, kedua nahkoda ini lebih tenang melihat partai super panas ini dengan tetap konsentrasi tanpa mau melihat siapa lawan dan kondisi apapun yang bakal terjadi. &lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-2492464843409546766?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/2492464843409546766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=2492464843409546766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2492464843409546766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2492464843409546766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/feature-ketika-persipura-dan-persiwa.html' title='Feature : Ketika Persipura dan Persiwa Masuk Delapan Besar LDI XIII  (1)'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-3441382766803699100</id><published>2008-01-03T12:32:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:03.869+09:00</updated><title type='text'>News : Kontribusi PT Freeport Bagi Masyarakat Masih Lemah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;--Kontibusi PT Freeport bagi &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3xY01amxgI/AAAAAAAAADg/kV6nUYfwTEA/s1600-h/Yan+Ayomi.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151089738520118786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3xY01amxgI/AAAAAAAAADg/kV6nUYfwTEA/s320/Yan+Ayomi.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kesejahteraan masyarakat Papua dinilai masih lemah. Sebab sejauh ini, perusahaan tambang emas raksasa tersebut hanya mementingkan royalti saja tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat Papua, baik di wilayah sekitar tambang maupun masyarakat Papua pada umumnya.&lt;br /&gt;Sorotan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Provinsi (Golkar) Papua, Yan L. Ayomi S. Sos di sela-sela acara silahturahmi DPD Partai Golkar Provinsi Papua dengan Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang juga Ketua DPR RI, Dr H.R. Agung Laksono di SwisS-Bell Hotel, Selasa (1/1).&lt;br /&gt;“Freeport lebih mementingka royalti, tapi dilihat dari tingkat keuntungan hasil yang diperoleh, kontribusi yang diterima pemerintah dan masyarakat itu sangat terbatas, salah satu sebabnya ialah diolah di luar negeri,” kata Ayomi.&lt;br /&gt;Karena itu, menurut Ayomi, pemerintah Pusat harus mengambil sikap tegas kepada pihak perusahaan, misalnya dengan memberlakukan kebijakan larangan mengirim hasil galian mentah tambang untuk dikirim dan diolah ke luar negeri. Seharusnya bahan mentah itu diolah di Indonesia, terutama di wilayah Papua.&lt;br /&gt;“Kalau memang sudah dalam bentuk jadi, maka mekanisme pengontrolan yang dilakukan pemerintah akan berjalan dengan mudah, dampaknya akan berimbas untuk meningkatkan pendapatan asli Provinsi Papua dan dengan sendirinya dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat lokal, baik yang berada di sekitar lokasi tambang maupun masyarakat Papua pada umumnya,” tegasnya.&lt;br /&gt;Sebab menurut Ayomi, jika pemerintah Pusat dan Pemda Mimika mengambil kebijakan mengolah bahan mentah tersebut dalam negeri seperti di PT Semalti Gresik, hasil produk dan keuntungannya bisa dikontrol dengan mudah.&lt;br /&gt;Menanggapi Ayomi, Ketua DPR RI Agung Laksono pun mengungkapkan keprihatinan yang sama. Menurut Agung, sudah saatnya hasil tambang PT Freeport dikelola Provinsi Papua agar kontribusinya dirasakan langsung pemerintah dan masyarakat Papua.&lt;br /&gt;“Jika selama ini dikelola di luar negeri, sekarang harus dikelola di Provinsi Papua, karena itu perlu ditanam investasi di papua,” katanya.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; (Cr. 02).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-3441382766803699100?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/3441382766803699100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=3441382766803699100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3441382766803699100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3441382766803699100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2008/01/news-kontribusi-pt-freeport-bagi.html' title='News : Kontribusi PT Freeport Bagi Masyarakat Masih Lemah'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3xY01amxgI/AAAAAAAAADg/kV6nUYfwTEA/s72-c/Yan+Ayomi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-3240692644303221228</id><published>2007-12-28T09:35:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:04.142+09:00</updated><title type='text'>NEWS : PERSIPURA      2     vs      0      PERSIBOM</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Persipura tak Terbendung&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemarin Bekuk Persibom 2-0 di Mandala&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; – Laju tim mutiara hitam-&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RGX1amxfI/AAAAAAAAADY/7YsXs953hHs/s1600-h/hl+wanggai.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148817649280927218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RGX1amxfI/AAAAAAAAADY/7YsXs953hHs/s320/hl+wanggai.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;julukan Persipura menuju delapan besar semakin tak terbendung, khusus untuk group II (wilayah timur) dari empat tiket yang disiapkan, Persipura masih belum tergoyahkan sebagai kandidat pemegang juara group neraka ini. Buktinya, dalam laga ke-33 kemarin, pasukan Raja Isa-Mettu Dwaramuri-Jarot Supriadi itu sukses menggulung ambisi Persibom dengan skor telak 2-0. Ya, kebuntuan gol Persipura saat menjamu Persibom Bolaang Mongondouw dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia XIII tahun 2007 Kamis (27/12) petang kemarin di stadion Mandala baru bisa terpecahkan pada menit ke-61 babak kedua. Bahkan, yang datang menjadi pemecah kebuntuan itu adalah sang jenderal muda Imanuel Wanggai lalu disusul pada massa injure time sang kapten Eduard Ivakdalam sekaligus memperbesar kemenangan timnya atas Persibom menjadi 2-0 lewat titik penalty. Dengan kemenangan kemarin, tahta klasemen Persipura di wilayah timur semakin kokoh dengan point 61 yang sudah susah dikejar Persiwa, Deltras,PSM maupun Arema dan Persiter.&lt;br /&gt;Dari jalannya pertandingan, Persipura sebenarnya sempat kesulitan sejak kick off babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi. Determinasi serangan yang dibangun secara frontal tak satupun membuahkan hasil. Memang, Ernest Jeremiah sempat mencetak gol pada menit 4” babak pertama, tapi, gol tersebut dianulir wasit lantaran lebih dulu terjadi pelanggaran. Usai peluang itu, sama sekali ciri khas serangan yang berbuah gol dari pasukan merah hitam ini tak satupun berbuah hasil.&lt;br /&gt;Sebaliknya, Persibom yang dibesut mantan pelatih Timnas U-16 tahun Iwan Setiawan justru mampu tampil tenang dengan mengajak Persipura bermain sedikit mengarah kasar. Anak-anak kota Jayapura ini sempat terpancing, mulai dari Jack Komboy, Heru Nerly hingga Imanuel Wanggai tak jarang harus beradu argumen dengan pemain lawan. Beruntung tak berujung konflik. Disepanjang babak pertama ini serangan yang dibangun skuad Persipura gagal semuanya, bahkan, penjaga gawang kawakan Persibom, Listianto Raharjo mampu mengantisispasi semua serangan anak-anak Persipura ini.&lt;br /&gt;Hingga turun minum, skor 0-0 tetap bertahan. Pada babak kedua Persibom memiliki tiga kesempatan mencetak gol melalui strikernya Ilham Hasan dan Arnaldo, beruntung Jandri Pitoy cukup tenang dan mampu menyelamatkan peluang itu, tak heran detak jantung pendukung tuan rumah sempat tersentak melihat aksi Ilham Hasan yang liar dan cepat. Assisten Pelatih Persipura Raja Isa mulai merubah strategi permainan pasukannya, jika dibabak pertama timnya lebih cenderung mengikuti irama permainan lawan, sebaliknya dibabak kedua dia lebih mengarahkan Edu Ivakdalam cs untuk bagaimana tampil tetap pada karakter sendiri. Masuknya David da Rocha menggantikan Bachtiar pada posisi gelandang, adalah keputusan yang tepat dari seorang Raja Isa, terbukti, David yang selama ini diparkir karena cedera, mampu bermain optimal dengan menjalankan tugas dan fungsinya secara baik. Alur serangan yang dibangunpun lebih bervariasi, supplay bola legium asing asal Brasil itu sukses membuat lini pertahanan Persibom yang digalang Antonio Claudio cs kalang kabut.&lt;br /&gt;Akhirnya, umpan mendatar yang matang dari Ernest Jeremiah pada menit 61” mampu dilanjutkan Imanuel Wanggai dengan sempurna, jala gawang Listianto pun bergetar, gemuruh stadion Mandala pun bergema, skor pun berubah menjadi 1-0. Unggul satu gol, Persipura seperti menemukan benar karakter bermain mereka sesungguhnya, silih berganti serangan yang mereka lancarkan untuk menembus barikade Persibom. Lagi-lagi, Ernest Jeremiah membuat assist terciptanya gol kedua, skill individu yang diperagakan pemain asing asal Nigeria itu dihadap dua back lawan, wasit melihat itu sebagai pelanggaran, sontak titik penalty langsung ditunjuknya. Kapten Eduard Ivakdalam sukses menggetarkan jala gawang lawan hingga kedudukan menjadi 2-0 pada menit 89” atau satu menit menjelang bubaran. Assisten Pelatih Persipura, Raja Isa saat diminta komentarnya soal pertandingan, dengan tegas dia mengaku kalau apapun yang terjadi dilapangan sudah dilupakan, yang terpenting bagaimana timnya mampu mendulang point penuh didepan publik sendiri.&lt;br /&gt;“Saya kira ini permainan tim, semua pemain punya perjuangan yang sama, dibabak pertama kami kesulitan karena ikut ritme bermain lawan, sementara variasi tempo serangan justru tetap monoton. Nanti dibabak kedua baru ada perubahan. Intinya, anak-anak sudah main maksimal, saya pun puas dengan hasil ini, apa yang sudah terlanjur mereka lakukan intinya kami menang,” tegas Raja, saat dikonfirmasi Bintang Papua semalam. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(gol) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-3240692644303221228?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/3240692644303221228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=3240692644303221228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3240692644303221228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3240692644303221228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-persipura-2-vs-0-persibom.html' title='NEWS : PERSIPURA      2     vs      0      PERSIBOM'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RGX1amxfI/AAAAAAAAADY/7YsXs953hHs/s72-c/hl+wanggai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-398103187658090399</id><published>2007-12-28T09:27:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:04.300+09:00</updated><title type='text'>Kolom: Berdayakan Wanita Papua</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-&lt;span style="font-size:100%;"&gt;INGIN &lt;/span&gt;memberdayakan wanita dalam dunia usaha di Papua, merupakan salah satu obsesi Erna F. Hakim Aituarauw. Wanita blasteran China-Serui-Tual mengatakan sangat senang jika semua wanita asli Papua khususnya memiliki pekerjaan yang bisa setara dengan kaum pria, meski mengawali karier sebagai Pimpinan CV. Erka Jaya yang bergerak di b&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3REfFamxeI/AAAAAAAAADQ/z_JuGVm84As/s1600-h/Erna.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148815574811723234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3REfFamxeI/AAAAAAAAADQ/z_JuGVm84As/s320/Erna.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;idang konstruksi dan leveransir (pengadaan jasa), seperti pengadaan ATK, alat-alat pertanian, perikanan, komputer, meubel, kantor dan lain-lain dan telah memiliki 4 orang karyawan hanya dengan ijazah SMA Gabungan di Jayapura, namun diakui Erna dari situlah tahap dia belajar berbisnis.&lt;br /&gt;“Awal saya buka bisnis dengan 4 orang karyawan, dan saya mulai belajar memeneg manajemen usaha saya dengan baik, sehingga saya bisa menjalin kerjasama dengan pihak bank, walaupun dana yang digunakan untuk membuka bisnis CV ini adalah modal sendiri, namun dengan motto kerja ingin memberikan yang terbaik bagi customer, dan menjadi terbaik dari yang terbaik,” aku wanita yang telah memiliki 5 anak dan 3 cucu itu ketika ditemui Bintang Papua, di kantornya baru-baru ini.&lt;br /&gt;Ungkap wanita bertubuh tinggi dan tegap ini, bahwa supaya bisnis tetap eksis dan berkembang (berhasil), harus ada link (jaringan-red) yang baik dengan perbankan karena dengan begitu pihak bank bisa memberikan pinjaman dana dalam mensukseskan usaha kita. Dalam hal ini, Bank Papua yang telah banyak membantu mensukseskan usahanya. “Walau kita sudah berusaha, tapi tanpa adanya bantuan dari pihak bank, tidak akan berhasil dengan baik, sehingga sangat penting memeneg manajemen perusahaan dengan baik, sehingga kita bisa dipercayai bank dalam hal ini mendapat bantuan dari mereka,” ujar wanita yang baru-baru ini merayakan ultahnya, 24 Desemeber lalu, yang enggan membocorkan tahun kelahirannya itu.&lt;br /&gt;Di awal dia berkarier sebagai pimpinan, kesulitan juga sering ditemui, walau demikian dia tetap enjoy melakoni usahanya tersebut. Tidak banyak yang tahu dari awal sampai saat ini 4 karyawannya adalah wanita, sehingga khusus untuk kontruksi, diakuinya sampai saat ini dia tidak menerima proyek dalam membangun jembatan, atau proyek yang membutuhkan kerja ekstra dan fokus untuk mengawasi full pekerjaan di lapangan, karena membutuhkan waktu yang banyak di lapangan. Sehingga dia banyak terima proyek untuk pengadaan jasa, namun tak dipungkiri jika ada proyek konstruksi diterima dan disesuaikan dengan skill yang mereka miliki (karyawan). “Hanya saja salah satu karyawati saya yang saya percayakan untuk tangani semua urusan kantor telah berpulang dan menghadap Allah (almarhum), Ati, 4 Desember lalu, saya berharap Allah memberikan gantinya yang seperti dia lagi, sangat loyalitas terhadap perusahaan,” tuturnya.&lt;br /&gt;Seiring waktu berjalan, CV. Erka Jaya melahirkan beberapa anak perusahaan yang dia pimpin, yaitu Heidy Salon dan Hair Spa Ladies and Gentle Man yang berada satu gedung dengan CV, di lantai I dan sudah berjalan kurang lebih 7 tahun. Selain itu juga membuka bisnis foto kopian dan kios kecil. Hanya saja, untuk Heidy Salon dan Hair Spa Ladies and Gentle Man, sebelum pindah di Dok V Bawah, pernah buka di APO 45 dengan nama Chen Salon selama kurun waktu 2 tahun, dan memiliki karyawan/ti sebanyak 7 orang. Disamping menambah usaha, dia juga mulai menambah pengetahun untuk mendukung kariernya, dengan berkuliah di Universitas Terbuka (UT) jurusan Ekonomi Bisnis. “Selain itu, saya sebelumnya pernah sekolah selama 3 bulan di Rudy Hadisuwarno untuk membantu kinerja di Salon dan di Martha Tilaar untuk kecantikan tahun 2005 lalu. Saya juga menyekolahkan karyawati 1 orang, Jum dan salah satu karyawan saya yang kini sudah almarhum setahun lalu, Lany, yang memiliki kinerja dan skill yang memiliki kualitas dan kuantitas tinggi, banyak sekali kenangan terbaik yang ditinggalkannya,” urainya. Tak lupa ia terangkan mengenai pola kerja baik di CV, salon maupun foto kopian, supaya tetap eksis dan maju ditegaskan dia bersaing secara sehat dalam mendapatkan proyek, sedangkan salon, dia menyiapkan SDM yang berkualitas dan memiliki skill yang berkualitas dan paling tidak minimal memiliki sertifikasi kerja di bidangnya (salon), agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada setiap customer yang datang melakukan perawatan kecantikan, tata krama dalam menyambut tamu, dan menciptakan suasana yang nyaman ketika ada customer (tamu) yang datang. “Khusus untuk SDM salon, dari trainning saya sendiri yang langsung tangani, dan mengajarkan bagaimana memberikan pelayanan perawatan salon agar customer benar-benar puas, agar mereka bisa kembali lagi kesini,” tandasnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(saf)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-398103187658090399?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/398103187658090399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=398103187658090399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/398103187658090399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/398103187658090399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/kolom-berdayakan-wanita-papua.html' title='Kolom: Berdayakan Wanita Papua'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3REfFamxeI/AAAAAAAAADQ/z_JuGVm84As/s72-c/Erna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-7263170657742870</id><published>2007-12-28T09:24:00.000+09:00</published><updated>2007-12-28T09:27:38.367+09:00</updated><title type='text'>Feature : Makna Perayaan Natal Bagi Mahasiswa Puncak Jaya, Papua di Makassar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;Perwujudan Kebersamaan Menjadi Kunci Kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Natal membawa damai, demikian tema yang diangkat pada sebuah perayaan natal oleh anak-anak mahasiswa Papua asal Puncak Jaya melalui wadah Himpunan Pelajar Mahasiswa Puncak Jaya (HPM-PJ) Makassar, Sulawesi Selatan. Walau sederhana, perayaan natal bagi mereka (mahasiswa,red) mempunyai makna yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;LAPORAN : RIZAL BASIR, MAKASSAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, 26 Desember 2007 hujan lebat terus mengguyur Kota Makassar. Awan hitam makin menyelimuti langit, cuacapun semakin dingin akibatnya perayaan natal di Kota Makassar terkesan sepi terlihat dari ruas jalan pada sudut-sudut kota sepi dilalui kendaraan yang biasanya sering membuat macet.&lt;br /&gt;            Namun, kondisi cuaca yang sepertinya kurang bersahabat tersebut bukanlah menjadi penghalang bagi mahasiswa Papua asal Puncak Jaya dalam melaksanakan perayaan Natal bersama.&lt;br /&gt;            Walau kegiatan perayaan yang sedianya dilaksanakan pada pukul 6 sore sempat molor selama sejam, dengan semangat yang tinggi dalam rangka merayakan hari kemenangan bagi umat kristiani satu demi satu mereka (mahasiswa,red) datang memadati aula asrama mahasiswa Papua.&lt;br /&gt;             Ada yang datang dengan memanfaatkan taxi dan becak, bahkan ada pula yang datang hanya dengan berjalan kaki. Maklum saja asrama HPM-PJ tempat mereka tinggal letak cukup jauh dari asrama papua tempat perayaan natal bersama tersebut (dengan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 25 menit lamanya).&lt;br /&gt;            Juwan, mahasiswa fakultas sospol Universitas Indonesia Timur (UIT) itu harus rela pakaian yang dipakainya basah hanya demi untuk bersama-sama dengan rekan-rekannya merayakan natal. Tapi, itu bukan menjadi persoalan baginya. Karena, rekannya yang tinggal di asrama Papua rela meminjamkan pakaiannya untuk dikenakan Juwan.    &lt;br /&gt;            Nampaknya, makna kebersamaan dalam setiap hubungan antara sesama mahasiswa Papua terlihat begitu dalam. Tidak salah lagi, panitia perayaan natal tersebut mengangkat pula sub tema natal yakni melalui natal kita wujudkan kebersamaan di antara kita.&lt;br /&gt;            Terbukti, kebersamaan menjadi segala-galanya bagi mereka dimana antusiasme mereka memadati aula yang berukuran 4 x 10 meter. Tidak hanya mahasiswa asal Puncak Jaya yang mengikuti kegiatan natal tersebut, rekan-rekan mahasiswa dari daerah lainnya seperti Tolikara, Wamena dan lain sebagainya pun ikut bersama-sama merayakan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;            Walau terkesan sederhana, prosesi ibadah perayaan natal berjalan cukup khidmat. Lagu-lagu persembahan natal menjadikan natal sebagai momentum yang begitu sacral bagi mereka. Nampak kucuran air mata pun tak bisa terelakkan bagi sebagian dari mereka manakala doa-doa yang mereka panjatkan untuk kedamaian bangsa dan Negara terutama bagi Propinsi Papua khususnya daerah mereka Puncak Jaya.&lt;br /&gt;            Selain daripada itu, mereka juga cukup terharu oleh karena kegiatan perayaan natal bersama yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada hari Natal dapat terlaksana walau hanya dengan upaya swadaya diantara mereka. Padahal, ditahun-tahun sebelumnya pelaksanaan tersebut mendapat bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Puncak jaya. Lagi-lagi kebersamaan menjadi kunci kesuksesan mereka.       &lt;br /&gt;            Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya, Endy Wali yang ditemui Bintang Papua disela-sela pelaksanaan natal bersama mengatakan bahwa makna natal bagi mereka adalah kebersamaan.&lt;br /&gt;            “Makna natal bagi mahasiswa puncak jaya pada khususnya dan pada umumnya bagi mahasiswa Papua adalah untuk mewujudkan rasa kebersamaan diantara mahasiswa puncak jaya dengan mahasiswa yang lain bahkan dengan seluruh muspida Kota Makassar guna meningkatkan persaudaraan antar sesama”jelasnya.&lt;br /&gt;            Katanya lagi, dengan kebersamaan maka terciptalah persaudaraan dan kedamaian serta keadilan bagi sesamanya. Kebersamaan itu menjadi sebuah kekuatan bagi mereka dalam menempuh pendidikan di negeri orang. Artinya, rasa saling bantu diantara mereka tidak pernah lepas.&lt;br /&gt;            “Contohnya, seperti kemarin ada rekan mahasiswa dari Tolikara yang tidak punya tempat tinggal setelah kontrakan rumahnya telah habis sementara dia harus melaksanakan wisuda. Melihat persoalan tersebut, kami secara spontan memberikan bantuan kepada rekan kami dengan memberikan bantuan berupa tempat tinggal dan sedikit uang untuk pelaksanaan wisudanya,”tutur.&lt;br /&gt;            Dari perayaan natal tersebut dirinya berharap keharmonisan diantara mereka terus terjalin. Dengan terwujudnya kebersamaan adalah aplikasi dari ibadahi takut akan Tuhan. Terlepas daripada itu, mereka juga sangat berharap di tahun-tahun mendatang pihak pemerintah daerah Puncak Jaya lebih responsive terhadap keinginan mereka. (Selesai)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-7263170657742870?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/7263170657742870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=7263170657742870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7263170657742870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7263170657742870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/feature-makna-perayaan-natal-bagi.html' title='Feature : Makna Perayaan Natal Bagi Mahasiswa Puncak Jaya, Papua di Makassar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8083861925473404194</id><published>2007-12-28T08:46:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:04.753+09:00</updated><title type='text'>News : Swiss-BelHotel Papua Jayapura Gelar Dine &amp; Party</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;Dengan sajian Special Gala Dinner Buffetdan Menampilkan Casual Band dari Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-Menjelang malam Tahun Baru, 01 Januari 2008 mendatang&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RA7lamxdI/AAAAAAAAADI/u3xsif8lYsc/s1600-h/Swiss+bell.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148811666391483858" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RA7lamxdI/AAAAAAAAADI/u3xsif8lYsc/s320/Swiss+bell.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; tinggal menghitung hari lagi, tepatnya tinggal 3 hari lagi, terhitung hari ini, Jum’at (28/12). Nampaknya beberapa hotel di Jayapura tak ketinggalan ikut menyemarakkan perayaan yang tiap saban tanggal 31 Januari malam dirayakan semua orang, dalam hal ini Swiss-BelHotel Papua di Jayapura dan Yasmin Hotel Jayapura yang berskala International.&lt;br /&gt;Novita Lubis, Sales Manajer Swiss-BelHotel Papua dan Iwan Suryawan, Food &amp;amp; Beverage Manajer Swiss-BelHotel Papua di Jayapura mengatakan bahwa pihak manajemen hotel akan menggelar acara menyambut malam Tahun Baru, 01 Januari 2008 untuk masyarakat Kota Jayapura yang dikemas dengan thema Dine &amp;amp; party dengan sajian special gala dinner buffet (makan malam ala prasmanan) yang dimulai dari pukul 19.00 WIT sampai pukul 20.00 WIT, dan diselingi dengan acara band yang diiringi Casual Band dari Jakarta, dengan 4 penyanyi. “Kami datangkan Casual Band dengan 4 penyanyi dari Jakarta, khusus untuk memeriahkan acara menyambut Malam Tahun Baru, 01 Januari 2008 mendatang, dan menghibur semua undangan yang hadir,” jelasnya ketika dihubungi Bintang Papua kemarin.&lt;br /&gt;Untuk bisa mengikuti dine &amp;amp; party, cukup dengan membeli ticket Rp 250 ribu per orang, selain menikmati dine &amp;amp; party, undangan bisa menikmati door prizes menarik, seperti 20 HP Nokia + Simpati, ticket pesawat Jayapura-Jakarta, voucehr menginap di Swiss-BelHotel Papua, dan lain-lain. Sedangkan ticket yang disiapkan panitia sebanyak 200 buah, dan sudah terjual sebanyak 100 san buah. “Kami juga kerjasama dengan Telkomsel,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dine &amp;amp; party ini dilaksanakan dengan mengambil area teras Cartens Swiss restoran sampai di Swimming Pool (kolam renang) bentuk memanjang, pihaknya akan pasangi tenda-tenda. Rencananya, acara digelar sampai pukul 02.00 WIT atau sampai selesai. Sambil menunggu malam puncak, pukul 00.00WIT, pihaknya akan menyalakan (bakar) kembang api yang menyala ke langit. Intinya untuk lebih menyemarakkan malam tahun baru nanti.&lt;br /&gt;Sementara itu, khusus untuk tamu yang sudah sampai kemarin (27/12) membooking kamar, pihak hotel juga menyediakan tiket khusus untuk ikut dalam acara dine &amp;amp; party, hanya dengan membayar Rp 200 ribu per orang mereka juga bisa menikmati sajian acara sama dengan tamu dari masyarakat di Kota Jayapura (instansi, pribadi, dan lainnya). “Yang sudah membeli tiket khusus tamu menginap di hotel sampai kemarin (27/12) kurang lebih 100 san buah, dan untuk hotel sudah full booking dan 96 kamar yang ada penuh semua,” tandasnya.&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Salim, SE, MM, General Manajer Yasmin Hotel mengatakan bahwa khusus tahun ini manajemen hotelnya tetap melaksanakan acara sambut tahun baru, hanya saja tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini kami hanya gelar acara makan malam saja (diner buffet), ada door prize tapi kami serahkan kepada instansi atau perusahaan intern yang turut hadir dalam acara kami di sini,” katanya ketika dihubungi Bintang Papua kemarin. Untuk bisa meniikmati makan malam, cukup dengan membayar ticket sebesar Rp 100 ribu per orang, dan dimulai dari pukul 20.30 WIT sampai selesai. Selain itu juga, untuk masyarakat ataupun tamu yang menginap di sini bisa menikmati acara malam tahun baru ini dengan paket yang lain, dan harga yang special. Untuk ticket tahun baru ini, pihaknya hanya menyediakan 75 ticket saja, karena tidak membangun kemitraan (kerjasama) untuk menyemarakkan tahun baru kali ini. “Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke reservasi hotel kami. Intinya, kami tetap menyemarakkan tahun baru dengan makan malam saja, intinya kami tetap menjawab permintaan masyarakat Jayapura, hiburan pasti ada dari hotel,” ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Jayapura M. Panggabean mengatakan Pemerintah Kota Jayapura berencana merayakan tahun baru 2008 bersama seluruh masyarakat. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti tempat perayaan tahun baru 2008 itu dilaksanakan.&lt;br /&gt;Ia mengakui, perayaan tahun baru pada 2007 lalu, dilaksanakan di Aula Kantor Walikota Jayapura, Entrop bersama seluruh rakyat.&lt;br /&gt;“ Untuk tahun ini belum tahu secara pasti, tetapi nanti akan saya koordinasikan kembali, “katanya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Saf/ti) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8083861925473404194?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8083861925473404194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8083861925473404194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8083861925473404194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8083861925473404194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-swiss-belhotel-papua-jayapura.html' title='News : Swiss-BelHotel Papua Jayapura Gelar Dine &amp; Party'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R3RA7lamxdI/AAAAAAAAADI/u3xsif8lYsc/s72-c/Swiss+bell.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8549992712788125054</id><published>2007-12-24T09:38:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:04.891+09:00</updated><title type='text'>Headline : Bintang Kejora Dilarang, Isu Merdeka Berkurang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;– &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adanya kekuatiran akan menguatnya isu merdeka setelah dikeluarkannya peraturan pemerintah yang melarang&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R28Cm1amxcI/AAAAAAAAADA/K2wiCyVkGag/s1600-h/Pangdam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147335765304722882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R28Cm1amxcI/AAAAAAAAADA/K2wiCyVkGag/s320/Pangdam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; penggunaan Bintang Kejora sebagai lambang daerah, ditepis oleh Pangdam XVII/Cendrawasih Haryadi Soetanto. Seusai melepas prajurit satgas Yonif 521/Dadaha Yudha, Pangdam menegaskan, isu merdeka tidak akan muncul lagi setelah pemerintah melarang Bintang Kejora digunakan sebagai lambang daerah. Pangdam justru lebih cenderung akan isu kesejahteraan.&lt;br /&gt;“Sekarang orang kan lebih meminta kesejahteraan,” kata Pangdam.&lt;br /&gt;Bintang Kejora, dikatakan Pangdam, adalah lambang dari gerakan separatis di Papua yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bintang Kejora ini digunakan simbol oleh Organisasi Papua Merdeka, atau yang lebih dikenal dengan singkatan OPM.&lt;br /&gt;“Kalau Bintang Kejora dijadikan lambang daerah, berarti ada keinginan untuk mendirikan negara di dalam negara, itu namanya separatis. Kalau sudah demikian, itu bukan hanya berhadapan dengan TNI tapi bangsa Indonesia,” ujar Pangdam.&lt;br /&gt;Isu rakyat Papua akan minta merdeka lagi dihembuskan oleh Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yaboisembut, mengomentari peraturan pemerintah yang melarang simbol separatis dijadikan lambang daerah.&lt;br /&gt;“Itu tidak mungkin, itu hanya perkiraan mereka saja,” kata Pangdam. Isu Bintang Kejora muncul kembali setelah pemerintah mengeluarkan PP nomor 77 tahun 2007 tentang lambang daerah. Dalam peraturan tersebut pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol milik organisasi separatis dijadikan lambang daerah di provinsi tertentu.&lt;br /&gt;Larangan ini lebih khusus untuk simbol Bulan Sabit di provinsi Aceh, simbol Bintang Kejora di provinsi Papua dan Benang Raja di Provinsi Maluku&lt;/span&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(rin/ab)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8549992712788125054?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8549992712788125054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8549992712788125054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8549992712788125054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8549992712788125054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/headline-bintang-kejora-dilarang-isu.html' title='Headline : Bintang Kejora Dilarang, Isu Merdeka Berkurang'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R28Cm1amxcI/AAAAAAAAADA/K2wiCyVkGag/s72-c/Pangdam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6129755542234095815</id><published>2007-12-24T09:19:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:05.038+09:00</updated><title type='text'>News :  PERSIS      0   vs   1    PERSIPURA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Persipura Masih Perkasa&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Raja Isa : Ini Karena Kebesaran Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;– Keperkasaan tim mutiara hitam-julukan Persipura masih berlanjut, meski sempat takluk 0-2 dari Jepara beberapa hari lalu, tim besutam Raja Isa-Mettu-Jarot itu sukses melanjutkan tren positif mereka sebagai tim kuat wilayah timur. Y, bukan meremehkan perjuangan pemain lain, tetapi sang pahlawan sekaligus sang penakluk Persis Solo wajar diberikan kepada Ernest Jeremiah, betapa tidak, &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27-x1amxbI/AAAAAAAAAC4/jeNsCHl5Ogk/s1600-h/Raja+Isa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147331556236772786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27-x1amxbI/AAAAAAAAAC4/jeNsCHl5Ogk/s320/Raja+Isa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;striker yang direkrut manajemen Persipura pada putaran kedua Liga Djarum Indonesia XIII tahun 2007 ini langsung bersinar. Buktinya, Jeremiah mampu menjadi penentu angka absolut Persipura saat menghadapi tuan rumah Persis Sabtu (22/12) pekan kemarin di stadion Manahan Solo. Gol Jeremi pada menit 83” langsung membungkam pendukung tuan rumah yang sepanjang pertandingan melakukan teror mental kepada Edu Ivakdalam cs. Gol tersebut mampu mengobati luka punggawa mutiara hitam atas Persijap empat hari sebelumnya, dengan kemenangan 0-1 itu, tahta klasemen wilayah timur yang diambil Deltras Sidoarjo beberapa hari lalu kembali digenggam pasukan merah hitam berkat gol Ernest Jeremiah tersebut.&lt;br /&gt;Dengan raihan point 58 dan menyisakan dua laga kandang, Persipura menjadi tim wilayah timur yang memiliki kans besar lolos ke delapan besar lebih dulu. Hasil yang ditorehkan tim mutiara hitam ini sesungguhnya tak mudah didapat begitu saja. Tuan rumah Persis yang dibesut pelatih caratekernya Edward Tjong sejak kick off langsung tampil menyerang, bahkan mereka ingin mengembalikan kekecewaannya atas Persiwa yang menahan mereka 1-1 sebelumnya. Dengan membawa pulang sembilan point dari empat laga tandang secara berturut-turut, menjadi prestasi luar biasa skuad mutiara hitam, sebab, ini baru kali pertamanya sang mutiara sanggup meraup angka sempurna away selama tiga kali berturut-turut sepanjang kompetisi Liga Indonesia bergulir sejak tahun 1995.&lt;br /&gt;Assisten Pelatih Persipura Raja Isa bin Raja Akram Shah tampak tenang dan mengaku kalau hasil positif pasukannya lebih pada pertolongan Tuhan, dimana kemenangan ini terasa berarti saat umat muslim merayakan Idul Adha dan umat kristiani merayakan Natal tahun 2007, oleh sebab itu, sebuah kepuasan batin yang wajar dinikmati untuk sebuah kemenangan bersama, sehingga, kalau boleh dikatakan, kemenangan Persipura kali ini merupakan kemenangan lahir batin.&lt;br /&gt;“Ya, kami bersyukur, kemenangan ini murni hanya karena kebesaran Tuhan semata. Anak-anak main disiplin, dengan mengandalkan counter attack (serangan balik) yang sangat cepat, selain itu, aplikasi ball possesion begitu baik ditunjukan tim,” aku Raja Isa-sapaan akrabnya saat dikonfirmasi Bintang Papua Minggu (23/12) kemarin.&lt;br /&gt;Dari jalannya pertandingan, Persis sesungguhnya mampu mendominasi permainan beberapa menit awal, tapi, Persipura yang enggan kehilangan angka, tetap sabar meladeni permainan Agung Setiabudi cs. Terbukti barisan belakang Persipura mampu meredam kecepatan Greg Nwukolo yang berbuah kartu merah terhadap Greg, sebab, dirinya frustasi hingga melakukan aksi kurang terpuji kepada hakim garis (menanduk kepala assisten wasit) pada menit 60” yang berakibat wasit Suhartono mengeluarkan kartu merah. Melihat Persis kekurangan pemain, Raja Isa menginstruksikan pasukannya untuk tetap sabar dan jangan terpancing meladeni permainan sang lawan. Instruksi itu berbuah jitu, saat pertandingan tersisa tujuh menit, kecepatan Jeremiah mampu menusuk masuk lini pertahanan Persis dan menjebol gawang Wahyu pada menit 83”.&lt;br /&gt;Hasil tersebut mengantarkan kembali Edu Ivakdalam cs sebagai pemimpin klasemen yang diambil Deltras, untuk itu, dalam dua laga kandang Persipura di stadion Mandala, masing-masing pada tanggal (27/12) vs Persibom dan tanggal (30/12) vs Persma Manado pasukan mutiara hitam akan lebih tenang lagi menatap delapan besar, jika mampu memenangkan dua partai home sisa ini, maka point akhir Persipura adalah 64. Pasukan Raja Isa sendiri sesuai rencana hari ini Senin (24/12) baru tiba di Jayapura dan siap menuntaskan dua laga home. &lt;strong&gt;(gol)&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6129755542234095815?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6129755542234095815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6129755542234095815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6129755542234095815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6129755542234095815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-persis-0-vs-1-persipura.html' title='News :  PERSIS      0   vs   1    PERSIPURA'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27-x1amxbI/AAAAAAAAAC4/jeNsCHl5Ogk/s72-c/Raja+Isa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-2442742981218376945</id><published>2007-12-24T08:48:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:05.348+09:00</updated><title type='text'>News : Beli Yaris Dapat Parcel Heboh dari Toyota</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R272JlamxaI/AAAAAAAAACw/XN_15U72oWg/s1600-h/fotomobil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147322068654015906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 242px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px" height="301" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R272JlamxaI/AAAAAAAAACw/XN_15U72oWg/s320/fotomobil.jpg" width="242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beli mobil Yaris dapat parcel heboh dari Toyota. Program akhir tahun inilah yang digelar PT. Hasjrat Abadi Jayapura kepada masyarakat di Jayapura dan sekitarnya, selama bulan Desember. Selain dapat parcel heboh, customer akan mendapat hadiah tambahan berupa voucer belanja yang bisa digunakan untuk membeli keperluan hari raya, atau keperluan lainnya. “Beli Yaris dapat parcel heboh dari Toyota sudah kami gelar sejak awal Desember sampai akhir tahun 2007 ini, untuk hadiah customer memas memilih,” ujar Badrun Munir, Kepala Bagian Penjualan Departemen Toyota didampingi Marke Wanget, Sales Supervisor PT. Hasjrat Abadi Cabang Jayapura ketika ditemui Bintang Papua, Sabtu (22/12).&lt;br /&gt;Hadiah yang dikemas dalam parcel heboh mulai dari peralatan rumah tangga sampai dapur, diantaranya kulkas, mesin cuci, TV, AC, DVD, dan lainnya. Sedang tambahan hadiah berupa voucer belanja senilai Rp 1,5 juta hanya dapat digunakan di SAGA Supermarket dan SAGA Dept. Store SAGA Mall Abepura, juga di Toko Joy yang menjual berbagai jenis aksesories di lantai II SAGA Mall Abepura, dan di Hasjrat Abadi Jayapura. Diluar itu, pihak SAGA Mall Abepura juga memberikan diskon 10 persen untuk berbelanja di sana.&lt;br /&gt;“Voucer senilai Rp 1,5 juta bisa dimamfaatkan untuk belanja kebutuhan hari raya Natal dan Tahun Baru, baik berbelanja di supermarket maupun di dept. storenya atau bagi yang belum membeli aksesories Natal, bisa mengunjungi Joy Aksesories. Selain itu, voucer berlaku untuk pembelian barang elektronik dengan merk Samsung, spare part kendaraan motor, mobil, oli dan lainnya,” terangnya.&lt;br /&gt;Sejak digelarnya program ini, kata Munir, respon masyarakat cukup baik, bahkan mobil Yaris sudah ada yang beli sebanyak 2 unit, baik kredit maupun cash. Untuk harga Yaris dari Rp 1.078.000 sampai Rp 203.800.000 per unit dengan varian warna yang beragam, yaitu silver metallic, pale orange mica metallic, super red V, dark blue mica, medium silver metallic, light blue mica dan black mica. Mengenai stok Yaris, ready (siap) 5 unit, dan sampai posisi 21 Desember penjualan sebanyak 14 unit di Jayapura.&lt;br /&gt;Sementara itu, target penjualan mobil di PT. Hasjrat Abadi Jayapura untuk tahun 2007 ini sebanyak 711 unit sedangkan yang sudah pihaknya jual sebanyak 714 unit, sehingga adanya peningkatan sebesar 4,2 persen. Dengan nominasi penjualan mobil Avanza sebanyak 353 unit dengan harga yang ditawarkan dari 137.900.000 per unit dengan kapasitas 1300 CC sampai Rp 152.400.000 per unit dengan kapasitas 1500 CC, Innova sebanyak 122 unit dengan harga Rp 189.300.000 per unit (tipe E-Deluxe), Rp 208 juta per unit (tipe G), dan Rp 235.700.000 per unit (tipe V).&lt;br /&gt;Selain itu, mobil pick-up High Luxe terjual 70 unit dengan harga Rp 139.100.000 per unit, Dyna sebanyak 45 unit dengan harga Rp 249.900.000 per unit, sedan Vios dan Camry sebanyak 22 unit dengan harga untuk Vios Rp 189.200.000 per unit dan Camry Rp 593.550.000 per unit, Rush sebanyak 22 unit dengan harga Rp 180.350.000 per unit (tipe G), Rp 191.200.000 per unit (tipe S), dan Rp 305.750.000 per unit (tipe S A-tomatic), dan mobil Fortuner sebanyak 20 unit dengan harga Rp 386.200.000 per unit (tipe deluxe berbahan bakar bensin), Rp 417.600.000 per unit (tipe V berbahan bakar bensin), dan Rp 306 juta per unit (diesel). “Dari semua jenis mobil yang kami pasarkan, paling mendominasi penjualan masih mobil Avanza,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, penjualan mobil posisi Nopember tahun 2007 sebanyak 645 unit dibandingkan posisi yang sama tahun 2006 lalu sebanyak 564 unit, sehingga adanya pertumbuhan kenaikan penjualan sebesar 14 persen. Dengan demikian, lanjut Munir, kenaikan penjualan dari tahun lalu ada kenaikan di tahun 2007 ini. Sehingga pihaknya optimis sampai akhir tahun bisa menjual melebihi target yang ditetapkan bersama&lt;/span&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(saf)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-2442742981218376945?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/2442742981218376945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=2442742981218376945' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2442742981218376945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2442742981218376945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-beli-yaris-dapat-parcel-heboh-dari.html' title='News : Beli Yaris Dapat Parcel Heboh dari Toyota'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R272JlamxaI/AAAAAAAAACw/XN_15U72oWg/s72-c/fotomobil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-4153169576330061598</id><published>2007-12-24T08:37:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:05.491+09:00</updated><title type='text'>Features : Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Pasca Pemekaran Propinsi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pesan Pak Bas : “Walau Pisah, Kitong Tetap Satu!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Papua kini telah mekar menjadi 2 propinsi, Papua dan Irian Jaya Barat (IJB) namun asrama mahasiswa Papua di Makassar masih tetap dihuni oleh para mahasiswa yang berasal dari kedua propinsi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;LAPORAN : RIZAL BASIR, MAKASSAR&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27zdVamxYI/AAAAAAAAACg/L7AqvsAJaGw/s1600-h/Asrama+Papua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147319109421548930" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27zdVamxYI/AAAAAAAAACg/L7AqvsAJaGw/s320/Asrama+Papua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ASRAMA MAHASISWA PROPINSI PAPUA. Begitu format tulisan yang terpampang pada atap baruga yang terletak dibawah pagar besi pintu masuk berukuran lebar sekitar 3 meter.&lt;br /&gt;Asrama Mahasiswa Papua yang letaknya di tengah kota jalan Lanto Daeng Pasewang Makassar itu meletakkan ornamen-ornamen khas Papua di pilar-pilar tembok pagar juga pada pagar besi.&lt;br /&gt;Berbeda dengan keberadaan asrama-asrama mahasiswa dari daerah lain yang tersebar di Kota Makassar, asrama mahasiswa Papua kelihatannya cukup terawat. Bangunan gedung bercat krim terlihat kokoh, taman-taman di halaman gedung asrama terlihat bersih. Itu karena belum lama ini bangunan tersebut telah selesai direnovasi. Sementara Permija (Perhimpunan Mahasiswa Irian Jaya), sebuah wadah yang mengkoordinir keberadaan mahasiswa asal Irian Jaya (kini Papua,red) yang sedang mengenyam pendidikan di setiap daerah di luar wilayah Provinsi Papua.&lt;br /&gt;Wadah ini tersebar hampir di setiap Provinsi di Indonesia yang notabene setiap tahunnya di penuhi oleh mahasiswa asal Papua yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Manado, serta daerah lainnya.&lt;br /&gt;Wadah tersebut di seluruh Indonesia dipeta-petakan menjadi beberapa bagian (cabang). Namanya, Kamasan. Untuk Kota Makassar dan sekitarnya Permija berada dalam ruang lingkup kamasan IV (Empat).&lt;br /&gt;Kita ketahui bersama, sejak keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Ma’aruf tentang pemekaran wilayah propinsi Papua menjadi dua yakni Propinsi Papua dan Propinsi Irian Jaya Barat (IJB) dengan sendirinya segala kebutuhan rakyatnya menjadi kewajiban pemerintah daerah setempat.&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan misalnya, menjadi upaya pemerintah dalam mewujudkan peningkatan sumber daya manusianya. Seperti dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang mendorong terciptanya masyarakat yang cerdas. Fasilitas-fasilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk memberikan dana bantuan studi, beasiswa dan bahkan menyediakan asrama-asrama mahasiswa yang disebar di kota-kota pendidikan, serta fasilitas-fasilitas lainnya yang notabene menjadi beban anggaran pemerintah dalam setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Jika demikian, berarti dengan diberlakukannya pemekaran wilayah administratif pemerintahan daerah menjadi dua dengan sendirinya pula upaya-upaya tersebut tadi menjadi terbagi sesuai dengan letak wilayah dimana masyarakat tersebut tinggal.&lt;br /&gt;Artinya, asrama Mahasiswa Papua yang ada di Kota Makassar dengan sendirinya lagi menjadi milik pemerintah propinsi Papua yang seyogyanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada dalam ruang lingkup pemerintahan propinsi Papua. Lantas bagaimana dengan nasib saudara-saudara kita dari Propinsi Irian Jaya Barat? Sementara kita tahu, keberadaan asrama mahasiswa Papua telah berdiri sejak lama sebelum adanya pemekaran wilayah dan telah dihuni oleh mahasiswa dari berbagai kabupaten.&lt;br /&gt;Untuk itu, Bintang Papua mencoba memotret lebih dekat penghuni asrama mahasiswa Papua. Hasilnya, asrama yang luasnya sekitar 600 meter persegi itu ternyata masih saja dihuni oleh mahasiswa yang berasal dari luar propinsi Papua yakni propinsi IJB.&lt;br /&gt;Ketua asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV Makassar, John Kapuru ketika ditemui Bintang Papua beberapa waktu lalu mengatakan sampai dengan saat ini penghuni asrama adalah mahasiswa asal Papua secara keseluruhan (maksudnya: berasal dari Papua dan IJB).&lt;br /&gt;“Pemekaran wilayah tidak mempengaruhi kebijakan di asrama mahasiswa Papua Kamasan IV Makassar. Pesan pak Bas, saat bertemu di Universitas Hasanuddin mengatakan bahwa walau pisah, kitong tetap satu,”ungkap mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) asal Kabupaten Merauke yang mengaku belum lama ini dinobatkan sebagai ketua asrama. Cukup bijak, itu karena dari pantauan Bintang Papua sejak keputusan Mendagri hingga saat ini asrama Mahasiswa Propinsi Irian Jaya Barat belum ada.&lt;br /&gt;Keharmonisan dan persaudaraan begitu melekat diantara mereka para penghuni asrama yang berjumlah 36 orang dengan kapasitas asrama sebanyak 38 kamar. Menjelang malam, nampak diskusi-diskusi kecil terjadi diantara mereka yang memanfaatkan teras kamar-kamar berletter U. Lapangan kecil yang dikelilingi kamar dimanfaatkan oleh mereka untuk berolah raga footsal setiap sore hari.&lt;br /&gt;Tidak hanya kebijakan pemerintah Papua dalam memberikan fasilitas tempat tinggal di asrama Papua bagi mahasiswa asal IJB, fasilitas-fasilitas lainnya pun diberikan sama kepada mereka. Seperti beras yang dijatah kepada mahasiswa papua sebanyak 300 ton dalam setiap tahunnya.&lt;br /&gt;“Dari jatah beras sebanyak 300 ton itu, kami bagikan setiap orangnya sebanyak 3 zak. Sisanya kami bagikan kepada setiap himpunan mahasiswa tingkat kabupaten melalui ketua himpunan masing-masing sebesar 5 zak,”terangnya. Tidak hanya itu, beban listrik dalam setiap bulannya pun menjadi tanggungjawab pemerintah propinsi Papua.&lt;br /&gt;Dibalik kebijakan Gubernur Papua tersebut diakui oleh mahasiswa asal IJB yang masih menghuni asrama mahasiswa propinsi Papua telah banyak membantu mereka dalam upaya menempuh pendidikan tinggi di Kota Daeng, Makassar.&lt;br /&gt;“Saya sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur karena kebijakan tersebut cukup banyak membantu saya dan teman-teman lainnya dalam menempuh pendidikan disini (Makassar,red),”ucap Felix Pati mahasiswa semester akhir Universitas Atmajaya asal kabupaten Manokwari.(Selesai)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-4153169576330061598?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/4153169576330061598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=4153169576330061598' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4153169576330061598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4153169576330061598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/features-penghuni-asrama-mahasiswa.html' title='Features : Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Pasca Pemekaran Propinsi'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R27zdVamxYI/AAAAAAAAACg/L7AqvsAJaGw/s72-c/Asrama+Papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8693359272442772147</id><published>2007-12-22T09:29:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:05.668+09:00</updated><title type='text'>Berita : Preview PERSIS VS PERSIPURA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;            Duel Tim Terluka&lt;br /&gt;Sore nanti Persis bentrok Persipura di Solo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;– Duel tandang pamungkas di putaran kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII tahun 2007, siap dijalani Persipura Sabtu (22/12) petang ini. Dan lawan yang akan mereka hadapi adalah tuan rumah Persis Solo. Kedua tim sama-sama mengusung misi mendulang point, terlebih tuan rumah yang tak mau hasil kurang maksimal saat menghadapi Persiwa Selasa (18/12) lalu terulang lagi.&lt;br /&gt;Nah, tuan rumah Persis Solo jelas-jelas masih terluka ketika mereka ditahan Persiwa 1-1, hal serupa juga dialami Persipura, yakni, takluk 0-2 atas tuan rumah Persijap, sehingga, &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xde1amxXI/AAAAAAAAACY/06y3eLtz33w/s1600-h/persiwa+pur.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146591258493764978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xde1amxXI/AAAAAAAAACY/06y3eLtz33w/s320/persiwa+pur.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pertandingan sore nanti di stadion Manahan Solo menjadi sebuah duel tim terluka. Luka Persis gagal mendulang point penuh, Persipura terluka lantaran takluk dan apresiasi supporter tuan rumah yang tak bersahabat selama laga berlangsung (masalah rasisme), makanya, duel ini akan dijadikan sebagai duel penyejuk kekecewaan kemarin. Assisten Pelatih Persipura Raja Isa bin Raja Akram Shah ketika dikonfirmasi kemarin tak mau sesumbar lebih, dia mengaku sudah punya resep khusus yang bakal disajikan dalam duel tersebut. Apa itu ? “Tim sudah siap main besok (hari ini-red), apapun kondisinya kami tak mau ambil pusing, sekarang bagaimana kegagalan kemarin bisa terbalas, sebab, kunci untuk membalas itu ada pada pemain yang diturunkan nanti,” aku Raja Isa kepada Bintang Papua semalam.&lt;br /&gt;Lantas, apa yang menjadi titik lemah tim pada pertandingan di Jepara kemarin ? secara khusus pelatih asli Malaysia itu mengaku tak ada yang mendasari kegagalan pasukannya di Jepara, hanya, dia berharap psikis pemain soal rasisme di tanah kelahiran ibu R.A. Kartini itu jangan sampai ikut mengalir bersama derasnya sungai bengawan Solo sore nanti. Hanya, akan ada terjadi perubahan dalam pemasangan pemain petang nanti. Pilar Timnas yang telah kembali siap diturunkan Raja Isa, seperti Ricardo Salampessy maupun Ian Luiz Kabes serta Bachtiar dan Imanuel Wanggai.&lt;br /&gt;“Akan ada pertukaran pemain, Ricardo akan saya mainkan, sementara Victor akan ditarik tengah membantu gelandang bersama Edu. Sisanya tak akan ada perubahan, khusus Ian Kabes tetap saya masukan dalam daftar pemain cadangan,” sambung Raja Isa percaya diri.&lt;br /&gt;Komitmen seorang Raja Isa dalam meramu kekuatan pasukan merah hitam harus diberikan nilai plus, sebab, saat sejumlah pilar dilanda cedera, ditambah absennya pelatih kepala Irfan Bhakti (naik haji), Raja sanggup memaksimalkan setiap pemain yang ada demi keutuhan sebuah tim. Bahkan, jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, baru musim ini stock lapis kedua Persipura sama dengan yang masuk sebagai pilar tim. Tentu saja semua pencinta tim sangat mengharapkan kekuatan seperti ini bisa terus dilanjutkan hingga kompetisi tuntas.&lt;br /&gt;Pelatih Persis Solo Edward Tjong mengaku kalau Persiwa dan Persipura sama-sama tim bagus, wajib untuk diwaspadai, namun, dia memberi sinyal kuat kalau pasukannya sudah siap menjadikan Persipura korban kedua setelah Persijap membungkam tim dari ufuk timur nusantara ini. Bila Persipura takluk, maka peluang kedelapan besar tetap belum pupus, hanya, penentuan peringkat akan menjadi alternatif terakhir dalam melihat kekuatan lawan di babak delapan besar nanti.&lt;br /&gt;Edward Tjong juga mengaku kalau Persipura adalah tim yang susah ditebak, artinya, jika dua bomber mereka Albeto dan Jeremiah Ernest dimatikan, malah pemain lain yang muncul sebagai tombak pelapis, ini yang akan diansipasi serius oleh Tjong, dia melihat sosok pemain Persipura di semua lini cukup istimewa, apalagi winck kiri maupun kanan. Lantas, siapa tim yang layak memenangkan pertandingan sore ini ? jawabnya, tim yang paling siap, dialah yang bakal memenangkan duel tersebut.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; (gol)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8693359272442772147?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8693359272442772147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8693359272442772147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8693359272442772147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8693359272442772147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/berita-preview-persis-vs-persipura.html' title='Berita : Preview PERSIS VS PERSIPURA'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xde1amxXI/AAAAAAAAACY/06y3eLtz33w/s72-c/persiwa+pur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-4704595772099489803</id><published>2007-12-22T09:15:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:05.849+09:00</updated><title type='text'>Features : Menanti Natal di Atas Puing-puing Rumah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Meski kehidupan ekonomi keluarganya, tak seperti tahun sebelumnya. Namun Juliana Tarasen, perempuan asal Serui yang mempunyai dua orang anak dan satu orang cucu itu, tetap merayakan Natal dengan mengucap syukur dan merenungkan makna keselamatan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh : Defrianti&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;Sejak 1976 lalu, perempuan asal Ansus, Serui telah menginjakkan kakinya ke kota Jayapura &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xZ31amxWI/AAAAAAAAACQ/lAmx6a4b5Qg/s1600-h/JULIANA+TARASEN.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146587289943983458" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xZ31amxWI/AAAAAAAAACQ/lAmx6a4b5Qg/s320/JULIANA+TARASEN.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan bermukim di salah satu kawasan pesisir pantai Hamadi hingga memiliki dua oranak anak serta seorang cucu.&lt;br /&gt;Sebuah rumah, dengan dinding terbuat dari kayu dan atap dari seng aluminium yang terletak dekat pasar membuat perempuan bernama Juliana Tarasen (46) yakin kehidupan ekonomi keluarganya akan membaik.&lt;br /&gt;Namun harapan itu, sirna ketika sang jago merah 2006 melahap pasar sentral Hamadi yang menjadi sumber mata pencahariannya untuk mengais rejeki.&lt;br /&gt;“ Sewaktu pasar belum terbakar, saya biasa jualan sagu dan ikan asap ( asar) tetapi setelah peristiwa itu saya mencuci baju pedagang yang berada disekitar rumah, “ katanya.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa tersebut, perempuan asli Papua itu, memilih membantu suaminya yang bekerja sebagai nelayan, untuk mencari nafkah dengan menawarkan jasa mencuci pakaian karena tidak mempunyai modal untuk berjualan.&lt;br /&gt;Juliana mengatakan, banyak petugas yang mendatangi rumah mereka untuk mendata keluarga miskin tetapi hingga saat ini belum ada bantuan yang diberikan untuk mengembangkan modal usahanya.&lt;br /&gt;“ Sertifikat pelatihan dari berbagai instansi seperti dinas perikanan,perdangangan dan koperasi sudah menumpuk namun bantuan belum ada yang kami terima untuk mengembangkan hasil pelatihan, “ tambahnya.&lt;br /&gt;Selain itu, dana pemberdayaan kampung senilai Rp100 juta yang diberikan pemerintah kepada kelurahan belum disalurkan kepada kelompok menengah maupun kecil untuk memberdayakan ekonomi kelompok tersebut.&lt;br /&gt;Bahkan keanggotaannya dalam kelompok usaha bersama (kube) juga belum mendapat bantuan malahan orang lain yang berada dalam luar kelompok itu, yang menerima dana kube.&lt;br /&gt;Juliana dengan tulus mengikhlaskan dana yang belum tersalurkan kepada rakyat miskin yang seharusnya menerima bantuan itu.&lt;br /&gt;“ Biar saja mereka pakai uang itu, nanti Tuhan yang buka jalan untuk kami, “ ungkapnya.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Ia mengakui dengan kondisi ekonominya yang pas-pasan tetap merayakan natal, sebab makna natal bukan perayaan dengan pesta-pora tetapi mengucap syukur kepada Tuhan dan merenungkan makna keselamatan dibalik pengorbanan Yesus.&lt;br /&gt;“ Kemarin kami sekeluarga sepakat memberikan sumbangan sebesar Rp50 ribu untuk membeli gula dan membuat minuman kepada tamu maupun keluarga yang berkunjung sedangkan untuk makanan Ia bersyukur mendapat bantuan daging kurban dari mesjid yang tak jauh dari rumahnya, “ ujarnya.&lt;br /&gt;Padahal, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, perayaan natal dilalui tidak seperti saat ini, dirinya hanya bisa berserah diri dan menerima semua itu sebab rencana Tuhan indah pada waktunya.(**)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-4704595772099489803?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/4704595772099489803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=4704595772099489803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4704595772099489803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4704595772099489803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/features-menanti-natal-di-atas-puing.html' title='Features : Menanti Natal di Atas Puing-puing Rumah'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2xZ31amxWI/AAAAAAAAACQ/lAmx6a4b5Qg/s72-c/JULIANA+TARASEN.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6357153019349929905</id><published>2007-12-22T05:34:00.000+09:00</published><updated>2007-12-22T09:59:17.986+09:00</updated><title type='text'>HL: Bulan Sabit, Bintang Kejora dan Benang Raja Dilarang !!</title><content type='html'>Bulan Sabit, Bintang Kejora dan Benang Raja Dilarang !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA- Pemerintah melarang penggunaan lambang Bulsn Sabit ,Bintang Kejora dan Benang Raja dibuat menjadi lambang daerah. Pelarangan ini muncul setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 77 tahun 2007, tertanggal 10 Desember. Peraturan ini mengatur tentang lambang daerah.&lt;br /&gt;Pelarangan penggunaan lambang bintang kejora ini tertuang dalam Bab IV peraturan pemerintah tersebut yang ditangatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam bab empat itu diatur tentang desain lambang daerah.&lt;br /&gt;Di pasal 6 ayat 4 dikatakan: “desain logo daerah tidak boleh mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan desain logo dan bendera organisasi terlarang atau organisasi gerakan separatis dalam NKRI.”&lt;br /&gt;Dalam penjelasan pasal dan ayat, secara tegas pemerintah melarang penggunaan logo bintang kejora dan juga burung mambruk. Selain bintang kejora, yang juga dilarang, lambang dan logo bendera bulan sabit di provinsi Aceh serta lambang bendera raja di provinsi Maluku.&lt;br /&gt;Ketiga simbol tersebut dijadikan lambang oleh gerakan perjuangan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua dan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku.&lt;br /&gt;“Keterlaluan,” kata Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yaboisembut menanggapi adanya pelarangan bintang kejora sebagai lambang daerah.&lt;br /&gt;Forkorus menilai pelarangan itu bisa memunculkan kembali isu merdeka di kalangan masyarakat Papua. Forkorus juga mengatakan bahwa bintang kejora merupakan warisan kultural masyarakat Papua.&lt;br /&gt;“Ada nilai-nilai historisnya [tentang bintang kejora],” katanya.&lt;br /&gt;Forkorus mengaku belum mengetahui dikeluarkannya peraturan itu.&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Ketua DPR Papua, Komaruddin Watubun mengaku sudah mengetahui adanya peraturan tersebut.&lt;br /&gt;“Kalau peraturan itu sudah keluar, ya mau apa lagi. Itu sudah aturan negara, jadi tidak bisa lagi [memasukkan bintang kejora dalam perdasus],” katanya.&lt;br /&gt;Senada dengan Kamaruddin, anggota DPR Papua Paskalis Kossy juga menyatakan tidak akan memasukkan unsur bintang kejora dalam perdasus lambang daerah.&lt;br /&gt;“Saya sudah tahu adanya peraturan [PP] tersebut. Kalau sudah dilarang, ya tidak perlu lagi dipersoalkan,” kata Paskalis.&lt;br /&gt;Katanya, secara historis bintang kejora memiliki muatan politis. Ia menyatakan tidak setuju nilai historis yang memiliki unsur politik dimasukkan dalam lambang daerah.&lt;br /&gt;“Jadinya kita perlu mencarikan unsur lain untuk dijadikan lambang daerah,” katanya.&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang Otsus, katanya lagi, memang diatur adanya lambang daerah untuk provinsi Papua. Tapi dalam UU tidak disebutkan bintang kejora. “Dan pembuatan lambang daerah memang menggunakan perdasus. Dengan adanya larangan lambang bintang kejora, berarti Perdasus tidak lagi mengakomodir lambang tersebut,” pungkasnya.Selain logo dan lambang bendera, dalam PP nomor 77 tersebut juga melarang penggunaan syair himne daerah yang memiliki persamaan dengan syair himne organisasi separatis. (ab/cr 1)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6357153019349929905?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6357153019349929905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6357153019349929905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6357153019349929905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6357153019349929905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/hl-bulan-sabit-bintang-kejora-dan.html' title='HL: Bulan Sabit, Bintang Kejora dan Benang Raja Dilarang !!'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6090939655627583758</id><published>2007-12-21T12:50:00.000+09:00</published><updated>2007-12-21T12:54:14.102+09:00</updated><title type='text'>News : Diteriaki “Monyet”, Persipura Kalah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Raja : Kami akui kekalahan, Tapi Rasismenya ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;– Seperti sudah diprediksi sebelumnya kalau tim kebanggan warga kota Jayapura Persipura bakal mengalami kegagalan saat bertandang ke markas Persijap Jepara Rabu (19/12) kemarin, benar terbukti. Menghadapi pasukan Yudi Suryata itu, skuad merah hitam harus takluk dengan skor telak 0-2. Kendati kalah, tim asuhan trio pelatih Raja-Mettu-Jarot itu belum bergeser peringkat di peringkat dua. Duel kedua tim ini sejak awal sudah diwanti-wanti benar oleh Raja Isa. Bahkan, dia sudah merasakan sengatan bara Jepara itu sejak masih di Jayapura. Atas kegagalan ini, hanya tinggal sekali lagi perjuangan yang harus dihadapi tim asal kota Port Numbay itu, ya, Persis Solo menjadi bidikan selanjutnya. Meskipun takluk 0-2 dari tuan rumah, pasukan mutiara hitam julukan Persipura tetap tegar, mereka tak mau terlalu lama dalam kekecewaan itu. Hanya, yang disesalkan dari pertandingan tersebut, adalah supporter tuan rumah yang masih menunjukan sikap kurang sportif, ya, selama laga berlangsung, tak jarang Jack Komboy cs diteriaki “monyet”, mendengar itu, Raja Isa berpendapat kalau sikap supporter yang menjurus ke Rasisme ini wajib dikenai sangsi PSSI.&lt;br /&gt;  Apalagi, dunia sepak bola moderen saat ini sudah mengutuk keras sikap penonton seperti itu. Lontaran keras para pendukung Persijap ini seakan mereka melihat Persipura sebagai tim asing yang tak perlu dikenali dalam negeri ini. Pada pertandingan kemarin, Persipura sesungguhnya tampil bagus, gol pembuka tuan rumah pada menit kedua babak pertama lebih pada bantuan alam (angin). Arah bola yang melambung tak diduga sang kipper Jandri Pitoy bakal berbuah gol. Praktis setelah itu tuan rumah jarang memberikan tekanan berarti bagi Persipura, bahkan, sejumlah peluang dan kesempatan Albeto cs harus tertahan lantaran sikap perangkat pertandingan (wasit dan assisten wasit) yang kurang fair.&lt;br /&gt;     Sementara gol kedua tuan rumah lahir lewat titik penalty dengan pelanggaran yang tidak jelas, gol tersebut terjadi setelah beberapa kali Persipura nyaris menyamakan kedudukan, melihat siatuasi seperti ini, wasit pun menghadiahkan tendangan penalty kepada tuan rumah pada saat waktu tersisa sepuluh menit.&lt;br /&gt;     “Kami kalah 0-2, soal hasil kami tak soal, anak-anak main bagus, terbukti banyak peluang yang didapat, tapi, ya, soal wasit saya tidak mau komentar,” tutur Raja Isa saat dikonfirmasi Bintang Papua semalam. Kendati demikian, diakui Raja kalau sepanjang partai berlangsung tim besutannya selalu dalam situasi tegang, yakni, soal rasisme yang berlebihan dikeluarkan para pendukung tim tuan rumah.&lt;br /&gt;     “Ini keterlaluan, racist (rasisme) atau panggilan monyet, terus menerus dilontarkan penonton. Saya kira ini perlu ditulis dan masyarakat tau, lalu, kalau begini, dimana sepak bola yang saling menghargai sesama pemain atau tim walaupun dalam kondisi baik maupun tidak, bahkan, RRI yang meliput langsung tau persis kondisi dilapangan,” sambung Raja serius.&lt;br /&gt;      Dengan kekalahan ini, maka Persipura yang sempat mengusung misi mencuri point di Jawa Tengah hanya tersisa satu lagi di Solo pada Sabtu (22/12) besok. “Saya kira sudah tak ada pilihan lain, apapun kondisinya kami ingin mencuri point di Solo,” lontar pelatih yang kagum dengan tim Brasil itu tegas. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(gol)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6090939655627583758?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6090939655627583758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6090939655627583758' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6090939655627583758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6090939655627583758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-diteriaki-monyet-persipura-kalah.html' title='News : Diteriaki “Monyet”, Persipura Kalah'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6776760378924397240</id><published>2007-12-21T12:24:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.073+09:00</updated><title type='text'>News : Asyik Ngobrol 5 Rumah Ludes Terbakar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;5 Rumah Ludes di Lahap si “Jago Merah”&lt;br /&gt;Di Perumahan Dinas Perikanan Provinsi Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPUYA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-Si jago merah beraksi melahap ,Perumahan Dinas Perikanan Provinsi Papua RT 04/RW.II jalan Bambu Kelurahan Trikora Jayapura Utara tepatnya dibelakang Badan Perlindungan Masyarakat Provinsi Papua Seksi Pemadam Kebakaran Milik Pemerintah Provinsi Papua, 19/12 Rabu,pukul 11.00 WIT, Yapis D0X,VI Jayapura.&lt;br /&gt;Ke lima kepala keluarga warga korban kebakaran &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2szs1amxVI/AAAAAAAAACI/EmTDqbeRLgI/s1600-h/kebakaran+Yapis.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146263844546856274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2szs1amxVI/AAAAAAAAACI/EmTDqbeRLgI/s320/kebakaran+Yapis.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tersebut,adalah Pegawai Dinas Perikanan Privinsi Papua Diantaranya sebagai berikut,Ibu koibur Pak Mulyadi., Pak Wonatorey, A wantano, pak markus,&lt;br /&gt;korban kebakaran ini, notabene bertempat tinggal di Dox.vii belakang kantor perikanan yang sedang direnovasi ,berhubung renovasi kantor Dinas perikanan provinsi papua yang menempati Aset Dinas,yang ludes tersebut, selama 6 bulan karena Dinas memindahkan mereka untuk menempati rumah tempat kejadian tersebut.&lt;br /&gt;Menurut keterangan saksi mata, Sem Managi (49) api berawal dari ujung los perumahan tersebut,tepatnya di kamar rumah yang ditempati oleh Ibu koibur,dengan tiupan angin dari pantai,sehingga api melahap lima rumah sersebut begitu cepat katanya.&lt;br /&gt;Kronologisnya bahwa, api diduga berasal dari arah belakangh tepatnya kamar dapur api kompor,ibu koibur setelah memasak nasi kemudian ibu Masak air,lalu asyik ngobrol di rumah tetangga karena kamar jadi mereka tidak tahu baru merka kaget baru keluar saya paling ujung diatas ini,begitu tetangga yangh berteriak saya orang pertama si4ram air itu memang pemilik rumah ada didalam rumah namun ,tak sadarkan diri bahwa dibawah kompor tersebut sedang nyimpan 4 jeriken minyak tanah Tandas Sem,notabene sebagai Pegawai Dinas perikanan sekaligus Tetangga korban Mengeluhkan dengan Pemadam kebakarannya,Katanya “memang Pemadam ini tetangga kami, tidak tahu entah bagaimana ,setelah satu jam kemudian baru pemadam kebakaran ada ditempat,itu pun Pemadam kebakaran dari Pemerintah kota yang ada di Apo, setelah lima rumah ini habis dilalap si jago baru pemadam mobil pemadam ada ditempat,Katanya, Lanjut Sem, Saat Peristiwa kebakaran, saya hanya siram dengan air saja,tapi tak dikendalikan dari api yang begitu cepat melahap yang diperbantukan dengan angin tersebut,sehingga kami hanya berharap pemadam kebakaran saja.tukas Sem,kepada Wartawan bintang Papua, Selain itu wakil kepala dinas perikanan Provinsi Papua Marthinus Ayomi, yang menyaksikan kejadian itu ,kepada Wartawan bintang papua mengatakan bahwa,”&lt;br /&gt;“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,dan kami harus bersyukur bahwa,nyawa kita Tuhan Masih Mau menyayangi kita, sehingga yang diludes adalah harta milik kita,karena aset dan barang itu kita bisa cari, sedangkan, nyawa ini Tuhan Punya. katanya, “Apalagi Natal dan Lebaran lagi baru, ada musibah seperti ini,sehingga kami atas keluarga Dinas perikanan Provinsi Papua prihatin dengan kejadian ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lanjut Ayomi “Tindakan pertama, kami akan mencarikan rumah kelimah kepala keluarga korban kebakaran ,dengan menempati perumahan Dinas di pantai hamadi yang hingga saat tidak menempati oleh pegawai lain, bagaimana pun juga itu tanggung jawab dari Dinas, sesudah itu, kita berusaha menganggarkan dana untuk bangun kembali lokasi dengan komplek Perumahan yang lebih bagus, katanya,&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(cr.02).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6776760378924397240?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6776760378924397240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6776760378924397240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6776760378924397240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6776760378924397240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-asyik-ngobrol-5-rumah-ludes.html' title='News : Asyik Ngobrol 5 Rumah Ludes Terbakar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2szs1amxVI/AAAAAAAAACI/EmTDqbeRLgI/s72-c/kebakaran+Yapis.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8671655122328150045</id><published>2007-12-21T12:16:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.207+09:00</updated><title type='text'>News : Informasi, Vaksin Ampuh Atasi HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Vaksin Ampuh Atasi HIV/AIDS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;– Informasi yang diberikan secara terus menerus ke masyarakat merupakan vaksi yang ampuh untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah(KPAD) &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2sxzlamxUI/AAAAAAAAACA/TOIDPW9iynU/s1600-h/karma+constan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146261761487717698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2sxzlamxUI/AAAAAAAAACA/TOIDPW9iynU/s320/karma+constan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Papua, drh. Constant Karma kepada Bintang Papua Rabu (19/12), di ruang kerjanya di Sekretariat KPAD Provinsi Papua Jl. Kesehatan No.2 Dok II Jayapura.&lt;br /&gt;“Informasi yang terus menerus merupakan vaksin yang ampuh untuk mencegah virus HIV/AIDS” tegas Karma. Ketua KPAD Papua menjelaskan bahwa sampai saat belum ditemukan vaksin yang bisa membunuh dan mengeliminir virus HIV secara total. Solusinya ialah pemberian informasi mengenai HIV yang tepat, benar, dan secara terus menerus kepada masyarakat. Harapannya adalah setelah masyarakat memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang HIV/AIDS maka ada perubahan perilaku didalam masyarakat itu sendiri sehingga dari hari ke hari jumlah penderita HIV/AIDS dapat diminimalisir. Saat ini informasi mengenai HIV dan AIDS sudah dibuat kedalam bahasa-bahasa suku di Papua dan yang baru ada saat ini hanya dalam beberapa bahasa suku dan diharapkan ke depan informasi mengenai HIV dan AIDS sudah dapat dibuat dalam semua bahasa suku yang ada di Tanah Papua.&lt;br /&gt;Ketua KPA Provinsi Papua mengatakan bahwa ada dua tugas besar yang harus dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS. Tugas pertama adalah komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Tugas ini diemban oleh KPA dan lembaga mitra serta media, baik cetak maupun elektronik. Lalu tugas kedua adalah tugas pelayanan kesehatan yang diemban oleh rumah sakit serta Dinas Kesehatan yaitu pencegahan, perawatan dan dukungan, serta pengobatan.&lt;br /&gt;Karma selanjutnya menjelaskan tentang perkembangan pencegahan dan penanggulangan HIV yang telah dicapai oleh KPA Provinsi Papua sampai saat ini. Dimana sekitar 80 % sudah terbentuk KPA di tingkat kabupaten dan kota seprovinsi Papua kecuali Kabupaten Waropen, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Mamberamo Raya. Menurut Karma belum terbentuknya KPA di keempat kabupaten ini karena masalah intern kabupaten dimaksud serta kasus HIV dikeempat kabupaten ini masih rendah. “Tetapi bukan karena kasusnya masih rendah lantas tidak segera dibentuk KPA” lanjutnya. Kemudian untuk Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura sudah ada KPA tingkat distrik dan KPA Provinsi Papua sendiri sudah mempunyai Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2007 – 2011 untuk Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Tanah Papua. Selain itu draft akhir Peraturan Daerah (Perdasi) Papua telah dibahas bersama oleh pihak DPR, Pemerintah Daerah, KPA, dan Foker LSM Papua dengan substansi utama pencegahan dan penanggulangan HIV serta perubahan Komisi Penanggulangan AIDS menjadi Badan Penanggulangan AIDS. Dengan perubahan ini maka penanganan masalah HIV dan AIDS di Tanah Papua akan menjadi perhatian utama para elit politik baik legislatif maupun eksekutif “Orang akan berebutan untuk mengurus masalah HIV dan AIDS karena institusi yang menangani HIV dan AIDS sudah berubah menjadi badan bukan komisi lagi” tegas pria enerjik ini.&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa daerah yang sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS yakni Kabupaten Merauke, Kabupaten Nabire, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. KPA Provinsi Papua juga sudah mengadakan surveilance terpadu HIV dan Perilaku tahun 2006 yang memberikan gambaran yang jelas tentang prevalensi HIV dan perilaku seks masyarakat di Tanah Papua. Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS KPA Provinsi Papua didukung oleh 8 lembaga donor dan 36 LSM yang memberikan dukungan yang sangat nyata dan sangat sinergis untuk pencegahan dan penaggulangan HIV dan AIDS di Tanah Papua.Pokja Media KPA juga telah membangun jaringan komunikasi yang luas melalui radio (FM), TV lokal dan media cetak sampai ke kampung-kampung. KPA juga telah mengadakan pelatihan Integrated Management of Adult and Adolescent Illness (IMAI) dimana telah mencapai 45 Puskesmas untuk VCT, Konselor dan Manajer Kasus sehingga sudah ada klinik VCT dan Konselor di seluruh rumah sakit di Tanah Papua.&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Gubernurnya memberikan respon yang positif sebagai pemimpin untuk upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Tanah Papua. KPA Provinsi Papua juga telah mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Papua New Guinea dalam Border Liaison Meeting (BLM) dan Joint Border Commission(JBC) untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS antar kedua daerah tetangga yang mendiami satu pulau.&lt;br /&gt;Karma lalu berkomentar mengenai temuan Pdt. Ruth Manurung bahwa salah satu suku terasing Suku Koroway yang mendiami wilayah perbatasan Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang yang menurut dugaannya telah terinfeksi virus HIV. “Untuk bisa memastikan apakah seseorang terinfeksi virus HIV atau tidak hanya melalui tes darah, bukan dengan menduga-duga seperti itu” tegasnya. Tetapi Karma membenarkan adanya kemungkinan itu, mengingat fakta di lapangan ada penduduk lokal yang disuruh mencarikan kayu gaharu lalu ditukarkan dengan kepuasan seks.&lt;br /&gt;Dr. Barry Wopari, dari Bagian Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Provinsi Papua ketika dikonfirmasi mengenai temuan ini mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi tentang hal ini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut Karma kendala paling utama yang mereka hadapi selama ini adalah masalah sumber daya manusia (SDM). “Kalau SDM-nya baik maka seseorang akan lebih cepat tahu apa yang harus dilakukan” jelas Karma.KPA sampai saat ini belum memiliki tenaga yang ahli di bidang ini. Untuk menyikapi ini maka KPA melakukan Training of Trainers (TOT) sesuai bidang kerja. Kendala berikut adalah masalah dana. Menurut Karma, dana yang mereka butuhkan sering datang terlambat. Sesuai informasi bahwa pendanaan untuk KPA telah diatur dalam Peraturan Presiden No. 75 tahun 2006, dimana dalam Bab V Pasal 15 Ayat 2 disebutkan bahwa : Semua biaya yang dibutuhkan bagi pelaksanaan tugas Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi dibebankan kepada Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Provinsi. “Sumber pendanaan kami adalah APBD, tetapi sering terlambat” ujarnya. Karma lebih lanjut mengatakan bahwa sudah setahun staf KPA belum mendapatkan gaji karena keterlambatan ini.&lt;br /&gt;Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS (per 30 September 2007) sudah mencapai angka 3434. Dimana kelompok usia produktif ( umur 20-29 tahun) yang paling banyak terinfeksi. Sedang menurut jenis kelamin kelompok pria menduduki peringkat teratas dengan jumlah penderita HIV/AIDS 1774 orang dan kelompok resiko heteroseks 3188 orang. Kabupaten Mimika menduduki peringkat teratas diantara 5 besar penyebaran HIV / AIDS dengan jumlah penderita 1382, disusul Kabupaten Merauke dengan jumlah penderita 934, Kabupaten Biak dengan jumlah penderita 342, Kabupaten Nabire dengan jumlah penderita 307, dan Kota Jayapura dengan jumlah penderita 205 orang.&lt;br /&gt;Karma menghimbau kepada masyarakat untuk mencari infrormasi yang tepat dan benar sehingga memudahkan mereka untuk menjaga diri terhadap virus HIV dan AIDS dan jangan mendiksriminasikan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di tahun 2008 mendatang KPA akan semakin gencar untuk memberikan informasi kepada masyarakat sampai ke seluruh pelosok Tanah Papua tentang pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS serta akan lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(cr-1)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8671655122328150045?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8671655122328150045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8671655122328150045' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8671655122328150045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8671655122328150045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-informasi-vaksin-ampuh-atasi.html' title='News : Informasi, Vaksin Ampuh Atasi HIV/AIDS'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2sxzlamxUI/AAAAAAAAACA/TOIDPW9iynU/s72-c/karma+constan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-598621908111405503</id><published>2007-12-21T12:05:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.353+09:00</updated><title type='text'>Headline : Ribuan Umat Muslim di Papua Rayakan Idul Adha</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;"&gt;Umat Muslim di Papua Rayakan Idul Adha&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Ribuan umat muslim di Papua kemarin merayakan Hari raya lebaran haji Idul 1428 Adha. Perayaan lebaran haji berlangsung diberbagai tempat. Di Jayapura misalnya, sholat ied berlangsung . Di Masjid Raya sekitar seribu umat muslim yang berdatangan dari sekitar masjid dan tempat lainnya untuk melaksanakan shalat idhul Adha bersama . Bertindak sebagai Imam,Di masjid yang terletak dietangah pusat kota ini imam H. Zaiful Ashad, dengan khotib KH Andi Muhammad Arsyad Djabbar yang merupakan pimpinan pondok pesantren Al I`tidaiyiah Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Dalam khotbahnya, khotib mengutarakan makna dari lebaran idhul adha. Maknanya antara lain: tidak hanya berbagi dengan kaum miskin dan anak-anak fakir serta golongan ekonomi tidak mampu, tapi juga memaknainya dengan kecintaan terhadap Tuhan.&lt;br /&gt;Diceritakan, idhul adha lebih dikenal dengan idul qurban. “Ini karena adanya perintah Allah SWT &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2svkVamxTI/AAAAAAAAAB4/6Z1aj5TeFVU/s1600-h/Pangdam+XVIICenderawasih.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146259300471457074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2svkVamxTI/AAAAAAAAAB4/6Z1aj5TeFVU/s320/Pangdam+XVIICenderawasih.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Perintah itu datang dalam mimpi pertamanya. Karena nabi tidak percaya, perintah itu datang lagi dalam mimpi keduanya. Sampai tiga kali. Dalam mimpi itu diriwayatkan, Allah SWT sedang menguji kadar cinta sang nabi ke tuhannya. Apakah kadar cinta itu melebihi cinta kepada si anak.”&lt;br /&gt;Sementara itu di lokasi lain, tepatnya di pelataran kantor Gubernur Papua di Dok II Jayapura, sholat ied juga dihadiri ratusan umat muslim dari seputaran kota Jayapura. Sholat Ied ini diimami Ustads Ahmad Maulana.&lt;br /&gt;Usai sholat ied, hari raya dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Di Masjid Raya dilanjutkan dengan acara pemotongan hewan qurban . Hewan yang dipotong sebanyak 13 ekor sapi ditambah 2 ekor kambing.&lt;br /&gt;“Sebanyak 8 ekor sapi dan 2 ekor kambingnya dipotong di masjid ini,” kata Haji Aris, ketua panitia.&lt;br /&gt;Delapan ekor sapi dan 2 kambing ini dibagikan ke 375 keluarga.&lt;br /&gt;“Kita utamakan yang keluarga tidak mampu. Kemudian juga jemaah masjid,” katanya.&lt;br /&gt;Lima ekor sapi sisanya dibagi ke Hotel Ermashita, Aspol dan Polimak.&lt;br /&gt;“Satu ekor dipotong di Ermashita, dua di Aspol dan dua di Polimak.”&lt;br /&gt;Di Argapura, pemotongan sapi sebanyak 5 ekor. Di sini pembagian diberikan ke sedikitnya 300 kaum tidak mampu.&lt;br /&gt;Pemotongan hewan-hewan ini dilanjutkan dengan pembagian daging. Di Masjid Raya, pembagian daging menggunakan kupon. Sejak jam satu siang, antrian kupon permintaan gading qurban mulai terlihat. Puncaknya menjelang jam 4 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kodam 34 Sapi dan 15 Kambing&lt;br /&gt;Sementara itu, perayaan hari raya Idul Adha juga berlangsung di Makodam XVII/Cenderawasih. Sebanyak 34 ekor sapi dan 15 ekor kambing dijadikan qurban. Proses penyembelihannya dilaksanakan di satuan masing-masing. Sementara ibadah sholat Idul Adha dilaksanakan di lapangan Apel Kompleks Makodam XVII/Cendrawasih, Kamis (20/12) pagi sekitar pukul 06.15 WIT. Dan dihadiri oleh Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Haryadi Sutanto dan ibu Haryadi Sutanto, beserta segenap jajaran Kodam XVII/Cendrawasih dan masyarakat sekitar yang beragama muslim.&lt;br /&gt;Ibadah sholat dipimpin imam Ustadz H. Muhammad Dawam S.Ag, sementara bertindak khotib adalah Ustadz Samsul Maarif S.Ag&lt;br /&gt;Dalam khutbahnya, Ustadz Maarif membahas tentang keadaan masyarakat saat ini yang cenderung memiliki pola hidup pragmatis, hedonis, individualis dan materialistis.&lt;br /&gt;“Akibatnya mereka semakin mencari keunggulan diri tanpa memikirkan nasib orang lain,” ujar Ustadz Maarif.&lt;br /&gt;Makna perayaan hari raya Qurban kali ini, kata Ustadz, semoga dapat membentuk pribadi yang berjiwa sosial dan peka terhadap kondisi sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;“Dengan keyakinan ini, seorang muslim yang memiliki kepekaan sosial tinggi akan mudah melakukan amal kebajikan,” harapnya.&lt;br /&gt;Setelah ibadah sholat Idul Adha, Pangdam Haryadi Soetanto menyerahkan secara simbolis satu ekor sapi kepada Ketua Panitia Qurban, Mayor Inf. Abdullah Faqih, S.Ag, yang selanjutnya diserahkan kepada petugas untuk lakukan penyembelihan. Untuk markas Kodam sendiri, hewan yang diqurbankan yakni 3 ekor Sapi dan 6 ekor Kambing.&lt;br /&gt;Daging hewan Qurban ini, selanjutnya akan diberikan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura, Pondok Pesantren Yabunaya Yoka, Pondok Pesantren Darul Maarif Pasar Lama Abepura, Pondok Pesantren DDI Entrop, dan warga fakir miskin di sekitar kompleks Makodam XVII/Cendrawasih. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(ab/rin)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-598621908111405503?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/598621908111405503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=598621908111405503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/598621908111405503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/598621908111405503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/headline-ribuan-umat-muslim-di-papua.html' title='Headline : Ribuan Umat Muslim di Papua Rayakan Idul Adha'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2svkVamxTI/AAAAAAAAAB4/6Z1aj5TeFVU/s72-c/Pangdam+XVIICenderawasih.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-8439746292116312539</id><published>2007-12-21T11:53:00.001+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.512+09:00</updated><title type='text'>News : Demo Tolak Pemekaran Dihadang Polisi</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;"&gt;Polisi Hadang Pendemo Tolak Pemekaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAYAPURA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Kepolisian sektor kota (Polsekta) Abepura bersama satu pleton Brigade mobil (Brimob) Polda Papua dan satu pleton Dalmas Polresta Jayapura, Rabu (19/12), menghadang satu truk pendemo dari Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tanah Papua (KMMPTP) di Padang bulan saat hendak menuju ke Kantor Gubernur Provinsi Papua untuk menyampaikan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2stB1amxSI/AAAAAAAAABw/gFYZKg8ScYI/s1600-h/polisi+hadang+unjuk+rasa.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146256508742714658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2stB1amxSI/AAAAAAAAABw/gFYZKg8ScYI/s320/polisi+hadang+unjuk+rasa.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aspirasi penolakan pemekaran di wilayah enam kabupaten Pegunungan tengan Papua .&lt;br /&gt;KMMPTP itu, sejak pukul 09.00 WIT telah beranjak dari sekertariat mereka di Waena untuk menuju kantor Gubernur Provinsi Papua yang terletak di Jalan Soasiu Dok II bawah Jayapura dengan menggunakan sebuah truk sambil membawa satu buah spanduk dan tiga pamflet yang bertuliskan “ pemerintah Jakarta segera membatalkan enam kabupaten wilayah pemekaran Pegunungan Tengah di Provinsi Papua, Stop pemekaran transmigrasi modern faksi gaya baru meminorotaskan rakyat bangsa Papua, Orang Asli Papua ditipu oleh pemerintah pusat dan adu domab, jakrta stop kambing-hitamkan bangsa papua dan pemerintah menipu masyarakat asli Papua sadar bahwa orang Papua punah dan pulau ini jadi bahan cerita orang hitam pernah hidup”.&lt;br /&gt;Koordinator KMMPTP Sebby Sambom mengatakan penghadangan yang dilakukan aparat merupkan proses pembungkaman terhadap suatu proses demokrasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.&lt;br /&gt;“ Surat telah pemberitahuan demo telah kami sampaikan Senin (17/12) malam kepada Polresta Jayapura, “ ujarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, Sebby menyebutkan penghadangan itu, merupakan pembunuhan karakteristik masyarakat Papua dalam menyampaikan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kapolsekta Abepura Dominggus Rumaropen mengatakan penghadangan itu dilakukan polisi sesuai dengan Undang -Undang Nomor 09 tahun 1992 tentang penyampaian pendapat di muka umum yaitu tiga kali 24 jam pendemo harus memberikan surat pemberitahuan kepada polisi.&lt;br /&gt;“ Para pendemo yang akan menyampaikan aspirasi itu belum memberikan surat pemberitahuan, makanya kami hadang, “ katanya.&lt;br /&gt;Rumaropen menyebutkan, jika sampai terjadi pemaksaan kehendak dalam penyampaian aspirasi itu, pihaknya akan memproses pendemo sesuai pasal 312 Kitab Undang –Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindakan melawan petugas.&lt;br /&gt;“ Aksi-aksi boleh-boleh saja tapi jangan sampai masyarakat terganggu, “ tambahnya.&lt;br /&gt;KMMPTP usai di hadang polisi, mereka yang terdiri dari perwakilan sebanyak 10 orang di bawa ke Polresta Jayapura untuk berdialog dengan Kapolresta Jayapura AKBP Roberth Djoenso. (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;ti/CR-04)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-8439746292116312539?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/8439746292116312539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=8439746292116312539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8439746292116312539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/8439746292116312539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-demo-tolak-pemekaran-dihadang.html' title='News : Demo Tolak Pemekaran Dihadang Polisi'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2stB1amxSI/AAAAAAAAABw/gFYZKg8ScYI/s72-c/polisi+hadang+unjuk+rasa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-3177735442933110636</id><published>2007-12-19T10:45:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.608+09:00</updated><title type='text'>Berita :Waspadai Faktor Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2h8_VamxRI/AAAAAAAAABo/HTdlV27TlCw/s1600-h/sampah+Plastik.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145500001793131794" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2h8_VamxRI/AAAAAAAAABo/HTdlV27TlCw/s320/sampah+Plastik.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Manifestasi klinis infeksi virus Dengue termasuk didalamnya Demam Berdarah Dengue sangat bervariasi, mulai dari asimtomatik, demam ringan yang tidak spesifik, Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, hingga yang paling berat yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS). Dalam praktek sehati-hari, pada saat pertama kali penderita masuk rumah sakit tidaklah mudah untuk memprediksikan apakah penderita Demam Dengue tersebut akan bermanifestasi menjadi ringan atau berat. Infeksi sekunder dengan serotipe virus dengue yang berbeda dari sebelumnya merupakan faktor resiko terjadinya manifestasi Deman Berdarah Dengue yang berat atau Dengue Shock Syndrome (DSS).&lt;br /&gt;Namun sampai saat ini, mekanisme respons imun pada infeksi oleh virus Dengue masih belum jelas, banyak faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue, antara lain faktor host, lingkugan (environment) dan faktor virusnya sendiri. Faktor host yaitu kerentanan (susceptibility) dan respon imun.&lt;br /&gt;Faktor lingkungan (environment) yaitu kondisi geografi (ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembaban, musim); Kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk). Jenis nyamuk sebagai vektor penular penyakit juga ikut berpengaruh. Faktor agent yaitu sifat virus Dengue, yang hingga saat ini telah diketahui ada 4 jenis serotipe yaitu Dengue 1, 2, 3 dan 4.&lt;br /&gt;Tiga M&lt;br /&gt;Sujono juga mengatakan metode lingkungan untuk mencegah DBD dengan tiga “M” yaitu menguras bak mandi atau penampungan air, sekurang-kurangnya sekali seminggu. Mengganti atau menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, Menutup dengan rapat tempat penampungan air dan Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumahdan lain sebagainya.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Cr-01/ti)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-3177735442933110636?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/3177735442933110636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=3177735442933110636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3177735442933110636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/3177735442933110636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/berita-waspadai-faktor-lingkungan.html' title='Berita :Waspadai Faktor Lingkungan'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2h8_VamxRI/AAAAAAAAABo/HTdlV27TlCw/s72-c/sampah+Plastik.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-4100965841747155571</id><published>2007-12-18T10:04:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.783+09:00</updated><title type='text'>News : Puluhan Warga Suku Koroway Diduga Terjangkit Virus HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;JAYAPURA&lt;/strong&gt; – Puluhan warga suku Koroway, suku primitif yang tinggal di wilayah perbatasan antara Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang diduga terjangkit virus HIV/AIDS. Padahal, populasi warga suku ini kurang lebih seratus jiwa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cj4FamxNI/AAAAAAAAABM/KleF7hxWnLw/s1600-h/Suku+Terasing-+Koroway.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145120545727497426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cj4FamxNI/AAAAAAAAABM/KleF7hxWnLw/s320/Suku+Terasing-+Koroway.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Informasi tersebut disampaikan Pdt. Ruth Manurung, Pendeta GKI yang selama 8 tahun mengadakan penginjilan di wilayah suku terasing yang mendiami wilayah Terfones, Dules dan Milky. Suku Koroway adalah suku primitif yang bertempat tinggal di pohon dan menggantungkan hidupnya dari berburu dan meramu.&lt;br /&gt;Diduga mereka yang jarang terjangkit virus mematikan ini setelah adanya kontak dengan para pencari gaharu yang menembus keterisolasian wilayah mereka.&lt;br /&gt;“Mereka terjangkit virus ini melalui para pencari gaharu yang masuk ke wilayah ini,” ungkap Pendeta Manurung.&lt;br /&gt;Menurut pendeta Manurung bahwa secara kasat mata sejumlah penduduk suku Koroway memperlihatkan ciri-ciri penderita HIV/AIDS. Gejalanya seperti sariawan, hepatitis, penyakit kulit, tumbuh jamur di mulut, serta ciri-ciri lainnya yang dapat ditemukan pada penderita HIV/AIDS, bahkan ada yang badannya menyusut hingga akhirnya meninggal.&lt;br /&gt;“Temuan adanya dugaan puluhan warga suku Koroway yang masih tinggal di pohon itu sudah disampaikan kepada dinas instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Pemkab Keerom,” ujar Ruth Manurung.&lt;br /&gt;Kasus HIV dan AIDS sejak pertama kali ditemukan di Merauke pada tahun 1992, terus meningkat dan kini telah menyebar hampir ke seluruh kabupaten di Provinsi Papua. Data terakhir kumulatif per 30 September 2007 menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV /AIDS yang saat telah mencapai angka 3443 kasus.&lt;br /&gt;Sebab itu sudah saatnya semua pihak terkait saling bekerjasama untuk menanggulangi hal ini. Baik pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, KPAD dan LSM yang bergerak di bidang pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS. (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;CR-01&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-4100965841747155571?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/4100965841747155571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=4100965841747155571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4100965841747155571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/4100965841747155571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/news-puluhan-warga-suku-koroway-diduga.html' title='News : Puluhan Warga Suku Koroway Diduga Terjangkit Virus HIV/AIDS'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cj4FamxNI/AAAAAAAAABM/KleF7hxWnLw/s72-c/Suku+Terasing-+Koroway.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-321217045347570986</id><published>2007-12-18T09:44:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:06.915+09:00</updated><title type='text'>Headline: Gubernur Bernabas Suebu dan Jhon Tabo Dapat Penghargaan dari Presiden SBY</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terkait Penanggulangan Kemiskinan di Papua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAYAPURA&lt;/strong&gt;– Gubernur Papua Barnabas Suebu &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cb8VamxLI/AAAAAAAAAA8/Tb9TyTPQI54/s1600-h/john+tabo+-+bas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145111822648919218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cb8VamxLI/AAAAAAAAAA8/Tb9TyTPQI54/s320/john+tabo+-+bas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan Bupati Tolikara Jhon Tabo meraih penghargaan Prakarsa Pembangunan Manusia Indonesia Tahun 2007, dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diserahkan melalui Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Abu Rizal Bakrie&lt;br /&gt;Acara pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Birawa, Hotel Bumi Karsa kompleks Bidakara Pancoran Jakarta Selatan, Senin (17/12), dan dihadiri oleh seluruh Gubernur dan Bupati se-Indonesia.&lt;br /&gt;Kedua pemimpin rakyat Papua tersebut, meraih penghargaan bergengsi menyaingi para pemimpin dari daerah lain se-Indonesia, karena dinilai oleh pemerintah pusat mampu memberi kontribusi positif, dalam penanggulangan kemiskinan di daerahnya. Dimana seperti diketahui, Papua adalah salah satu daerah di Indonesia yang kehidupan masyarakatnya masih jauh tertinggal dari daerah lain. Terutama masyarakat yang hidup di wilayah pegunungan, termasuk di Kabupaten Tolikara.&lt;br /&gt;Atas penghargaan ini, Bupati Tolikara ketika dihubungi via telepon semalam mengaku senang dan menganggap penghargaan ini sebagai kado Natal istimewa di Tahun ini, yang diberikan Tuhan untuk dirinya, keluarga terlebih masyarakat Tolikara, Pegunungan Tengah dan masyarakat Papua pada umumnya .&lt;br /&gt;“Saya sangat bersyukur pada Tuhan atas penghargaan ini, saya merasa ini kado Natal teristimewa yang saya terima di Tahun ini, dan saya mau persembahkan buat keluarga saya, orang tua saya, dan terlebih seluruh masyarakat Tolikara yang sudah memberikan partisipasi dan dukungannya sehingga saya bisa meraih penghargaan ini,” akunya di balik telepon.&lt;br /&gt;Diakui, penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Bas Suebu dan dirinya adalah bukti kepercayaan pemerintah pusat kepada rakyat Papua.&lt;br /&gt;“Penghargaan ini sepantasnya kembali kepada rakyat, karena merupakan manifestasi dari dukungan rakyat terhadap program pemerintah yang dilakukan di kampung terpencil,” katanya.&lt;br /&gt;Selama dua Tahun kabupaten Tolikara berdiri, lanjutnya, sudah banyak terobosan yang dibuat baik dari segi pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan bahkan dari segi keamanan. Dimana selama kepemimpinannya, masyarakat Tolikara hidup aman dan tentram. Dengan penghargaan ini, akunya, semoga bisa menjadi motivasi dan mendorong dirinya dan juga pemerintah Tolikara agar bisa lebih giat lagi di dalam membangun Tolikara ke depan, agar tidak lagi tertinggal tapi bisa sejajar dengan daerah lain.&lt;br /&gt;Kaka Bas dan Jhon Tabo adalah dua wakil Papua yang tampil terhormat pada akhir Tahun 2007, merupakan pahlawan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Kalau kaka Bas berjuang untuk memajukan rakyat Papua secara universal, dalam arti melayani rakyat di gunung dan di pesisir pantai. Sedangkan Jhon Tabo bergerilya di wilayah pegunungan dan hutan rimba terpencil untuk mengangkat harkat dan martabat mereka yang tertinggal di balik-balik gunung.&lt;br /&gt;Setelah acara penyerahan penghargaan, Bupati Jhon Tabo mendapat kehormatan menyampaikan materi program yang dilakukan di Tolikara di hadapan para peserta Kongres Nasional Pembangunan Manusia Indonesia. Selain Provinsi Papua dan Kabupaten Tolikara, daerah lain yang menerima penghargaan antara lain Provinsi Gorontalo, Jawa Timur, Lampung dan Palangkaraya. Kabupaten Karang Anyar, Kampar, Pinrang dan Boyolali, serta 5 Kotamadya lainnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(rin) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-321217045347570986?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/321217045347570986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=321217045347570986' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/321217045347570986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/321217045347570986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/headline-gubernur-bernabas-suebu-dan.html' title='Headline: Gubernur Bernabas Suebu dan Jhon Tabo Dapat Penghargaan dari Presiden SBY'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2cb8VamxLI/AAAAAAAAAA8/Tb9TyTPQI54/s72-c/john+tabo+-+bas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-1056655913809635091</id><published>2007-12-18T09:30:00.001+09:00</published><updated>2007-12-18T09:43:22.172+09:00</updated><title type='text'>Sepak Bola : PERSIS    vs  PERSIWA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;"&gt;Tetap Waspada !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Djoko : Siapa lebih siap dia yang menang&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAYAPURA&lt;/strong&gt;-Tak ada lagi rasa kesal maupun kecewa pada tim Badai Pegunungan Tengah-julukan Persiwa Wamena, pasalnya, Selasa (18/12) petang nanti di Stadion Manahan Solo, skuad tim hijau hitam ini bakal menghadapi tuan rumah Persis Solo dalam lanjutan putaran kompetisi Liga Djarum Indonesia XII tahun 2007. Ya, ini merupakan satu dari dua laga tandang pamungkas Herman Runtini cs, hasil kurang bagus yang mereka peroleh di Pasuruan dan Malang, menjadi cambuk tim untuk kembali membuktikan diri sebagai salah satu kontestan wilayah timur yang garang.&lt;br /&gt;Apalagi saat ini posisi mereka yang berada di runner up sudah bergeser hingga ke peringkat empat group timur. Persiwa digeser Arema dan Deltras Sidoarjo yang saat ini memimpin tahta klasemen wilayah timur. Lalu, bagaimana Pelatih Persiwa Djoko Susilo bersam pasukannya menatap pertandingan kali ini ?&lt;br /&gt;“Yang pasti persaingan empat besar jadi ramai, itu setelah Deltras ditahan Persebaya (1-1) kemarin, sementara lawan yang akan kami hadapi adalah Persis, mereka sebenarnya sangat tipis peluang ke empat besar, namun, yang dikejar bagaimana bisa lolos super liga musim depan,” kata Djoko saat dikonfirmasi Bintang Papua semalam.&lt;br /&gt;Duel sarat gengsi dengan misi yang berbeda ini bakal menarik untuk ditonton, ya, tuan rumah yang terkenal garang dengan Laskar Pasopati-julukan sporter Persis itu, siap menghentikan ambisi sang tamu yang juga tidak ingin pulang dengan tangan hampa. Tidak hanya itu, Persis Solo sendiri masih terbesit luka, apalagi kalau bukan kekalahan telak 0-3 yang mereka derita saat main di Wamena (18/2) lalu. Tentu saja kekalahan itu ingian di balas oleh Eduard Tjong yang saat ini naik menjadi pelatih, sementara saat takluk di putaran pertama lalu, Persis masih ditangani Suharno.&lt;br /&gt;“Kami tetap mengantisipasi kebangkitan Persis, mereka sedang dalam kondisi bangkit, ini yang harus kami waspadai, jangan sampai kami berlebihan percaya diri tetapi lupa dengan lawan, mereka juga ingin masuk super liga, posisi di klasemen saat ini membuat tim ini tak mau kehilangan point kandang,” sambung Djoko yang terkenal low profile itu.&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana Djoko melihat pertandingan sore nanti ? dengan penuh kerendahan, pelatih yang cukup tahu karakter Persiwa ini tetap melihat kalau siapa yang lebih siap dialah yang layak memenangkan pertandingan, karena, kedua tim sama-sama menyimpan ambisi menang, itu sudah jelas akan membakar semangat bertanding kedua tim selama 90 menit berlangsung.&lt;br /&gt;“Saya kira siapa yang lebih siap, dia yang akan memenangkan pertandingan, kalau kami lengah, bisa saja kami gagal, sebaliknya, kalau mereka yang lengah, anak-anak sudah saya instruksikan untuk memanfaatkan peluang sekecil apapun,” tegas Djoko serius.&lt;br /&gt;Djoko sadar kalau ini partai tandang dan tidak mudah mencuri point dikandang lawan, tapi, sebuah episode positif yang mereka raih ketika menang atas PSIM 1-0 di putaran kedua kemarin, semakin memperkuat rasa percaya diri tim ini untuk mampu membawa pulang point yang diharapkan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(gol)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-1056655913809635091?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/1056655913809635091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=1056655913809635091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1056655913809635091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/1056655913809635091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/sepak-bola-persis-vs-persiwa.html' title='Sepak Bola : PERSIS    vs  PERSIWA'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-59233804768387200</id><published>2007-12-18T01:58:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:07.113+09:00</updated><title type='text'>Enita Rouw, Orang dengan HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menemukan Kembali Semangat Untuk Tetap Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;oleh: Klemens RM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Vonis mati untuk ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) tak membuatnya takluk. Kesedihan yang mendera tak selamanya harus diikuti. Inilah perjalanan hidup yang harus dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;iang di pelataran parkir Toko Sumber Makmur, di lingkaran Abepura, Jayapura . Enita Rouw sedang sibuk mengatur keluar masuknya mobil dari parkiran toko. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2au0lamxKI/AAAAAAAAAA0/UbDQNYDTwwc/s1600-h/CIMG0002.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144991842737505442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2au0lamxKI/AAAAAAAAAA0/UbDQNYDTwwc/s320/CIMG0002.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari itu ia mengenakan stelan kaos berwarna kuning, dengan hiasan warna merah pada lengan kiri dan bagian bawah. Di lehernya melingkar kantong warna merah menyala, tempat ia menaruh telpon genggam.&lt;br /&gt;Di kepalanya melingkar topi golf, melindungi wajahnya dari sengatan matahari. Model rambutnya tomboy, mencirikan sifatnya yang kelaki-lakian.&lt;br /&gt;Disela-sela mengatur parkir di Toko Sumber Makmur, Enita keluar dari lokasi parkiran, menuju barisan taksi (angkot) Waena yang mangkal tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;Ia pun berteriak, “Waena Waena Waena,” ke arah calon penumpang.&lt;br /&gt;Satu per satu penumpang taksi jurusan Waena naik. Setelah penuh, taksi pun jalan. Uang seribu rupiah Enita terima dari balik kaca sopir taksi.&lt;br /&gt;Enita menjalani pekerjaan tukang parkir dan calo hanya setengah hari. Kebetulan hari itu ia mengambil giliran shift pagi. Jadi sebentar lagi ia bisa menjalani pekerjaan lain, menjualkan pinang milik temannya.&lt;br /&gt;Dibalik semangat kerjanya hari itu, Enita menyimpan kesedihan mendalam sebagai seorang penderita HIV/AIDS. Namun jarang sekali ia memunculkannya di depan orang. Apalagi di depan anak satu-satunya. Hanya keceriaan yang ingin ia tampilkan, seperti saat ditemui di Shelter Jayapura Support Group (JSG), di Jl. Ayapo No.12 Abepura, Jayapura.&lt;br /&gt;“Saya ini mengidap HIV/AIDS, tapi anak saya tidak,” kata Enita.&lt;br /&gt;Keceriaan ini berbeda saat divonis terjangkit HIV/AIDS, November 2004. Ketika itu usianya baru 24 tahun.&lt;br /&gt;“Saat itu yang ada hanya putus asa dan tak ada semangat hidup. Cita-cita sepertinya lenyap seketika,” katanya mengingat kejadian 3 tahun silam.&lt;br /&gt;Lalu siksaan batin pun menderanya selama 2 bulan.&lt;br /&gt;Untunglah datang JSG.&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2005, semangat hidup Enita kembali. Ia berpikir bahwa tak bisa terus-terusan meratapi apa yang terjadi. “Saya tak patut menyesalinya. Saya tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. [Apa yang terjadi] ini adalah dari kesalahan saya sendiri.”&lt;br /&gt;Enita anak ke-4 dari sekian saudara. Ia termasuk anak yang cukup nakal. Kehidupannya dekat dengan jalanan. Sex, miras dan narkoba jadi konsumsi sehari-hari. Gonta-ganti pasangan menjadi bagian dari hidupnya saat itu. Dari situlah ia tiba-tiba merasa perlu tes darah di JSG. Hasilnya ia ambil di klinik VCT RSUD Dok II Jayapura.&lt;br /&gt;“Saya tak tahu dari siapa virus itu menular ke saya.”&lt;br /&gt;Enita tak ambil pusing lagi, mencari siapa yang menularinya penyakit mematikan itu. Dorongan demi dorongan dari JSG membuatnya bertahan hidup. Apalagi masih ada 1 anak yang perlu dapat perhatian dan kasih sayangnya.&lt;br /&gt;Dorongan itu yang akhirnya membuat Enita aktif dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan tambahan. Ia pernah jadi outreach worker pada Yayasan Harapan Ibu. Ia pun pernah menjalani pekerjaan di Pusat Studi Kependudukan Uncen. Terakhir tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2007 Enita mendapat kepercayaan dari JSG, mengikuti Kongres ODHA di Hotel Lido, Bogor, Jawa Barat.&lt;br /&gt;Kini yang ingin ia lakukan adalah membesarkan anaknya di lingkungan dan keluarga yang selalu memberikan perhatian. Tak ada diskriminasi dari teman, keluarga dan lingkungannya.&lt;br /&gt;“Anak saya adalah inspirasi, dan semua usaha yang saya lakukan saat ini semata-mata untuk membesarkan dan menyekolahkan dia, dan saya ingin setelah besar nanti dia bisa mengerti bagamana ibunya berusaha untuk membesarkan dan menyekolahkannya” kata Enita.&lt;br /&gt;Ia pun lalu memberikan pesan agar stigmatisasi ODHA yang hinggap di masyarakat dihilangkan. Ia pun berpesan ke Komisi Penanggulangan AIDS agar memberdayakan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) untuk bekerja di klinik VCT maupun KPA sendiri, supaya bisa membagi pengalaman dan mendorong ODHA membuka diri untuk menjaga masyarakat dari infeksi HIV/AIDS.Ia juga berpesan agar tidak memasang iklan yang mendiskriminatifkan ODHA. Ia merasa iklan-iklan yang ada di Jayapura sangat diskriminatif. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-59233804768387200?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/59233804768387200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=59233804768387200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/59233804768387200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/59233804768387200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/enita-rouw-orang-dengan-hivaids.html' title='Enita Rouw, Orang dengan HIV/AIDS'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2au0lamxKI/AAAAAAAAAA0/UbDQNYDTwwc/s72-c/CIMG0002.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-7061610702254283176</id><published>2007-12-17T21:32:00.000+09:00</published><updated>2007-12-17T21:57:14.594+09:00</updated><title type='text'>Persipura-Persiwa: Terkapar atau Tetap Tegar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;PERSIPURA – PERSIWA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Terkapar atau Tetap Tegar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA – Dua tim asal tanah Papua sedang serius menghadapi dua tur pamungkas mereka di dataran Jawa Tengah, Persipura yang siap menantang Persijap pada Rabu (19/12), sedangkan Persiwa akan meladeni tuan rumah Persis Solo Selasa (18/12) besok. Bagi Persiwa, apakah mereka mampu bangkit, atau justru terkapar lagi dikandang Persis, sementara Persipura, apakah mereka sanggup berdiri tegar dengan mendulang point atau justru terkubur lagi impian dan misi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Persipura di wilayah timur masih sebagai yang terbaik, artinya, memimpin tahta wilayah timur bukan hal biasa, ini menjadi ancaman tim-tim lawan, seperti Arema, Persiwa maupun Deltras dan Persmin bahkan Persiter. Sementara Persiwa, posisi runner up yang mereka genggam selama sepekan lebih sudah disambar Arema Malang yang memukul Persiba 3-0 pekan kemarin. Kondisi ini bakal menjadi momok bagi Persipura maupun Persiwa, bisa jadi kedua tim bakal berada dalam satu group jika akhirnya peringkat Persipura tetap diatas dan Persiwa ke urutan tiga, atau bisa juga urutan dua dan empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menghindar kejadian itu, maka jangan heran kalau keduanya siap mengulang sukses tur Jateng beberapa bulan lalu. Untuk diketahui, baik Persipura maupun Persiwa punya tren positif di dataran Jawa Tengah, mereka mampu menang atas PSIM Jogya, sejarah itu membuat motivasi kedua tim jadi membumbung saat mereka menuju Solo dan Jepara di tur terakhir ini. Bukan tidak mungkin dari kedua tim ini, masing-masing Persijap dan Persis akan kehilangan point dari pasukan meraj hitam dan hijau hitam nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Persiwa sendiri, mereka sedang dalam situasi tak bagus, terpukul dengan dua kekalahan beruntun di Jatim, pasukan yang di Manajeri langsung oleh Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalon,S.Sos itu siap menggantikannya di Solo dan Jepara. Yang menjadi pertanyaan lagi, apakah rentetan kekalahan Habel Satya cs bakal berlanjut di Jateng ? sebab, kondisi tim tuan rumah begitu menjanjikan, sehingga sangat sulit untuk mencuri angka disini. Kubu Persipura datang lagi pertanyaan, apakah Bio Paulin cs sanggup melanjutkan episode potifnya di Jatim ? atau sebaliknya terkapar lagi di dataran Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua tim tak mungkin mau kalah begitu saja. Setiap kali bertanding, target kami dapat point, untuk Solo, apapun kondisinya kami akan berusaha, bila perlu tidak hanya Solo, Jepara juga kami incar,” cetus Assisten Manager Persiwa Jhon. R. Banua tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah statemen yang membuktikan kalau pasukan Djoko Susilo itu tetap pantang menyerah, mereka tak mau pesimis lebih awal, tentu teriakan menang masih menjadi misi utama tim ini. Lilitan problem yang ada sejak Pemkab Jayawijaya belum juga serius menangani tim ini terus dihapus dari benak pemain maupun pelatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Persiwa jelas beda dengan Persipura, ikon tim Eduard Ivakdalam tetap realistis, dia pun enggan sesumbar jauh dulu, adalah peringatan yang dilontarkan Edu.&lt;br /&gt;“Ya, pertandingan ini tetap kami anggap penting, kami tidak melihat siapa kami dan siapa lawan kami, yang kami mau bagaimana bisa tampil lepas dan mampu mendapatkan hasil,” cetus sang jenderal lapangan Persipura itu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti antara Persiwa maupun Persipura masih sangat terbuka kans mereka menembus babak delapan besar, hanya, soal peringkat bakal seru direbut tim-tim yang masuk empat besar pada masing-masing group. Nah, mampu kah kedua tim dari bumi cenderawasih itu berunjuk gigi dalam laga mereka pada Selasa besok dan Rabu nanti ? kita tunggu saja jelmaan permainan fantastis dari kedua kubu, sudah pasti mereka tak mau terkapar hanya karena persoalan mental. Untuk itu, menjaga emosi, tidak cpat puas bila sudah unggul serta ketenangan dalam penyelesaian bakal menjadi senjata ampuh kedua tim dalam pertandingan nanti. Persipura dihadapkan dengan lawan yang sedang menginginkan deretan posisi super liga, sementara Persiwa dihantai tren positif sang lawan, demi nama Papua mereka berjanji akan menggapai hasil terbaik untuk kado Natal rakyat Papua. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(gol)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-7061610702254283176?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/7061610702254283176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=7061610702254283176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7061610702254283176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/7061610702254283176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/bola-papua.html' title='Persipura-Persiwa: Terkapar atau Tetap Tegar'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-2571114489388939689</id><published>2007-12-17T21:05:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:07.401+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Headline'/><title type='text'>Headline: Buku Tenggelamnya Rumpun Malanesia Terjual Laris</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Buku Tenggelamnya Rumpun Malanesia Terjual Laris&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAYAPURA&lt;/strong&gt;- Sebelum disita aparat Kejaksanaan negeri Jaypura buku berjudul “Tenggelamnyua Rumpun Melanesia” karangan Sendius Wonda terjual laris di toko Gramedia Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2Zm-1amxII/AAAAAAAAAAk/7q1hjkg1WQM/s1600-h/headline+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144912853993964674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2Zm-1amxII/AAAAAAAAAAk/7q1hjkg1WQM/s320/headline+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Hanya dalam waktu 15 hari dari 100 buku telah terjual 45 buah. Atau rata rata per harinya terjual 2 sampai tiga buah buku,” kata Iwan Van Wilan Haro, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia Jayapura.&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan buku lainnya yang memuat persoalan politik dan kondisi sosial masyarakat Papua Tenggalamnya Rumpun Melanesia terbilang cukup diminati pembeli.&lt;br /&gt;Namun karena isi buku yang ditulis Sandius Wonda dinilai mengganggu ketertiban umum, atas perintah Kejaksaan Agung buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia akhirnya dilarang beredar.&lt;br /&gt;Pihak Kejaksaan pun dalam waktu dekat akan memanggil penulisnya.&lt;br /&gt;Penarikan Buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia ini mengundang reaksi keras dari sejumlah penulis dikota Jayapura.&lt;br /&gt;Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Socratez Sofyan Yoman menyatakan: keputusan menarik buku tersebut sama dengan melarang kebebasan berekspresi.&lt;br /&gt;“Buku itu memuat fakta sosial yang terjadi dalam masyarakat “ ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Minggu (16/12).&lt;br /&gt;Dalam buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia". Sofyan menulis kata pengantar setebal 10 halaman. Kata pengantar itu ia tulis tanggal 27 Agustus.&lt;br /&gt;Sofyan juga menyatakan tidak kuatir jika buku yang ia tulis –saat ini sudah edar di Jakarta-&lt;br /&gt;“Kejaksaan tidak boleh larang-larang pekerjaan gereja,” katanya.&lt;br /&gt;Sofyan juga menulis buku yang saat ini sudah bereedar di Jakarta berjudul: Pemusnahan Etnis Melanesia – Memecah Kebisuan Sejarah di Papua Barat. Judul buku ini hampir sama dengan judul buku yang ditulis Sendius Wonda, .&lt;br /&gt;“Buku itu [Pemusnahan Etnis Melanesia] merupakan suara keadilan pimpinan gereja,” kata Sofyan.&lt;br /&gt;Buku yang ditulis Sofyan selama 1 bulan ditahun 2006 lalu diberikan pengantar oleh Pdt. Dr Benny Giay dan Dr George J Aditjondro. Buku tersebut setebal 478 halaman. Cover buku tersebut warna merah. Desain latarnya peta Papua berwarna hitam dengan api yang membara di sekelilingnya.&lt;br /&gt;“Buku itu memuat 8 bagian. Antara lain: referensi menyangkut landasan hak asasi manusia, sejarah, pembangunan dalam perspektif Indonesia dan orang Papua, bagian yang berhubungan dengan Otonomi Khusus, bagian yang menulis tentang pemekaran, tentang pelanggaran HAM dan proses pemusnahan etnis serta bagian rekomendasi,” kata Sofyan.&lt;br /&gt;Sama seperti buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia, buku Pemusnahan Etnis Melanesia juga dicetak di Yogyakarta oleh Galangpress. (rk/ab)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-2571114489388939689?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/2571114489388939689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=2571114489388939689' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2571114489388939689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/2571114489388939689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/headline.html' title='Headline: Buku Tenggelamnya Rumpun Malanesia Terjual Laris'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2Zm-1amxII/AAAAAAAAAAk/7q1hjkg1WQM/s72-c/headline+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-6122422133720558514</id><published>2007-12-17T20:50:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:07.550+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Features'/><title type='text'>Bintang: Latifah Anum Siregar, SH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perempuan Pertama Indonesia Peraih “Woman Peacemaker” Universitas San Diego, Amerika Serikat&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Melihat Nilai Lokal Untuk Memenuhi Rasa Keadilan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tak lama lagi film dan buku yang bersumber dari dokumentasi perjalanan aktivis perempuan di seluruh dunia dalam bekerja serta motivasi mereka di bidang itu, akan beredar yang disponsori dari tim Institute Peace and Justice “Joan B. Kroch” Universitas San Diego, Amerika Serikat. Sang peraih, Latifah Anum Siregar, SH Aktivis Perempuan Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP), 27 Oktober 2007 lalu, meraih penghargaan “ Woman Peacemaker” dalam bidang HAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Oleh : DEFRIANTI&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;ejak 2003 lalu, Institue Peace and Justice “ Joan B. Kroch” Universitas San Diego, Amerika &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2ZkcFamxHI/AAAAAAAAAAc/LBdkylJdZ8c/s1600-h/WPM.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2aXT1amxJI/AAAAAAAAAAs/ANHP-D1P2T0/s1600-h/WPM.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144965991329350802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2aXT1amxJI/AAAAAAAAAAs/ANHP-D1P2T0/s320/WPM.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Serikat telah menggelar program “ Woman Peacemaker” dengan melakukan seleksi kepada aktivis perempuan di seluruh dunia yang bergerak dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam Seleksi itu, Universitas ternama di Amerika Serikat memilih empat perempuan yang pantas meraih penghargaan “Woman Peacemaker”.&lt;br /&gt;Selain aktivis perempuan, Institue ternama di Amerika Serikat itu, juga memilih penulis perempuan “ Women Peacewriter” untuk dipasangkan dengan peraih penghargaan “Woman Peacemaker”.&lt;br /&gt;Tujuan dilakukan seleksi terhadap aktivis perempuan dalam bidang HAM itu, adalah untuk membuat dokumentasi dari hasil dokumen yang dibawah peserta dari masing-masing negara.&lt;br /&gt;Seleksi yang dimulai awal 2007, tak hanya berdiskusi setiap hari tetapi para peserta diwawancarai oleh penulis dan tim film, ceramah bahkan bertemu dengan organisasi perempuan dan HAM.&lt;br /&gt;Semangat perempuan kelahiran Jayapura, 26 April 1968, untuk bergerak dalam bidang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sangat besar. Meskipun lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang berlatar belakang jaksa militer. Misalnya, pada tahun 1989 telah bergabung dalam Pusat Peran Serta Masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam dan tahun 2000 bergabung dalam tim ALDP.&lt;br /&gt;“ Dikeluarga kami sangat demokrasi, yang penting bisa mempertanggung jawabkan semua yang kami lakukan dan bergabungnya saya ke LSM berasal dari inspirasi ibu, “ ujarnya saat ditemui di kediamannya kompleks Bucend II Entrop, Minggu(16/12).&lt;br /&gt;Mantan Ketua HMI Papua itu, mengakui penegakan HAM di Papua tidak berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki dari korban. Karena persoalan instrumen yang yang tidak diakomodir.&lt;br /&gt;Selain itu, kepentingan subyek dari orang-orang yang terlibat dalam perkara tapi juga penegak hukum tidak memiliki komitmen yang tegas untuk penegakan HAM. Perubahan sosial-politik juga, turut mempengaruhi institusi-institusi tetapi instrumen dalam masyarakat. Sehingga lebih banyak proses penegakan HAM itu, dilakukan bukan akibat kesadaran HAM tersebut harus ditegakkan tetapi karena tuntutan dari berbagai pihak yang mendesak.&lt;br /&gt;Padahal, penegakan HAM merupakan salah satu cara penyelenggaraan pemerintahan di Papua untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Menurutnya, HAM dan penguatan masyarakat adat, yang diambil dalam thema dalam ajang “Woman Peacemaker” yaitu bagaimana melihat nilai-nilai lokal memenuhi rasa keadilan. Dalam penguatan masyarakat adat, juga mengambil langkah bagaimana orang mencoba untuk melakukan berbagai macam mekanisme hukum untuk memenuhi rasa keadilan yakni dengan menggunakan diluar hukum formal indonesia, seperti hukum adat, perbincangan di para-para adat dan perkembangan HAM di Papua.Secara umum persoalan HAM menjadi salah satu soal utama di Papua. Karena berbagai situasi politik dan ekonomi- sosial- budaya yang membuat hak-hak masyarakat terabaikan. Mekanisme untuk menyelesaikan atau alat instrumen yang dipergunakan untuk memperjuangkan HAM sangat terbatas dan hukum positif di Indonesia masih terbatas. Sebab banyak permasalahan masyarakat adat yang ternyata tidak bisa diselesaikan melalui hukum positif. (**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-6122422133720558514?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/6122422133720558514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=6122422133720558514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6122422133720558514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/6122422133720558514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/latifah-anum-siregar-sh-perempuan.html' title='Bintang: Latifah Anum Siregar, SH'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2aXT1amxJI/AAAAAAAAAAs/ANHP-D1P2T0/s72-c/WPM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5123635309293128220.post-696036796505055204</id><published>2007-12-17T19:19:00.000+09:00</published><updated>2008-12-11T17:47:07.716+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laporan Khusus'/><title type='text'>Laporan Khusus: Berburu Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;"Tenggelamnya Rumpun Melanesia"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;oleh : Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jaksa memburu buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" untuk disita. Masyarakat memburunya karena penasaran, apa isinya? Disisi lain, potensi dunia tulis menulis yang tumbuh di Papua jadi terancam. Kebebasan berekspresi terganggu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2ZPtFamxFI/AAAAAAAAAAM/P6qBRCm9Alk/s1600-h/laporan+memburu+buku+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144887260283847762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2ZPtFamxFI/AAAAAAAAAAM/P6qBRCm9Alk/s320/laporan+memburu+buku+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;D&lt;/span&gt;unia tulis menulis di Jayapura digoyang Jaksa Agung. Melalui Surat Keputusannya, Jaksa Agung Hendarman Supandji menarik peredaran buku berjudul "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" yang ditulis Sendius Wonda. Buku ini ditarik Kejaksaan Negeri Jayapura dari Toko Buku Gramedia, setelah diperintahkan Jaksa Agung melalui keputusannya Kep-123/A/JA/11/2007.&lt;br /&gt;Sebanyak 55 buku yang tersisa diambil dari Gramedia Jayapura.&lt;br /&gt;"Kami didrop penerbit sebanyak 100 buku. 45 buku telah terjual," kata Iwan Van Wilan Haro, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia Jayapura.&lt;br /&gt;Buku itu didrop ke Gramedia Jayapura akhir November lalu. Sementara surat keputusan Jaksa Agung dikeluarkan tanggal 27 November 2007.&lt;br /&gt;Dalam jangka waktu tidak lebih 15 hari buku telah terjual 45. Hitung-hitungan, dalam sehari buku tersebut terjual 2 hingga 3 buku. Harga buku itu Rp 42 ribu.&lt;br /&gt;"Kebanyakan memang yang beli masyarakat asli Papua," kata Iwan.&lt;br /&gt;Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" yang telah dibeli masyarakat itu oleh Jaksa Agung diminta kembali. Dengan keputusannya Jaksa Agung meminta masyarakat Jayapura yang telah beli dan memiliki buku itu agar menyerahkan buku tersebut ke Kejaksaan Tinggi Papua dan Kejaksaan Negeri Jayapura.&lt;br /&gt;Jaksa Agung menilai isi buku tersebut telah mengganggu ketertiban umum, dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;Nico Mauri, salah seorang warga asli Papua yang tinggal di Tasangka Jayapura mengklaim buku karangan Sendius Wonda merupakan pelanggaran hukum rohani. Ia menilai buku itu bertentangan dengan Kodrat Allah.&lt;br /&gt;“Contoh isi dalam buku itu adalah perkawinan silang. Perkawinan itu anugerah. Dan tidak benar jika dikatakan perkawinan silang akan melenyapkan ras Melanesia. Istri saya sendiri bukan peranakan Papua. Tapi saya tidak merasa ras Melanesia saya hilang,” kata Nico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;uku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" bersampul warna kuning keputih-putihan. Di sudut kiri tertulis Penerbit DEIYAI, dengan latar gambar burung cenderawasih. Di bawah judul buku tertulis: Pertaruangan Politik NKRI di Papua Barat, dengan ukuran huruf yang lebih kecil dari tulisan Tenggelamnya Rumpun Melanesia. Di bawahnya ada latar gambar peta provinsi Papua, diberi warna coklat kelam.&lt;br /&gt;Dibawah nama pengarang, dicantumkan tulisan: Menguak fakta pertarungan politik dan pembangunan NKRI terhadap eksistensi Rumpun Melanesia di bumi Papua Barat. Sebagai juru selamat, perangkap, atau malapetaka?&lt;br /&gt;Buku tersebut diberi pengantar Socratez Sofyan Yoman, Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua.&lt;br /&gt;Sofyan menulis pengantarnya setebal 10 halaman, tertanggal 27 Agustus 2007.&lt;br /&gt;Buku itu dicetak di Yogyakarta oleh Galangpress.&lt;br /&gt;Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" termasuk buku yang ditulis dari pengalaman pribadi Sendius Wonda. Seperti dalam perkawinan silang yang ditulis di bagian enam. Dalam bagian itu Sendius sempat mengungkapkan kemarahannya atas pernyataan yang dilontarkan temannya semasa kuliah di Malang untuk mengawini perempuan non Papua.&lt;br /&gt;Dalam membuat tulisan, Sendius lebih menyandarkan fakta-fakta yang terungkap dari media. Tidak sedikit kutipan dari laporan media lokal maupun nasional yang dimuat dalam buku tersebut. Dari laporan-laporan media, penulis mengapresiasinya.&lt;br /&gt;Apresiasi diutarakan dalam tulisan berbentuk kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia dan sikap pejabat-pejabat asli Papua. Ia juga meng-apresiasi penguasaan sektor-sektor ekonomi oleh masyarakat non Papua.&lt;br /&gt;Isi buku dari karangan Sendius Wonda lebih banyak menyinggung pertentangan antara ras Melanesia dan Melayu yang ada di Papua dan Indonesia. Buku yang memuat 7 bagian dengan ketebalan 248 halaman itu mengungkapkan kemarahan penulisnya atas pemerintah Indonesia dan lemahnya masyarakat asli Papua terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk Papua.&lt;br /&gt;Pada bagian tiga buku tersebut, Sendius mengelompokkan masyarakat asli Papua menjadi tiga golongan dalam menyikapi kebijakan pemekaran. Ia menulis, 3 golongan itu adalah masyarakat Papua asli yang tidak memiliki pendirian, masyarakat Papua asli yang tidak mau tahu serta masyarakat dan pejabat Papua yang ambisius dalam proses pemekaran.&lt;br /&gt;Ia juga mengklaim dalam bukunya bahwa kebijakan otonomi khusus tanpa mempersiapkan terlebih dulu SDM asli Papua akan menyingkirkan orang asli Papua dari jabatan-jabatan kunci di pemerintahan.&lt;br /&gt;Dalam bukunya Sendius mengkritisi masyarakat Papua yang lebih banyak menghambur-hamburkan uang saat jadi pejabat. Ia juga mengkritisi peredaran minuman keras yang telah mempengaruhi moralitas masyarakat asli Papua. Kritisi ini ia masukkan dalam bagian lima dari bukunya.&lt;br /&gt;Mengenai HIV/AIDS, Sendius menulisnya di bagian empat. Ia mengkritisi tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menutup lokalisasi-lokalisasi dan tempat-tempat hiburan seperti bar dan panti-panti pijat yang ia duga menjadi tempat prostitusi.&lt;br /&gt;Di bagian akhir dari buku, Sendius mengeluarkan 3 rekomendasi. Dua diantaranya: perlunya pemerintah membuat perda untuk melindungi hak-hak orang Papua dan perlunya perda yang menutup ijin pasokan miras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;D&lt;/span&gt;i Gramedia, buku-buku karya penulis Papua telah banyak bermunculan. Sedikitnya ada 18 penulis asli Papua yang telah mengeluarkan karya-karyanya dalam bentuk buku. Ada buku-buku karya Frits B Ramandey, karya Ketua MRP Agus Alua, karya Roberth Isir dan lain-lain. Buku-buku karya penulis Papua ini ditempatkan tersendiri oleh Gramedia. Tata letaknya sering diubah-ubah.&lt;br /&gt;“Ini untuk menghidari kejenuhan saja,” kata Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia Jayapura, Iwan Van Wilan Haro,&lt;br /&gt;Buku-buku yang ditulis banyak bersentuhan dengan politik. Tak sedikit juga yang bersentuhan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Papua. Bahkan Roberth Isir menulis buku tentang bahaya minuman keras.&lt;br /&gt;Buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" termasuk buku yang bersentuhan dengan politik dan sosial masyarakat Papua.&lt;br /&gt;Frits B Ramandey telah mengeluarkan 13 karya buku. Frits termasuk salah satu wartawan di Jayapura yang aktif mengeluarkan buku. Sebentar lagi ia akan mengeluarkan 3 naskah buku.&lt;br /&gt;Sebagai penulis, Frits cukup terganggu dengan tindakan Jaksa Agung yang melarang peredaran buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia", dan ia menyayangkannya.&lt;br /&gt;“Itu tindakan represif. Membungkam kebebasan berekspresi,” katanya.&lt;br /&gt;Kalau ada ISBN, kata Frits, kenapa musti ditarik.&lt;br /&gt;ISBN adalah nomor seri yang dikeluarkan perpustakaan nasional. Sebelum mengeluarkan nomor seri, perpustakaan nasional sudah melihat daftar isi buku.&lt;br /&gt;“Jadi ini juga dilindungi undang-undang,” kata Frits.Sepanjang tahun ini kejaksaan sedikitnya telah menarik peredaran buku sebanyak 2 judul. Yang pertama buku yang mengulas tentang sejarah G 30 S PKI, yang edar sebagai buku pelajaran sekolah. Buku ini bahkan sempat dimusnahkan dengan cara dibakar. Yang kedua buku "Tenggelamnya Rumpun Melanesia" yang edar di Indonesia November lalu. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5123635309293128220-696036796505055204?l=bintang-papua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bintang-papua.blogspot.com/feeds/696036796505055204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5123635309293128220&amp;postID=696036796505055204' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/696036796505055204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5123635309293128220/posts/default/696036796505055204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bintang-papua.blogspot.com/2007/12/berburu-buku-tenggelamnya-rumpun.html' title='Laporan Khusus: Berburu Buku &quot;Tenggelamnya Rumpun Melanesia&quot;'/><author><name>Redaksi :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01236524585971797290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Kk0z49lPiyA/R2ZPtFamxFI/AAAAAAAAAAM/P6qBRCm9Alk/s72-c/laporan+memburu+buku+tenggelamnya+rumpun+melanesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
